Sore yang Manis di Pantai Pangumbahan
Laut, langit, dan pasir sore itu kompak sekali. Sama abu-abu. Maklum, hari selepas hujan badai. Sekelompok wisatawan mengacaukan keseragaman warna alam dengan pakaian yang semarak. Tawa-tawa yang menghangatkan. Tangan-tangan yang bersiap melepaskan tukik ke lautan.
Tanggal 7 Januari 2012, kalau tidak salah.
Pantai di mana-mana adalah sama. Pasir, ombak, langit, begitu-begitu saja. Sampai akhirnya sepasang kaki ini mencobai pasir Pantai Pangumbahan.. pantai yang menjadi berbeda.
Para wisatawan berteriak-teriak kegirangan. Di tangan kanan kiri, tukik-tukik tengah berdebar-debar, siap mencoba peruntungan di laut bebas yang dikuasai marabahaya. Jika mereka dapat bertahan, suatu saat mereka dapat kembali ke hamparan pasir yang lembut ini, meletakkan telur-telur mereka.
Tukik-tukik dilepas, merayap menuju bibir pantai. Satu per satu merelakan dirinya dilarung ombak ke tengah laut. Sampai jumpa, makhluk kecil. Bertarunglah dengan baik dan kembali ke sini untuk melanjutkan amanah populasimu.
Pantai Pangumbahan.. Saya pikir foto-foto yang beredar tentang keindahannya adalah bisa-bisanya para fotografer yang kreatif, yang mampu mendapatkan sudut dan cahaya yang tepat, ditambah-tambahi efek dramatis dari software foto editor. Ternyata, dari angle manapun, amatir maupun profesional pemotretnya, Pantai Pangumbahan adalah eksotis!
Pantai di mana-mana memang sama. Pasir, ombak, langit, begitu-begitu saja. Yang membuatnya berbeda hanyalah.. dengan siapa kita ke sana. Waktu itu, bersama orangtua, adik, dan teman-teman terbaik, ombak menjadi berirama, lembayung menjadi berwarna, dan pasir menjadi beraroma.
Fotografer: Ari Suryo ME’08

on June 11, 2012 on 02:09
merasa terhormat cha, mejeng di blogmu…
on June 11, 2012 on 22:58
Ekspresinya natural. Feri benar-benar menjiwai laut yak