Revive Risha


Balada Atmo Karpo

Posted in Puisi by rishapratiwi on January 16, 2012
Tags: , , ,

Idenya memang dari puisi “Balada Terbunuhnya Atmo Karpo” karya W.S. Rendra.
Jadi begini, waktu SMA ada tugas Bahasa Indonesia menggubah puisi. Maaf maaf kalau kata-katanya liar dan tidak ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia

 

Balada Atmo Karpo

Petang menerjang terang
menembus kelam perlahan
Gaung murung mengangkasa di segurat batas
Mengeloni sepasukan murka merangsek

Kuda kokoh terpanasi geretak retak rasa
Gemeriap sukma menguap dari mata-mata terluka
Bersama arus api yang hendak mengabu sang bejat
dan mata panah mengerjap berlesat

Kalanya sudah tiba merajam kelam
Perampok malang yang terkepung gunung-gunung tak berhijau

Satu peluka menukik di dada
Menjejakkan tujuh lubang tersandang bapak
Pekat hujan darah tak iba mengguyur daun-daun terinjak
Daging tercabik tak jua terbuka itu pintu

Tetap tajam ringkikannya!

Hai Atmo Karpo!
Cuma sejengkal tali kita
bapakku bukan binatang pemerang siang
Terkutuk kau!
seperti iblis yang menetap dalam tatapmu

Satu satu sama tahan
Ketiga kali bukan keberuntungan
Terlalu payah ayah meredam dendam muda

Darah-darah menyelisip dari sisa nyawa

Ksatriakah dia yang mengaum
Menedang bangkai yang sudah terjengkang

Bulan muda berpucuk duka
Kerakas patah tak lagi bertanya siapa yang dosa

 

Gimana? Yaah, not bad lah ;-|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: