Revive Risha


Memang Kamu Lurah?

Posted in Cermin Diri by rishapratiwi on January 10, 2012
Tags: , ,

Sore itu, seperti sore-sore biasanya, langit teduh memayungi anak-anak yang bermain galasin di lapangan berumput. Gelak tawa mereka membuat para sesepuh tergoda untuk ikut andil merayakan suasana kekerabatan, berbaur dalam bincang santai di pelataran rumah Pak RT.
Di teras sebuah rumah, seorang gadis kecil tampak duduk cemberut.

“Lho, ini anak Mamah kok malah duduk sendirian? Nggak ikut maen, Neng?”
“Huuuu, sebel. Nggak diajakin main, Maaah!”
“Oooh, gituuu. Ya udah, main mah main aja sana. Nggak usah diajak-ajakin kan biasanya juga. Pada lupa ngajak kali.”
“Aaah, nggak mau. Sebel! Sebel! Sebel!”
“Eeeh, pundungan. Main aja kok repot. Masa mau nunggu undangan dulu, emangnya kamu Lurah.

Akhirnya, Si gadis kecil itu kemudian berjalan menuju lapangan.
Sesampainya di lapangan, teman-teman dengan riang menyambutnya.

“Iiih, kenapa nggak ngajak aku main sih? Kalian mah jahat ah nggak ngajak-ngajak. Udahan dulu dong main galasinnya, ulangi dari awal. Kan aku baru datang.”

“Lho, kirain kamu bakalan datang sendiri. makanya nggak dijemput.”

“Udah kok, tadi aku ke rumah kamu. Aku panggil-panggil nggak ada jawaban, kirain lagi bobo.”

“Hmm,, gitu ya. Ya udah deh, terusin mainnya. Aku ikutan yaaaaa.”

“Ayooooooo”

Merasa dianaktirikan? Apa justru Anda yang mengibutirikan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: