Revive Risha


Terima Kasih Sudah Menunggu

Posted in Cermin Diri by rishapratiwi on September 26, 2012
Tags: , ,

“Terima kasih sudah menunggu :)”

Demikian yang diucapkan oleh Mbak customer service sebuah bank di kawasan kampus. Padahal Mbak tersebut hanya pergi sekitar 5 menit untuk memfotokopi dokumen persyaratan pembayaran wisuda saya. Mungkin keramah-tamahan tersebut memang prosedur standar yang harus dilaksanakan para karyawan di sana. Tetapi akibat perlakuan tersebut, saya -yang baru kemarin banget mengalami euforia lulus sidang sarjana dengan nilai A #sombong tetapi kini mendapati kenyataan masam bahwa perjuangan mengejar toga belum berakhir- menjadi agak tersipu haru mendapat apresiasi demikian.

Selama ini, sejauh penantian saya terhadap orang-orang yang suka telat kalau janjian -termasuk di antaranya ya saya kepada orang lain juga sih, ya ma’ap- biasanya yang terlontar cuma permohonan maaf atas keterlambatan. Dengan ucapan terima kasih yang membuat terenyuh begitu, terasa sekali bahwa mereka yang mengatakannya merupakan orang yang menghargai setiap menit waktu yang saya relakan.

Kalau duluuu, telat datang ke suatu agenda itu rasanya seperti sudah mencuri waktu orang lain. Sekarang? Hemm, bahkan sebelum datang ke suatu pertemuan saya pastikan dulu bahwa saya bukan orang pertama yang datang -___-“. Habisnya pertemuan tersebut juga baru dimulai paling cepat setelah lewat 1/2 atau 1 jam dari kesepakatan. Yah, khusus untuk kasus ini saya sendiri masih belum bisa mengambil sikap. Apakah saya menjadi orang yang datang on time dengan konsekuensi harus merelakan diri menjadi patung yang tercenung seperti tertenung di depan saung #apa sih atau melambat-lambatkan diri sehingga bisa datang tepat waktu orang-orang sudah ramai berkumpul? Pengennya memilih opsi pertama, tetapi karena ada pengalaman yang lumayan traumatis, akhirnya lagi-lagi pilihan jatuh ke nomor dua #ah-alasan.

Kalau saya harus membayar waktu orang-orang yang menjadi tidak produktif akibat keterlambatan saya, bayarnya pakai apa ya? Bisa-bisa saya berutang seumur hidup nih. Mau bayar pakai cinta? Sayangnya cinta menjadi mata uang yang tidak berlaku di sini. Kalau bayar pakai ucapan terima kasih plus muka bersalah, laku nggak yaaa?

Sumber gambar : http://lilredrocketbuttons.blogspot.com/2011/07/thanks-for-your-patience.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: