Revive Risha


Hadiah untuk Muslimah

Posted in Cermin Diri by rishapratiwi on July 13, 2012
Tags: , , , , , , , ,

Halo Sobat Fitrah! Tahu nggak, populasi kaum Hawa saat ini sudah mencapai hampir separuh jumlah masyarakat dunia lho. Dari data CIA world factbook per Januari 2012, rasio jumlah perempuan terhadap laki-laki di dunia adalah 0,99 : 1. Dengan kekuatan berupa jumlah yang segitu banyak, peran perempuan ternyata dapat mencakup lebih dari separuh ruang lingkup urusan di dunia, baik dia sebagai anak, saudara perempuan, istri, maupun sebagai ibu. Kita sering deh mendengar ungkapan, “di balik lelaki yang hebat ada perempuan yang kuat”. Ada pula pepatah Cina yang mengungkapkan bahwa “laki-laki adalah kepala keluarga, sementara perempuan adalah leher yang menopang kepala tersebut”. Hohoho, so sweet kan.

Perempuan dan berbagai atribut yang menempel padanya tidak kunjung tuntas jika dibahas; menarik, unik, sensitif, lembut, manja, kuat, cantik, de el el. Nah, Islam sebagai rahmatan lil alamin punya panduan-panduan mengenai perempuan dengan segala kompleksitasnya, mulai dari urusan yang prinsipil sampai yang detail, dari logistik sampai kosmetik. Spesial buat Sang Princess, panduannya lengkap-kap-kap deh pokoknya.

Muslimah memang makhluk Allah yang diciptakan istimewa sehingga panduan (baca: syari’at) yang diberikan kepadanya “sedikit” berbeda dengan panduan yang diberikan kepada saudaranya, yaitu kaum laki-laki. Lho kok beda, nggak adil dong?? Sobat Fitrah, perbedaan antara laki-laki dan perempuan kan tidak dapat lagi dipungkiri. Monggo dibuka kembali catatan pelajaran biologinya ^^. Dari tinjauan biologis maupun psikologis, kondisi perempuan memang berbeda dengan laki-laki. Oleh karena itu, definisi adil dalam perlakuan antara laki-laki dan perempuan adalah memperlakukan keduanya sesuai dengan kodratnya, sesuai hak dan kewajibannya masing-masing. Akan tetapi dalam urusan amal dan pahala, Allah tidak sedikitpun membeda-bedakan. Dia berfirman dalam Surat An-Nisaa: 124, “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shalih, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.”

Berbicara tentang kedudukan perempuan, kaum feminis seringkali melayangkan tuduhan bahwa Islam itu memberangus kebebasan perempuan. Kata mereka (feminis –red), menjadi muslimah itu ribet. Harus menutup aurat lah, tidak boleh bersentuhan dengan nonmahram lah. Rugi pula, harus taat pada suami, sembilan bulan membawa perut besar ke mana-mana, belum lagi harus diganduli bayi yang merengek-rengek, dan kerepotan-kerepotan lainnya. Haduuuh.. Sebagai balas jasanya, dalam Islam perempuan boleh diduakan, ditigakan, diempatkan (dipoligami) dan mendapat harta warisan yang lebih sedikit dibandingkan dengan laki-laki. Duhai, pedih nian nasibmu, Marimar!! (ckckck, dasar korban telenovela).

Iya sih, menutup aurat memang ribet. Hamil dan mengasuh anak juga tak kalah ribet. Tapi santaaai, Sobat Fitrah. Mari duduk dengan rileks, sambil ngopi, dan melihat lebih dekat hakikat dari pembagian peran tersebut.

Sobat Fitrah, muslimah shalihah merupakan perhiasan yang lebih indah dan lebih berharga dibandingkan fosil berumur miliaran tahun.. eh, intan berlian maksudnya (analogi fosil tampaknya terlalu macho). Jilbab sejatinya bukan selembar kain yang mengungkung muslimah, melainkan etalase indah dan mewah yang melindungi muslimah agar tidak sembarang tangan dapat memandang dan menjamah. Jilbab adalah identitas kemuliaan muslimah, sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-Ahzab : 59, “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” Dari sisi medis pun, penelitian-penelitian para ahli menunjukkan bahwa muslimah yang berjilbab terlindungi dari ganasnya sinar UV yang dapat menyebabkan kanker kulit. Hemm, pakai jilbab memang ribet sih, tapi kalau nggak pakai jilbab malah lebih ribet lagi ternyata…

Setelah muslimah menikah, katanya sih lebih ribet lagi. Soal keharusan muslimah taat pada suaminya, bagian mana hayo yang tidak adil? Toh, laki-laki wajib pula taat pada ibunya, sedangkan setiap ibu adalah perempuan. Betul apa betul, Sobat Fitrah? Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagiku untuk berlaku baik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah beliau siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah beliau siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah beliau siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” Tuuuh kan Sobat Fitrah, betapa mulianya kedudukan perempuan dalam pandangan Islam.

Terus, terus, perempuan kan harus berpayah-payah mengandung, melahirkan, dan merawat anak. Lah, memangnya rugi, gitu? Tahu nggak Sobat Fitrah, Allah mengganjar aksi heroik para perempuan tersebut dengan imbalan mahal yang membuat laki-laki mana pun iri. Ketika seorang muslimah mengandung, setiap saat ia akan didoakan oleh malaikat dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini. Jika ternyata Sang Ibu ini meninggal saat melahirkan, insya Allah status kematiannya adalah mati syahid!! Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya berarti mati syahid. Sang anak akan menarik-nariknya dengan riang gembira menuju surga” (HR. Ahmad). Nggak perlu capek-capek mengangkat senjata di medan perang, sambil tidur-tiduran di ranjang rumah sakit (atau di rumah dukun beranak) pun tiket syahid bisa dikantongi. Ngiri nggak tuh?

Setelah segala macam pengorbanan perempuan, keutuhan rumah tangga Sang Muslimah (halah, bahasanya) dianggap masih saja terancam oleh isu poligami. Ehm, meskipun ini bahasan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, tidak ada salahnya kita yang muda-muda ini juga tahu lah sikit-sikit. Allah dalam Al-Quran Surat An-Nisaa ayat 3 jelas melegalkan poligami, “… maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat…”. Wah, wah, wah, artinya perempuan bisa dikoleksi dong. Eits, jangan terlalu cepat menyimpulkan, wahai Sobat Fitrah yang baik hati. Yuk baca lanjutan ayatnya, “kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”. Nah kan, poligami pun punya aturan. Bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, dituntunkan kepadanya untuk hanya menikahi satu perempuan. Jadi, mana ada tuh dalam Islam cerita perempuan-perempuan dijadikan koleksi.

Masih berbicara tentang hak muslimah dalam Islam, konon katanya ada syariat Islam yang merugikan perempuan, yaitu pembagian harta warisan. Hemm, merugikan perempuan? Iya gitu? Alkisah, Sang Tuan Tanah yang kaya raya tidak hanya mewariskan tahta dan harta yang melimpah kepada anak-anaknya, tetapi juga tak jarang mewariskan sengketa. Melalui trik-trik yang licik, kongkalikong antara ibu tiri dengan sang pembantu yang berusaha merebut harta warisan anak-anaknya, tidak jarang perseteruan itu menumpahkan darah. Lho lho, kok mirip cerita sinetron apaaa gitu ya. Ini dia nih ayat Al-Quran yang sekilas tampak merugikan perempuan: “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan..” (An-Nisaa : 11).

Ap-paaa? Jatah perempuan CUMA setengah dari jatah laki-laki??? Nggak bisa diterima, secara kebutuhan dan keinginan perempuan banyak gitu lho. Buat make up, baju, sepatu, belum lagi pulsa, gadget, de el el. Iiiihhhh.. mana cukup. Hoho, kalem kalem. Begini lho Sobat Fitrah, harta warisan yang CUMA SETENGAH itu menjadi milik pribadi Sang PEREMPUAN dan TIDAK PERLU diserahkan kepada suaminya. Sementara apabila laki-laki menerima warisan, ia WAJIB juga menafkahkan harta tersebut untuk ISTRI dan ANAK-ANAKNYA. So, good deal kan sebenarnya?

Sobat Fitrah, setelah setumpuk “hadiah” yang dianugerahkan kepada perempuan, Allah Yang Maha Pemurah ternyata maaasih saja memberikan karunianya. CATAT baik-baik di buku harian, tempel di kamar, tulis di desktop komputer, kalau perlu broadcast ke teman-teman: “Apabila seorang perempuan telah mendirikan sholat lima waktu, berpuasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya, dan menaaati suaminya, diucapkan kepadanya: “MASUKLAH KE DALAM SURGA DARI PINTU MANA SAJA YANG KAMU KEHENDAKI” (HR. Ahmad dan Thabrani). Janji yang romantis, bukan?

 

Image

 

*Tulisan ini dimuat dalam Majalah Remaja FITRAH Edisi 2, Juli 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: