Revive Risha


Selaput Ekstraembrio, Implantasi, dan Plasenta

Posted in Biologi by rishapratiwi on July 20, 2010
Tags: , ,

21 April 2010 jam 0:09

Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. (Q.S. Maryam : 22-23)

Saya belum pernah melahirkan, tapi saya yakin bahwa melahirkan itu menyakitkan. Apa pasal? Semester ini saya belajar tentang perkembangan hewan. Jadi biarkan saya bercerita, sambil mengenang masa-masa indah UTS II tanggal 13 April 2010 lalu. Meskipun judul tulisan ini sedikit lucu (hah, lucu??), Anda tidak perlu khawatir. Mari kita bicara dengan bahasa manusia.

Anda pernah mendengar istilah “plasenta” bukan? Pada mamalia terdapat modifikasi khusus selaput ekstraembrio (selaput yang terdapat pada embrio) yang dinamakan plasenta, yaitu pertautan antara jaringan embrio dengan jaringan induk/ibu. Untuk membentuk pertautan itu, embrio harus tertanam (terimplantasi) di dalam endometrium (lapisan pada rahim). Kebayang? Nah, plasenta ini memiliki banyak fungsi penting dalam melayani kebutuhan fisiologi janin. Plasenta berperan sebagai paru-paru (respirasi), ginjal (ekskresi), penghantar nutrisi, juga pelindung janin.

Jaringan penyusun plasenta, disebut barrier plasenta, memiliki ketebalan dan susunan komponen yang berbeda-beda. Semakin tipis suatu barrier, pertautan antara janin dengan induk semakin erat. Dampaknya, transport substansi antara janin dengan induk menjadi lebih baik dibandingkan pada barrier yang tebal. Plasenta yang paling tebal tersusun dari 3 lapisan jaringan bagian maternal (pada induk) dan 3 lapisan jaringan pada janin.

Siapkan “pisau dan gunting” Anda,
Mari kita “bedah” plasenta manusia!!!

Seperti yang telah dikemukakan, semakin tipis lapisan barrier, semakin sempurna fungsi plasenta. Pada manusia, plasenta hanya tersusun dari 3 lapisan jaringan pada janin. Tipe  ini merupakan plasenta yang sempurna. Pada plasenta seperti ini, bagian maternal hanya terdiri dari sel-sel darah yang keluar dari pembuluh darah uterus.

Di samping itu, pertautan antara janin dengan induk pada manusia memiliki derajat yang paling tinggi. Penanaman embrio pada uterus manusia termasuk tipe invasif. Embrio terbenam cukup dalam di dalam jaringan ikat maternal. Simpelnya, embrio terkubur pada jaringan ikat uterus (rahim) ibunya. Pertautan yang erat ini akan mengakibatkan jaringan uterus mengelupas saat kelahiran. Bisa bayangin sakitnya ibu kita saat melahirkan?

Dibandingkan dengan manusia, embrio babi dan kuda tidak tertanam dalam pada uterus induknya tetapi kontak antara embrio dengan jaringan ikat induknya hanya terjadi pada permukaan. Saya asumsikan, proses melahirkan pada babi atau kuda tidaklah sesakit proses melahirkan pada manusia.

 

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu” (Q.S. Lukman : 15).

wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: