Revive Risha


Beginikah Seharusnya Menghidupkan Hidup?

Posted in Cermin Diri by rishapratiwi on September 12, 2012
Tags: ,

Tadi malam saya tidur larut sekali, lewat pukul 01.30 WIB. Bagi yang sudah terbiasa begadang, tidur jam segitu masih tergolong culun punya. Dengan dalil detoksifikasi pada hati, jadwal tidur saya memang sekitar pukul 21-an.

Sejujurnya tadi malam saya sudah mengantuk. Tetapi ada satu kelinci kecil yang sedang bermain-main di kepala saya -meminjam istilah KH Rahmat Abdullah- yang mencerabut rasa kantuk dari pelupuk mata. Kelinci itu bernama “jadwal sidang”. Berdasarkan gossip yang beredar di antara para pejuang Oktopus (Oktober sampai lulus), jadwal sidang saya Rabu  pukul 08.00-10.00 WIB. Lagipula saya merasa tidak layak bersantai kayak di pantai di tengah kepanikan rekan-rekan sejawat. Setidaknya, saya harus berempati dengan menunjukkan “gue juga belajar sampai mata panda kok”. Dan malam itu -malam di saat saya memutuskan untuk tidak tidur cepat- adalah Selasa malam Rabu. Uwoow, artinya besok saya sidang??

Tidak, tidak boleh menyimpulkan terlalu cepat. Saya perlu menebalkan frasa ini; “berdasarkan gossip”. Artinya, saya yang akan menjadi pemeran utama bahkan tidak tahu kepastian jadwal sidang ini. Dosen pembimbing? Beliau tidak lebih tahu dari saya -,-“ Sayangnya, ketidakpastian jadwal tersebut tidak bisa juga disebut pengunduran jadwal. Berdasarkan fakta empiris yang terjadi hari Senin siang kemarin. Seorang teman –pejuang Oktopus juga- tiba-tiba mendapatkan informasi bahwa jadwal sidangnya adalah Selasa pagi. SELASA, Saudara-Saudara!!

Panggilan sidang sudah seperti singa yang mengincar buruannya. Ia bisa datang dari arah mana saja; timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut, utara, timur laut. Ia bisa datang kapan saja; nanti sore, besok pagi, besok siang, besok sore, lusa, tiga hari lagi, minggu depan. Baik disangka-sangka maupun tidak disangka-sangka. Baik diharapkan maupun didoakan untuk dijauhkan.

Bisa jadi mungkin kemarin saat matahari senja memancarkan sinarnya yang kemayu, saat bapak dan ibu burung dalam perjalanan pulang ke sarang–saat saya memutuskan untuk berhenti memelototi papan informasi program studi- Bapak Tata Usaha telah menempel jadwal sidang terbaru. Yang mana dalam selembar kertas keramat tersebut, nama saya bersanding dengan tulisan RABU, 12 September 2012, pukul 08.00-10.00. Ah, tentu saja itu akan menjadi kejutan yang paling tidak manis seumur hidup.

Akhirnya demi ikhtiar untuk masa depan yang lebih baik, saya memutuskan untuk belajar semalaman. Meramalkan pertanyaan yang kira-kira bakal diujikan. Dan bertekad untuk datang pagi-pagi sekali ke kampus; mengklarifikasi jadwal sidang kepada Bapak TU.

***

Saya bangun dengan hati masygul. Tadinya mau pakai blazer ke kampus, tapi berasa lebay. Siapa tahu jadwal sidangnya diundur.Dan ternyata benar.. Bapak TU yang sabar dan baik hati itu belum dapat memastikan jadwal sidang saya.

Fiuhh..

Alhamdulillah, setidaknya saya masih punya waktu untuk menyiapkan blazer yang layak, menyebar sms minta dukungan, menggalau lebih lama, dan belajar lebih dalam. Meskipun sebenarnya.. kalaupun jadi sidang pagi ini, ya udah lah yaa. Semoga jam 10-an nanti saya sempat berkirim kabar ke orang-orang terdekat: “Alhamdulillah, Risha Amilia Pratiwi, S.Si dengan  indeks nilai A. Jazakumullah atas do’a dan dukungan teman-teman ^^

Ngomong-ngomong tentang ketidakpastian, seringkali saya lupa bahwa ada satu perkara yang tidak pastinya waktu kedatangannya tetapi pasti datangnya; kematian bagi setiap makhluk yang bernyawa.

Semalaman saya rela belajar karena bersugesti bahwa besok akan sidang. Untuk sidang lho, untuk sidang yang belum pasti akan terjadi. Yah, siapa tahu maut menjemput sebelum kesempatan menuntaskan kewajiban akademik di kampus ini datang.

Lalu, kenapa tidak saya bersugesti bahwa besok pagi saya akan mati? Agar pagi ini, siang ini, sore ini, malam ini, dini hari nanti, subuh esok, selagi saya dipinjami waktu, saya mati-matian “baca buku panduan”, “latihan presentasi”, agar saya bisa menjawab dengan lancar di sidang akhirat nanti.

sumber gambar: syaif-blog.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: