Revive Risha


Juara Kaca Mata

Posted in Seseorang by rishapratiwi on July 28, 2012
Tags: , , , ,

Adek, lihat kaca mata Bunda nggak?
Hihihi, Bunda masih muda udah pelupa. Tuh kaca matanya di atas meja.
O_o
Eh Bunda, penemu kaca mata siapa ya namanya? Ayo cerita, ayo cerita ^^

 

Jadi begini ceritanya, Sayang…
Sebagaimana yang kamu tahu, kaca mata adalah benda yang sangat penting bagi Bunda. Pun bagi orang-orang lain. Singkatnya, kacamata adalah penemuan penting dalam sejarah kehidupan umat manusia. Baaaanyak sekali orang yang mengklaim sebagai penemu kacamata. Akibatnya, asal-usul kacamata pun cenderung tak jelas. Akan tetapi, seorang peneliti sejarah sains dan teknologi Islam dari Arab Saudi yang bernama Lutfallah Gari mencoba menyibak rahasia penemuan kacamata secara mendalam. Ia menelusuri sejumlah sumber asli dan meneliti literatur tambahan.

Alhasil, investigasi yang dilakukan oleh Gari akhirnya membuahkan titik terang. Ternyata eh ternyata, terdapat fakta yang jelas bahwa peradaban Muslim memiliki peran penting dalam penemuan kaca mata. Dalam laporan penelitiannya yang berjudul The Invention of Spectacles between the East and the West, Gari mengemukakan bahwa jauh sebelum masyarakat Barat mengenal kacamata, peradaban Islam telah menemukannya. Menurutnya, sebelum manusia mengenal kacamata, para ilmuwan telah menemukan lensa. Hal itu terbukti dengan penemuan kaca. Akan tetapi, pada masa itu lensa tidak digunakan sebagai alat perbesaran, hanya sebatas alat pembakaran dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa.

Saat itu di dunia ilmuan Muslim dikenal nama seorang fisikawan legendaris, Ibnu Al-Haitsam. Beliau terkenal sebagai penentang teori Euclides dan Ptolemaeus yang menyatakan mata mengeluarkan berkas cahaya sehingga segala benda dapat terlihat. Akan tetapi Ibnu Al-Haitsam mengemukakan teori sebaliknya, justru benda yang memantulkan cahaya sehingga terlihat oleh mata. Lebih jauh, ia telah menelaah perjalanan berkas cahaya sehingga dapat dipahami oleh otak.
Penemuan Ibnu Al-Haitsam beberapa langkah lebih maju melewati zamannya. Beliau mempelajari masalah perbesaran benda dan pembiasan cahaya melewati sebuah permukaan tanpa warna seperti kaca, udara dan air, kemudian menuliskannya dalam Kitab Al-Manazir (tentang optik).

Oh ya, Al-Haitsam juga mengkaji fenomena-fenomena cahaya di alam. Beliau membahas gejala-gejala senja, lingkaran cahaya, pelangi, gerhana matahari, serta gerhana bulan. Pokoknya beliau itu ahli optik yang te-o-pe-be-ge-te lah. Hanya sayangnya karya-karya beliau sering dicatut. Lha itu, Kitab Al-Manazir yang berisi pembahasan lengkap tentang mesiu, optik, dan mikroskop, diterjemahkan oleh Roger Bacon tanpa dicantumkan nama pengarangnya. Kitab ini juga diterjemahkan oleh Frederick Risner dengan judul Opticae The Saurus.

 

Begitu ceritanya, Sayang. Lho, lho, lho, kaca mata Bunda di mana?
Iiih, Bundaaaa. Kacamatanya di atas kepala Bunda
>,<

 

 

Sumber gambar: http://tags-cat-funny-humourous-catwallpaper-funnywallpaper.funnyimages12.no-ip.org/

 

Referensi:

http://www.ensikperadaban.com/?SAINTIS:Ahli_Fisika:Ibn_Al_Haitsam


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.