Revive Risha


Mencari Celah Hatimuuu

Posted in Catatan Harian by rishapratiwi on September 26, 2012
Tags: , , ,

Mencoba ‘tuk pahami
Mencari celah hatimu
Bila harus menangis, aku kan menangis
Namun air mata ini telah habis

 

Ada yang kurang wajar dengan lagu D’Masiv yang dinyanyikan mas-mas pengamen itu. Kemampuan organ pendengar saya yang meningkat atau memang volume suara mas-mas itu yang terlalu ngotot ya? Setelah putus asa mencari tombol mute yang tidak diketemukan, akhirnya saya coba berlapang dada menyilakan mas-mas itu menuntaskan performanya.

Lama-lama mas pengamennya semakin aneh. Sambil nyanyi dan nggenjreng gitar, dia melirik-lirik ke teman yang duduk di samping saya, sebut saja namanya “Kembang”. Ada apa ini, ada apa ini? Apakah Kembang terlibat affair dengan mas-mas itu???

Gayung tampaknya tidak bersambut, Kembang asyik menelepon ibunya tanpa mengindahkan si mas-mas sama sekali. Suaranya bersahut-sahutan dengan nyanyian si mas-mas, menciptakan kolaborasi yang sama sekali tidak harmonis. Cukup dua orang saja ternyata sukses untuk menghadirkan suasana hiruk-pikuk pasar malam di angkot sini.

 

Segalanya telah kuberikan
Tapi kau tak pernah ada perhatian
Mungkin kita harus jalani
Cinta memang cukup sampai di sini

 

Semakin kencang nyanyian si mas-mas, semakin kencang pula suara obrolan Kembang dengan ibunya via telepon. Ditimpali dengan volume genjrengan gitar si mas-mas yang makin keras, semakin meriah lah suasana siang yang gerah itu. Akhirnya saya paham, arti tatapan yang makin intensif itu, arti incresing melody itu.. rupanya eksistensi Kembang di angkot tersebut disadari mas-mas pengamen sebagai saingan.

 

Mencoba tuk rasuki
Menyentuh palung jiwamu
Bila harus mengiba, aku kan mengiba
Namun rasa ini telah sampai di ujung lelahku

 

Sayangnya Kembang sama sekali tidak merasa iba. Kompetisi antara Kembang dengan mas-mas pengamen itu semakin sengit. Kami penumpang tidak bersalah ini, yang sedari tadi duduk diam dan mendengarkan, yang menjadi korban. Segeralah kalian tentukan seorang pemenang! Dan kumohon biarkan kami menikmati hidup yang tenang dan syahdu seperti sedia kala.

 

Segalanya telah kuberikan
Tapi kau tak pernah ada perhatian
Mungkin kita harus jalani
Cinta memang cukup sampai di sini

 

Lampu hijau jualah yang pada akhirnya menghentikan kompetisi antara Kembang dan mas-mas pengamen. Sayang sekali, dengan performa yang sudah pol-polan, atensi para penumpang terhadap mas-mas pengamen kurang baik. Entah karena para penumpang sedang menerapkan pola hidup hemat atau kadung muak dengan nyanyian mas-mas itu yang memekakkan telinga. Mas-mas itu pun undur diri dengan patah hati.

 

Begitulah mas, hidup ini penuh kompetisi :p

Sumber gambar: http://blog.badgeville.com/2011/12/16/framing-gamification-choice-and-competition/

4 Responses to 'Mencari Celah Hatimuuu'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Mencari Celah Hatimuuu'.


  1. kok sepertinya lucu ya? :))

    • rishapratiwi said,

      apalagi kalau kenal sama tokoh-tokohnya😀

      • abdurrisyad fikri said,

        sepertinya kenal, saya udah konfirmasi langsung ke tokohnya😀

      • rishapratiwi said,

        Selamat, Anda tepat!😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: