Revive Risha


Prahara Rumah Tangga Muhammad

Posted in Seseorang by rishapratiwi on September 15, 2012
Tags: , , , , , , , ,

Selamat petang, Pemirsa!

Anda berjumpa lagi dengan saya, Nona Madina. Selama tiga puluh menit ke depan, kami akan menghadirkan gosip-gosip terpanas seputar public figure papan atas.

KERIS*, menikam diam-diam dengan elegan.

Karena kami SATU-SATUNYA infotainment BERKELAS!

sumber gambar: budireve.deviantart.com

*******

.

Pemirsa, siapa yang tidak mengenal Muhammad? Di tengah melambung namanya di kancah perpolitikan internasional, Sang Pemimpin Besar dari Jazirah Arab ini tak dinyana harus menghadapi pukulan gosip yang berhembus dari istrinya sendiri. Sang istri tercinta, Aisyah, dikabarkan telah menjalin hubungan dekat dengan pria lain. Pria yang tidak lain tidak bukan adalah sahabat Muhammad sendiri. Konon katanya, Aisyah dan lelaki tersebut terlibat dalam perjalanan berdua di tengah gurun pasir yang sunyi… Berduaan saja, Pemirsa!!

Benarkah Aisyah TEGA mengkhianati cinta suaminya tersebut?

Ketika KERIS mengkonfirmasi isu panas tersebut kepada Aisyah, beliau menampik dengan keras.

Menurut penuturannya, gosip dirinya berhembus saat pasukan Muhammad dalam perjalanan pulang dari perang dengan Bani Al-Musthaliq. Seperti kebiasaan yang berlaku pada zaman itu, para wanita yang berada dalam perjalanan dinaikkan di atas sebuah tandu yang berkelambu, di atas unta. Demikian pula dengan Aisyah. Akan tetapi, saat malam hari tiba, dirinya merasakan keinginan untuk buang air. Saat pasukan berhenti untuk beristirahat, Aisyah menyelinap keluar dari tandunya untuk menunaikan hajat.

Sekembalinya dari tempat buang air, betapa risaunya Aisyah ketika menyadari bahwa kalung kesayangan yang dipakainya hilang. Ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat buang air untuk mencari kalung tersebut. Setelah benda itu ditemukan, Aisyah bermaksud kembali ke tandunya. Namun alangkah terkejutnya ia, ternyata pasukan telah berangkat.

Menyadari bahwa dirinya tertinggal dan tidak mungkin dapat mengejar karena kondisi gurun pasir yang gelap gulita, Aisyah memutuskan untuk menunggu di tempat semula sembari berharap orang yang menghela untanya tersadar akan ketiadaan dirinya dan segera kembali ke tempat ini.

Berdasarkan kebiasaan, dalam suatu rombongan perjalanan, mesti ada seseorang di antara mereka yang berjalan paling belakang. Tugasnya adalah untuk mengamati jika ada barang-barang rombongan yang jatuh atau tertinggal dalam perjalanan. Ialah Shofwan, pemuda yang mengemban tugas mulia tersebut. Begitu mendapati Aisyah tertinggal dari rombongan dan tertidur dengan pulas, Shofwan terkejut bukan main. Dengan memberanikan diri, pemuda tampan muda belia ini pun mendekati Sang Ibu Negara yang jelita di usianya yang semakin mekar itu. Ia pun mempersilakan Aisyah naik ke atas untanya, sementara ia sendiri berjalan sambil menuntun unta tersebut. Singkat cerita, sampailah Aisyah dan Shofwan di tempat pasukan Muhammad beristirahat.

*****

.

Pemirsa, hasil investigasi yang KERIS lakukan terhadap Abdullah bin Ubay, ia melihat dengan MATA KEPALANYA sendiri kedatangan Aisyah dan Shofwan yang HANYA BERDUA. Dan satu hal yang patut menjadi sorotan adalah: MEREKA BERDUA BUKAN MAHRAM. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Muhammad.

Bagaimanakah respon Muhammad terhadap isu yang mencoreng nama baik istri dan sahabatnya tersebut??

Jangan ke mana-mana, Pemirsa! Tetap bersama KERIS, SATU-SATUNYA infotainment BERKELAS!

*****

.

Rumah tangga Muhammad yang biasanya seharmonis taman surga kini dilanda prahara. Kemesraan yang terjalin di antara Muhammad dengan Sang Istri Jelita nan Manja, Aisyah, berganti menjadi kekakuan yang membekukan cinta kasih mereka. Aisyah sakit dan memutuskan untuk pindah sementara waktu ke rumah orangtuanya. Tidak diduga, Sang Suami tercinta malah mengizinkan Aisyah pergi. Ckckckck, sungguh suatu keputusan yang BENAR-BENAR menyayat hati. Aisyah pergi dengan luka hati; apakah benar cinta Muhammad telah meluntur??

*****

.

Hal yang menarik pemirsa, saat KERIS pertama kali mengonfirmasi gosip yang beredar langsung kepada Aisyah, ia sama sekali tidak mengetahui duduk perkara yang tengah menjadi kabut hitam yang memburamkan cintanya dengan Muhammad. Akhirnya berita yang sedang menyebar santer di masyarakat Madinah itu pun sampai di telinganya. Dengan tangis berderai, ia mengadukan segala gundah hatinya kepada sang ibu.

Di pihak lain, kenyataan yang menjauhkan jarak Muhammad dengan Aisyah membuat Muhammad jatuh sedih selama berhari-hari. Kesaksian para pembantunya akan kemuliaan akhlak seorang Aisyah tidak mampu membelai hatinya yang risau. Ia pun memutuskan untuk meminta penjelasan langsung dari sang istri.

Aisyah, tetap menampik dengan keras begitu Muhammad tanyai. Ia menyatakan dengan tegas untuk tidak bertaubat kepada Allah atas semua perbuatan nista yang dituduhkan kepadanya. Sebaliknya, ia memohon kepada Allah untuk menunjukkan kebenaran.

Allah Yang Maha Mendengar, dari atas Arasy-Nya yang mulia, menjawab do’a Aisyah.

”Mereka yang datang membawa berita bohong itu sebenarnya  dari golonganmu  juga.  Jangan  kamu mengira ini suatu bencana buat kamu, tetapi sebaliknya, suatu kebaikan juga buat kamu. Setiap orang  dari  mereka itu akan mendapat ganjaran hukum atas dosa yang mereka perbuat. Dan  orang  yang  mengetuai  penyiarannya di antara  mereka  itu  akan mendapat siksa yang berat.

Mengapa orang-orang  beriman  – laki-laki  dan  perempuan –   ketika mendengar  berita itu, tidak berprasangka baik terhadap sesama mereka sendiri, dan mengatakan: ini adalah suatu berita bohong yang  nyata sekali?

Mengapa dalam hal ini mereka tidak membawa empat orang saksi. Kalau mereka tak dapat membawa  saksi-saksi itu, maka mereka itu di sisi Allah adalah orang-orang pendusta.

Dan sekiranya bukan karena kemurahan Tuhan dan kasih-sayang-Nya juga kepadamu –di dunia dan di akhirat– niscaya siksa  Allah yang  besar akan menimpa kamu, karena fitnah yang kamu lakukan itu.

Tatkala kamu menerima berita itu dari mulut ke mulut, dan kamu  katakan  pula  dengan  mulut kamu sendiri apa yang tidak kamu ketahui dengan pasti,  dan  kamu  mengiranya  hanya  soal kecil  saja,  padahal pada Allah itu adalah perkara besar.

Dan tatkala kamu mendengarnya, mengapa tidak  kamu  katakan  saja: tidak  sepatutnya  kami  membicarakan  masalah  ini. Maha Suci Tuhan. Ini adalah kebohongan besar.

Allah memperingatkan kamu, jangan  sekali-kali  hal  serupa  itu  akan terulang jika kamu memang   orang-orang   yang   beriman.   

Allah    menjelaskan keterangan-keterangan   itu   kepada   kamu.  Dan  Allah  Maha Mengetahui,  Maha  Bijaksana.  

 Mereka   yang   suka   melihat tersebarnya  perbuatan  keji  di kalangan orang-orang beriman, akan mengalami siksaan pedih di  dunia  dan  di  akhirat.  Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(Qur’an, 24 : 11-19)

*****

.

Demikian Pemirsa, Aisyah pun kembali ke pangkuan Muhammad dengan suka cita. Dan mereka hidup bahagia bersama.

*****

.

Pemirsa, Nona Madina undur diri dari hadapan Anda.

Hati-hati dengan mulut Anda.

Salah bicara, KERIS tikam diam-diam dengan elegan!

Karena kami SATU-SATUNYA infotainment BERKELAS!

Salam Cinta.

*KERIS (KEhidupan Rasulullah dan IStri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: