Revive Risha


Ekspedisi Perempuan; Siap-Siap Jadi Ratu

Posted in Jalan-Jalan by rishapratiwi on June 29, 2012
Tags: , , , , , , , ,

You educate a man, you educate a man. You educate a woman, you educate a generation

Perempuan, konon katanya, merupakan tiang suatu negara. Bila baik kondisi kaum perempuannya, baik pula kondisi negara tersebut. Sebaliknya, bila bejat kaum perempuannya, bobroklah negara tersebut. Dari segi kuantitas, potensi perempuan tidak patut diremehkan. Data CIA world factbook per Januari 2012 menunjukkan bahwa rasio jumlah perempuan terhadap laki-laki di dunia adalah 0,99 : 1. Artinya, populasi kaum Hawa saat ini sudah mencapai hampir separuh jumlah masyarakat dunia. Dengan jumlah demikian, peran perempuan ternyata mencakup lebih dari separuh ruang lingkup urusan di dunia, baik dia sebagai anak, saudara perempuan, istri, maupun sebagai ibu. Nyatanya, tidak berlebihan pepatah Cina mengungkapkan, “laki-laki adalah kepala keluarga, sementara perempuan adalah leher yang menopang kepala tersebut”.

Ekspedisi Perempuan; program ini bernama asli “Sekolah Perempuan 2012”, warisan yang kelahirannya dibidani oleh para akhawat ITB angkatan 2007. Pada awalnya Sekolah Perempuan 2012 dirancang mengikuti konsep acara kakak pertamanya (Sekolah Perempuan 2011 –red), yaitu berupa talkshow atau seminar yang digelar setiap weekend. Akan tetapi, di tengah maju-mundurnya acara karena kendala perizinan tempat, muncul suatu ide. Ide yang jelas-jelas merusak “tatanan” yang sudah ditentukan tersebut ternyata malah disambut dengan gegap gempita oleh para panitia lainnya. Maka Sekolah Perempuan dimodifikasi menjadi Ekspedisi Perempuan, program yang dirancang sebagai refleksi perjalanan hidup seorang perempuan, mulai dari lahir, kanak-kanak, menikah, berkarir, lanjut usia, dan meninggal. Sesuai dengan namanya, bentuk kegiatan berupa kunjungan ke beberapa tempat yang merepresentasikan fase-fase kehidupan tersebut.

Acara grand opening diselenggarakan di Aula Galenia Mom & Child Center, Jalan Badak Singa. Masih di tempat yang sama, peserta yang berjumlah puluhan orang kemudian mengikuti beauty class yang dipandu oleh instruktur dari Oriflame. Beauty outside, beauty inside. Ruangan menjadi semarak dengan warna-warni polesan eye shadow, blush on, maskara, dan lipstick. Berbicara tentang adab berpenampilan dalam menuntut ilmu, para ulama salaf mendatangi majelis ilmu dengan penampilan terbaik. Imam Malik, jika beliau didatangi seseorang, beliau bertanya dulu apakah sang tamu datang hanya untuk berziarah atau untuk menuntut ilmu hadits? Jika sekadar berziarah, beliau akan menghadapi tamu tersebut dengan seadanya. Namun, jika tamu tersebut berniat untuk menuntut ilmu hadits, beliau masuk ke dalam rumah untuk mandi, berpakaian indah, dan memakai sorban, lalu berkata : “Saya ingin mengagungkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan saya tidak mau membacakan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan tidak suci/kotor” (Manaqib Al Imam Malik bin Anas oleh Al Qadhi Isa Azzawawi, hal.140-141).

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Q.S. Al-Hasyr: 18).

Sebagai ustadzah pertama bagi anak-anaknya, perempuan harus berbekal diri dengan ilmu yang memadai. Sesi kedua acara Ekspedisi Perempuan diawali dengan presentasi sekilas tentang Galenia Mom & Child Center. Presentasi dilanjutkan oleh dr. Avianti, yaitu membedah perjalanan hidup perempuan berdasarkan ilmu biologi. Dalam presentasi tersebut dipaparkan mulai dari kesehatan reproduksi perempuan, parameter kesiapan perempuan untuk berumah tangga, proses penciptaan manusia dari setitik ovum, masa kehamilan, sampai proses melahirkan. Pada sesi tersebut diputarkan video proses melahirkan secara normal, operasi Caesar, dan waterbirth.

Para peserta yang umumnya hanya mendapat pelajaran biologi sampai SMA tampak excited menonton langsung berpayah-payahnya seorang ibu yang melahirkan secara normal. “…ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)…” (Q.S. Al-Ahqaf : 15). Dalam Bahasa Sunda, melahirkan disebut ngajuru, yang berasal dari kata juru. Kata juru ini secara bahasa berarti pojok atau sudut. Secara istilah Bahasa Sunda, ngajuru adalah berada di sudut/pojok antara hidup dan mati. Kabar gembiranya, Allah mengganjar aksi heroik para perempuan tersebut dengan imbalan mahal yang membuat laki-laki mana pun iri. Ketika seorang perempuan mengandung, setiap saat ia akan didoakan oleh malaikat dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini. Berdasarkan konten hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, jika ternyata Sang Ibu ini meninggal saat melahirkan, insya Allah status kematiannya adalah mati syahid.

Sumber gambar: temboktiar.blogspot.com

Dewasa ini terdapat berbagai macam cara melahirkan, di antaranya adalah waterbirth. Secara prosedural, waterbirth atau persalinan dalam air sama dengan persalinan normal konvensional. Sedangkan perbedaannya, pada persalinan normal konvensional ibu melahirkan di atas tempat tidur, pada waterbirth ibu melahirkan dalam kolam berisi air hangat yang suhunya disesuaikan dengan suhu tubuh. Bagi ibu, Waterbirth ini memiliki beberapa kelebihan. Dalam buku 100 Info Penting Persalinan, dr. Sintha Utami, Sp.OG menuliskan bahwa kelebihan waterbirth di antaranya sirkulasi darah uterus lebih baik sehingga rasa sakit berkurang secara signifikan sampai sekitar 80%, air menyebabkan perineum menjadi lebih elastis dan santai, yang akan mengurangi kejadian episiotomi (pengguntingan sekitar vagina untuk mempermudahkan persalinan, air membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan kecemasan ibu, mengurangi pelepasan hormon stress, dan membuat ibu mengeluarkan hormon endorphin. Bagi bayi, dilahirkan dalam lingkungan yang kurang lebih sama dengan lingkungan di dalam rahim membuat potensi komplikasi pada bayi akibat stress berkurang, air hangat meningkatkan aliran darah sehingga trasnspor oksigen bagi bayi lebih banyak, air hangat menurunkan risiko bayi keracunan ketuban, menurunkan risiko cedera kepala bayi, peredaran darah bayi akan lebih baik setelah dilahirkan, serta mengurangi kemungkinan trauma pada kepala bayi akibat jalan lahir yang sempit.

Acara di Galenia ditutup dengan photo session. Tanpa membuang waktu, peserta dan panitia bersegera melanjutkan ekspedisi ke destinasi selanjutnya; Kantor Urusan Agama Coblong. Di KUA ini peserta mendapatkan pembekalan mengenai pernikahan, baik fiqih pernikahan dari ustadz maupun psikologi pernikahan dini dari Teh Rasti, Teknik Industri ITB angkatan 2007. Teh Rasti ini merupakan “praktisi” pernikahan dini yang menikah saat menjadi mahasiswa tingkat 4 dan sukses fast track. Meskipun hari sudah sore, peserta tetap on fire mengikuti sesi galau terfasilitasi ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan masih adanya konsultasi pasca acara.

Perempuan bekerja untuk sedekah, bukan untuk mencari nafkah -Rasti, 2012-

Photo session di depan plang KUA pun menutup rangkaian acara Ekspedisi Perempuan hari pertama. Agenda besok insya Allah tidak kalah seru; kunjungan ke Panti Asuhan Bayi Sehat dan tempat Home Schooling di Buah Batu.

Perempuan; tangan kanan mengayun bayi, tangan kiri mengguncang dunia. BERSIAP!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: