Revive Risha


Asisten Upik Abu


Tanggal 2 April 2011. Saya baru tahu ternyata mie instan menempati kasta paling hina dalam menu makanan kuliah lapangan di Biologi ITB. Memang kalau diperhatikan dan dirasakan, selama mengikuti kuliah lapangan, para peserta selalu disuplai dengan makanan-makanan yang enak, sehat, dan banyak. Dalam setiap kesempatan makan selalu tersedia menu sayuran dan buah-buahan. Mungkin itu masih biasa. Tetapi apa pernah Anda membayangkan; makan nasi tumpeng saat kuliah lapangan?

Saat ada temanmu yang berulang tahun hari itu, wajar kalau kamu menyiapkan kejutan untuknya. Bisa berupa kue, ucapan, atau hadiah lainnya. Jika kejutan itu adalah sepiramida nasi tumpeng, bagaimana rasanya? Menyenangkan, bukan? Jika kejutan nasi tumpeng itu diberikan saat kamu sedang di tengah rimba raya Papandayan, berpuluh kilometer dari peradaban desa, lantas apa rasanya?

Mungkin kamu akan menangis terharu, atau tertawa-tawa, atau berjingkrak-jingkrak, atau diam saja salah tingkah, atau pingsan sambil berdiri. Kejutan yang terlalu keluar dari kebiasaan!

Para asisten jagoan kami, yang menamakan diri mereka “Asisten Upik Abu”, diam-diam pagi buta sudah sibuk di tenda dapur. Saat jam sarapan tiba, trererereng…!!!! Sepiring nasi tumpeng berbentuk piramida dipersembahkan sebagai hadiah ulang tahun untuk salah seorang teman kami. Tidak habis pikir, kok bisa masak sedemikian hebohnya dengan peralatan memasak yang serba terbatas? Ah memang level mereka sudah juara lapangan, entah dengan sim salabim atau bagaimana, yang jelas nasi tumpeng itu sudah terhidang di depan mata, menunggu disantap.

Selamat milad ya, Caaa ^^

Keterangan : Melissa Harnas (Biologi 2008) sedang menerima ucapan selamat dari Bu Endah (Dosen Ekologi Bentang Alam SITH ITB)

.
Ini dia para tersangka di belakang layar yang sudah memanipulasi menu sarapan pagi itu

Teh Pupi “Puspitaningasih”, peraih beasiswa Erasmus Mundus, S3 ke Belgia gitu ya kalau nggak salah?

.

dan

Teh Nuri “Nuri Nurlaila Setiawan”, peraih beasiswa S3 Erasmus Mundus di Ghent University, Belgia

.

Kami kenyang, kami senang. Four thumbs up lah buat kakak-kakak. Pagi itu hangat bukan hanya karena nasi tumpengnya ^^

2 Responses to 'Asisten Upik Abu'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Asisten Upik Abu'.

  1. Bu Endah SITH said,

    Tks tulisannya. Tampaknya skill memasak di lapangan berkorelasi dengan peluang menerima beasiswa S3 di luar negeri ya🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: