Revive Risha


Dari Situ Saya Mengenal Kalian


Dari situ saya mengenal Novri (yang sesungguhnya), pimpinan proyek sanlat yang setengah nekat mengiyakan permintaan pihak Yayasan Pupuk Kujang Cikampek untuk menggelar kegiatan selama 5 hari, terintegrasi dari level TK sampai SMP. Padahal penawaran semula sanlat ini hanya untuk SMP, 3 hari saja. Dengan waktu persiapan yang lumayan sempit, keputusan itu masuk kategori uwow banget lah. Kabarnya beliau sampai mengundur jadwal pulang ke kampungnya di Bengkulu nun jauh di mato sono. Selama pelaksanaan kegiatan, beliau terkenal dengan topi merah dan tas ransel hitamnya yang fenomenal. Konon katanya, di dalam tas ransel tersebut berisi uang tunai puluhan juta rupiah. Makanya ke mana-mana selalu dibawa. Adapun topi merah, untuk melindungi dari panas kalau inspeksi ke lokasi TK, SD, dan SMP. Maklum, Cikampek teriknya bukan main.

Kami tim inti; saya, Novri, Dini, dan Amal, menjelang hari-H hampir setiap hari berkoordinasi. Kompak sekali, sampai rasanya dunia saya isinya hanya ketiga orang itu lagi itu lagi. Amal menempati peran sebagai koordinator TK dan SD kelas 1-2 sekaligus yang bersemangat belanja pernak-pernik hadiah. Dini, manajer SDM, yang dengan muka tembok berhasil menghadapi saya yang merengek-rengek minta dicarikan koordinator SD. Kami berempat sebetulnya sudah sering meng-handle event bareng-bareng, jadi ritme kerjanya sudah cukup seiring seirama #tsaah.

Dari situ saya mengenal Garin, koordinator lapangan untuk SD kelas 3-6. Ia datang di saat kepala saya mau pecah karena mengonsep acara SD dan SMP, menyusun modul, sekaligus terancam menjadi koordinator lapangan di kedua level sekolah tersebut. Ia, dengan heroiknya menganggukkan kepala saat ditawari jadi koordinator lapangan untuk SD kelas 3-6. Rupanya mengajak orang ini sama artinya dengan menghemat SDM. Mahasiswa multitalenta ini bisa jadi sopir, bisa jadi MC, bisa jadi komedian, bisa jadi pesulap, bisa jadi pengasuh anak, bisa jadi koorlap, dan saya curiga beliau juga bisa masak dan dandan. Orang ini pandai menempatkan diri rupanya. Suatu hari beliau memakai kemeja krem, celana bahan, dan ID card. Persis sekali seperti karyawan Pupuk Kujang!

Dari situ saya mengenal Ginanjar, Alief, Ridwan, Arief, Wahyu, Eka, Agung, Ikhlas, Yunie, Aji, Fatah, dan Mbak Nurul, sebagai mentor-mentor SMP yang berdedikasi. Beberapa ada yang baru saya kenal H-1. Belum sempat di-briefing tapi alhamdulillah bisa langsung bertugas dengan baik.

Dari situ saya mengenal Amien dan Eric. Keduanya prajurit dokumentasi yang terlatih dalam gerilya, memburu momen-momen unik di tiga lokasi; TK, SD, dan SMP. Mereka pula yang rela begadang di malam terakhir demi menyelesaikan video dokumentasi yang ditonton di hari terakhir.

Dari situ saya mengenal Pupuk Kujang Cikampek. Yang pada hari-hari setelahnya menjadi tempat mainnya saya setelah salman.

 

Pesantren Sains Ramadhan Pupuk Kujang Cikampek, 6-11 Agustus 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: