Revive Risha


Sudut Favorit

Posted in Cermin Diri by rishapratiwi on January 10, 2012
Tags: , , , , ,

October 14, 2009

Sudah beberapa minggu ini (hampir satu bulan) saya hijrah dari kosan ke rumah tante di Cibiru.
Saya biasa naik angkot “Cileunyi-Cicaheum”, disambung Cicaheum-Ledeng”. Nah, dari Cibiru ke Cicaheum memakan waktu sekitar empat puluh lima menit. Kalau lagi kurang beruntung (ngetem, macet, dll), perjalanan bisa sampai satu jam. Total perjalanan dari rumah ke kampus amannya satu setengah jam.

Biasanya angkot Cileunyi-Cicaheum yang ngetem depan perumahan masih kosong dan biasanya sudut favorit saya juga masih kosong. Yap, tempat duduk paling pojok yang menghadap ke jalan raya adalah sudut favorit saya.

Dari sudut itu banyak hal yang bisa diamati: karakter supir angkot, para penumpang, pedagang asongan, pengamen, pengemis…

Di sudut itu, saya pernah memikirkan kenapa supir ngetem?
Saat supir ngetem (padahal saya lagi buru-buru), ingin rasanya menghentak-hentakkan kaki, menggedor-gedor kaca, atau mencekik si supir dari belakang. Mungkin kita tidak tahu, pak supir harus mengejar setoran buat anaknya yang mau sekolah atau istrinya yang mau melahirkan.

Di angkot, saya pernah belajar protes. Asap rokok..!! Ini dia nih, yang bikin saya sebel-bel-bel. Mau negur langsung, orangnya sangar! Buka jendela lebar-lebar, tutup hidung dan mulut, heboh berkipas-kipas, dan pura-pura batuk. Kalau orang yang tahu diri biasanya langsung mematikan dan membuang rokoknya, ada pula orang yang tiis-tiis aja. Nah, menghadapi orang seperti ini saya pun akan batuk-batuk lebih keras dan lebih heboh.

Di angkot, saya pernah harus menunggu calon penumpang yang berjalan lambat
pernah harus berbagi duduk dengan konfigurasi 7-5 (nyamannya kan 6-4, 6 penumpang di bangku kanan, 4 penumpang di bangku kiri)
pernah mengalami macet parah (perjalanan dari Cibiru ke kosan menjadi 6 jam!!)
pernah berkenalan dengan pelatih LSS ITB
pernah ngobrol dengan seorang kakek tentang fiberglass dari bambu
pernah disapa bayi sok kenal sok dekat yang tiba-tiba mencubit tangan saya
pernah tertawa melihat anak laki-laki pipis di pangkuan ayahnya
pernah terpesona oleh dua anak perempuan kembar yang pakai jilbab rapat (usianya sekitar 10 tahun)

pernah mendengarkan obrolan dua anak SMA tentang ITB
pernah harus menunggu lama uang kembalian
pernah diturunkan seenaknya
pernah kena macet karena calon presiden RI lewat
pernah bayar ongkos dengan recehan seratus rupiahan
pernah merasakan ekspresi kecewa pengamen saat tidak ada seorang penumpang pun yang memberi uang
pernah melihat anak jalanan tidur di trotoar dan di atasnya terpampang megah spanduk kampanye capres
pernah melihat sepasang kakek-nenek yang masih mesra di usia senja
pernah melihat para perempuan yang kekurangan kain
pernah melihat sepasang muda-mudi pacaran
pernah melihat anak SMP merokok
pernah melihat anak SD mencium tangan ibunya sebelum naik angkot
pernah melihat anak laki-laki yang mirip adik saya
pernah melihat seorang ibu yang beli daun singkong hampir satu karung
pernah melihat seorang cucu menuntun neneknya
pernah melihat seorang siswi SD menghapalkan PPKN
pernah melihat pertengkaran supir dengan ibu-ibu yang bayar ongkosnya kurang
pernah melihat pengamen yang cuping telingannya dibolongin gede nyanyi nasyid
pernah melihat ibu-ibu pengemis sambil menggendong anaknya
pernah melihat ibu dan anak gadisnya menggotong barang-barang belanjaan
pernah melihat pengamen cilik turun saat angkot masih melaju kencang
pernah mengerjakan soal-soal di buku Hiskia Ahmad
pernah memikirkan danus KIT
pernah menghitung-hitung IP
pernah menuliskan mimpi-mimpi
pernah merumuskan visi misi hidup
pernah merencanakan waktu pulang kampung
pernah mengingat nama-nama teman lama
pernah menyusun jadwal harian
pernah ganti status facebook dan baca comment orang lain
pernah sarapan pagi

pernah membaca novel “Gading-gading Ganesha”
pernah mendengarkan curhat adik sepupu
pernah tidur sampai bermimpi
pernah…
pernah..
dan banyak “pernah” lainnya..

Yang jelas, saya bisa mengambil banyak pelajaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: