Revive Risha


Grooming, Princess!

Posted in Cermin Diri by rishapratiwi on June 2, 2012
Tags: , , , ,

Pada jangkrik, di kepala bagian depan terdapat sepasang antenna yang berperan sebagai organ sensoris terhadap sentuhan dan bau. Jangkrik melakukan grooming (pembersihan) sebagai mekanisme yang efektif untuk memelihara responsivitas sistem sensoris terhadap stimulus dari lingkungan. Bagian tubuh yang sering menjadi objek grooming adalah sensili, termasuk mekanoreseptor dan kemoreseptor pada kaki, serta mekanoreseptor, higroreseptor, dan termoreseptor pada antenna. Grooming antenna secara periodik dapat meningkatkan input sensoris dan responsivitas terhadap lingkungan, seperti lokasi makanan dan partner kawin.

Alkisah, di Negeri Biru hiduplah seorang Ratu Nayasa. Ratu ini sangat tahu seluk beluk kondisi rakyatnya. Kalau dalam ungkapan lebaynya, seekor semut hitam yang merangkak di rimbunan rambut hitam seorang rakyatnya pada malam yang pekat dapat dideteksi oleh Sang Ratu. Entahlah, Sang Ratu ini menguasi ilmu kebathinan macam apa.

Sang Ratu saat ini sedang gelisah. Pasalnya, Sang Ratu ini sudah saatnya melimpahkan tampuk kekuasaannya kepada generasi selanjutnya. Seperti para pendahulunya, pada usia yang telah ditentukan, Sang Ratu harus menjalani tradisi religius; menjauhi hingar bingar dunia. Sang Putri Andara yang dipersiapkan untuk mengemban amanah keratuan ini seringkali terlampau tenang dan menenangkan; kepribadian yang kurang lazim berdasarkan stereotipe para Ratu sebelumnya. Sang Putri ini dinilai tidak terwarisi karakter-karakter para leluhur, karakter yang dalam kamus gaul dewasa ini disebut KEPO.

Dalam Bahasa Bangka, “Kepo” adalah sikap yang selalu ingin mengetahui segala urusan pribadi orang lain. Dari Bahasa Hokkian, “Kepo” artinya adalah nenek-nenek yang suka bertanya. Berdasarkan singkatan dalam Bahasa Inggris, Kepo adalah “Knowing Every Particular Object”.

Lalu, kenapa Sang Ratu merasa risau karena Tuan Putri tidak memiliki warisan KEPO?

Sekilas “KEPO” ini dinilai sebagai perilaku negatif. Tetapi setelah “ditadabburi”, istilah ini ternyata berkaitan erat dengan sifat naluriah seorang wanita: CARE. Kepo juga dimaknai secara positif sebagai sifat inisiatif. Inilah yang dirisaukan Sang Ratu. Bagaimana bisa Tuan Putri memimpin rakyatnya dengan baik jika tidak memiliki kepedulian dan inisiatif?

Apa hubungan antara Sang Ratu dengan jangkrik? Secara taksonomi hubungan kekerabatannya jauh #apasih. Oke, saya cuma mau bilang, jangkrik itu melakukan grooming untuk mengasah sensitivitas organ reseptornya. Artinya, sensitivitas itu bisa dilatih. Demikian pula dengan Sang Ratu, kepekaan itu harus dilatih.

#Udah ah, lama-lama saya jadi ngawur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: