Revive Risha


Cerita Para Juara


Selamat pagi, Adek.. bagaimana tidurmu semalam? Sudahkan kau menyelami sensasi kematian, saat dirimu tak berdaya apa-apa terhadap dirimu? Maha Suci Allah, Yang Penggenggam Nyawa, yang membangunkan kita kembali dalam keadaan berislam, masih bisa bicara, masih bisa melihat, masih bisa berjalan ^^

Hey, hey.. Kok selimutnya malah ditarik makin rapat? Anak sholeh, ayo banguuun. Mau Bunda gelitikin? Sini, hihihi…

Oh iya, Bunda ingat. Hari ini di sekolah mau belajar membedah jantung kambing kaaan? Iiiih, pasti seru yaa, kayak dokter-dokteran. Kamu tahu nggak, Sayang, Bunda dulu ngefaaaaans banget sama Ibnu Sinna. Eh, kamu tahu Ibnu Sinna? Bunda belum cerita yaa.. Bunda cerita deeeh.

Zaman dahulu kala di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara, pada tahun 370 Hijriyah lahirlah seorang anak yang diberi nama Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina. Anak tersebut kemudian dikenal dengan nama panggilan Ibnu Sinna. Sejak kecil, Ibnu Sinna sudah dididik ayahnya untuk mencintai ilmu pengetahuan. Bahkan ya, karena pinteeeer banget,  Ibnu Sinna oleh ayahnya diminta untuk tidak melakukan pekerjaan selain belajar, belajar, dan belajar.

Saking jeniusnya, pada usia 18 tahun Ibnu Sinna telah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu, seperti hikmah, mantiq, matematika dengan berbagai cabangnya, dan kedokteran. Bahkan saat Raja Bukhara Nuh bin Mansur sakit, Ibnu Sina yang merawat dan mengobatinya. Sebagai balas jasa, Ibnu Sinna dapat dengan leluasa keluar masuk perpustakaan istana. Udah lah, makin pintar aja jadinya.

Oh iya, Ibnu Sinna itu pintarnya bukan buat sendiri lhoo. Beliau menulis banyak buku. Di antaranya yang sangat terkenal adalah Kitab Al-Syifa’ dan Al-Qanun. Kitab Al-Syifa yang ditulis dalam 18 jilid ini membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam, dan ilmu ilahiyyat. Ilmu mantiq dalam Al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah. Oh ya, ilmu mantiq itu adalah ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir salah.

Lanjut ya ceritanya. Kitab Al-Qanun adalah kitab fenomenal dalam ilmu kedokteran. Tahu nggak, kitab ini selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini membedah kaidah-kaidah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa. Keren kaaan? ^^

Selain jago dalam ilmu kedokteran, Ibnu Sinna yang dikenal oleh kaum barat dengan nama Avicenna ini mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Ibnu Sina juga memberikan hasil penelitiannya dalam hal energi, seperti ruangan hampa, cahaya dan panas. Terus, terus, ternyata Ibnu Sinna juga mempunyai karya tulis tentang asal muasal gunung, judulnya dalam Bahasa Latin; De Conglutineation Lagibum. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa gunung tercipta kemungkinan karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi akibat goncangan gempa yang hebat. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir sehingga memunculkan lembah-lembah dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi.

Kalau sudah cerita tentang ilmuan Muslim, ayah juga punya ilmuan favorit, namanya Al-Battani. Al-Battani yang memiliki nama lengkap Abu Abdallah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan Al-Battani ini lahir di Battan, Harran, Suriah pada sekitar 858 M. Seperti halnya ayah Ibnu Sinna, ayah Al-Battani (Jabir Ibn San’an Al-Battani), juga sangat mendukung ketertarikan anaknya terhadap ilmu pengetahuan, terutama fenomena benda-benda langit. Beliau yang mengajarkan anaknya untuk membuat dan menggunakan sejumlah perangkat alat astronomi.

Hasil penemuan Al-Battani yang tingkat kekerenannya memukau dunia adalah periode revolusi bumi. Al-Battani menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Beliau juga menemukan bahwa garis bujur terjauh matahari mengalami peningkatan sebesar 16,47 derajat sejak perhitungan yang dilakukan oleh Ptolemy. Tentu saja ini merupakan penemuan yang penting mengenai gerak lengkung matahari. Hasil penemuan ini kemudian digunakan oleh Dunthorne untuk menentukan gerak akselerasi bulan. Masih dalam bidang astronomi, Al Battani juga menentukan secara akurat kemiringin ekliptik, panjang musim, dan orbit matahari. Ia bahkan berhasil menemukan orbit bulan dan planet dan menetapkan teori baru untuk menentukan sebuah kondisi kemungkinan terlihatnya bulan baru, terkait pergantian dari sebuah bulan ke bulan lainnya. Penjelasan Bunda rumit ya? ^^ Nah, bukunya tentang astronomi yang paling terkenal adalah Kitab Al Zij. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Plato dari Tivoli dengan judul De Scienta Stellerum u De Numeris Stellerum et Motibus.

Terus terus ya, Al Battani yang dikenal barat dengan nama Albatenius ini ahli matematika juga ternyata. Beliau berkontribusi besar dalam penentuan rumus trigonometri. Sin Cos Tan gitu-gitu. Sudah pernah belajar belum? ^^

Eh, ngomong-ngomong tentang matematika, ilmuan Muslim favorit Kakak namanya Al-Khawarizmi. Nama lengkap beliau adalah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Lalu Barat mengenalnya sebagai Al-Khawarizmi, Al-Cowarizmi, Al-Ahawizmi, Al-Karismi, Al-Goritmi, Al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi. Beliau merupakan ilmuan asal Bukhara yang jago dalam bidang syariat, falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam, dan kimia.

Sumbangsih beliau dalam bidang matematika di antaranya adalah penemuan secan dan tangen. Penemuan ini dituliskan dalam buku yang berjudul Al-Jabr wa’l Muqabalah. Beliau juga yang memperkenalkan ilmu aljabar dan hisab melalui buku Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah. Dalam buku ini beliau mengajukan contoh-contoh persoalan matematika dan menjabarkan pembuktian kebenaran 800 buah masalah yang sebagian besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo Babylian dalam bentuk dugaan. Terus ya, Al-Khawarizmi ini merupakan penemu algoritma. Apa cobaaa algoritma itu? Algoritma adalah prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas.

Oh ya, tahu nggak siapa penemu angka nol? Al-Khawarizmi tentunya. Beliau memperkenalkan angka 0 (nol) yang dalam bahasa Arab disebut sifr. Sebelum angka nol ditemukan, para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan.

Selain sebagai seorang matematikawan, Al-Khawarizmi juga astronom ulung. Saat kepemimpinan Khalifah Ma’mun, tim astronom yang dipimpin Al-Khawarizmi berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Beliau juga tercatat sebagai salah seorang astronom yang ikut membuat peta dunia atas permintaan Khalifah al-Ma’mun, yang kemudian dikenal dengan nama Peta Ptolemy. Selain itu, beliau berhasil menghitung waktu kelahiran Rasulullah Muhammad secara cermat.

Al-Khawarizmi menyusun buku tentang penghitungan waktu berdasarkan bayang-bayang matahari. Buku astronominya yang terkenal adalah Kitab Surah al-Ard (Buku Gambaran Bumi) yang berisi daftar koordinat beberapa kota penting dan ciri-ciri geografisnya. Kitab ini secara tidak langsung mengacu pada buku Geography yang disusun oleh Claudius Ptolomaeus (100–178), seorang ilmuwan Yunani. Beberapa kesalahan dalam buku Geography itersebut dikoreksi dan oleh Al-Khawarizmi dalam bukunya Zij as-Sindhind sebelum ia menyusun Kitab Surah al-Ard.

 

***

 

Naaah, begitu ceritanya. Lho, lho, lho, Adek malah tidur lagi -_-”

Iiih, Bunda lupa ya, sekarang kan hari Minggu. Adek mau bobo lagi ah. Zzzzz…

Hah? Haha, iya Bunda lupa. Eh, tapi kan shalat subuh nggak ada liburnya buat Adek. Tuh, udah adzan. Shalat yuk ^^

 

Referensi:

http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-ibnu-sina.html

http://as-shababmuslimin.blogspot.com/2011/05/biografi-al-battani-sang-penemu-hitung.html#ixzz21x7biEYP

http://azzein.wordpress.com/2011/10/19/biografi-al-khawarizm-algorizm-penemu-bilangan-nol/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: