Revive Risha


Aher dan Jokowi Gubernur yang Ganteng

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Ada yang bilang Aher merupakan Gubernur Sejuta Baliho. Konon katanya, di setiap perempatan jalan ada baliho atau spanduk tentang Aher. Entah benar atau salah jumlahnya sampai satu juta, tetapi kalau saya sebagai masyarakat Jawa Barat mengamati, spanduk atau baliho Aher memang bertebaran di mana-mana. Tidak hanya saat menjelang Pilgub 2013, tetapi juga dari semenjak masa pemerintahannya di tahun 2008-2013.

Untung saja Aher GANTENG. Coba kalau tidak ganteng, sudah we lah lautan spanduk hanya akan menjadi pengganggu pemandangan kota. Istilah urang Sunda mah, sareukseuk. Ngomong-ngomong soal ganteng, Gubernur DKI Jakarta Jokowi juga tidak kalah ganteng. Tapi, gantengnya Aher dan Jokowi tidak sama dengan gantengnya Arnold Schwarzenegger, gubernur ganteng di California sana. GANTENG versi Aher dan Jokowi merupakan singkatan, yaitu Gerak cepat, Atensi, No Korupsi, Terbaik, Empati, Nakhoda, Gentle.

 

1. Gerak cepat

Menjelang akhir tahun 2012 sampai awal 2013, musibah banjir melanda berbagai daerah di Jakarta dan Jawa Barat. Untung saja Jakarta dan Jawa Barat memiliki gubernur-gubernur yang gesit dalam menanggulangi musibah tersebut. Keduanya tidak risih untuk turun langsung ke lapangan memantau keadaan dan mencari solusi. Memang banyak pihak yang menilai aksi tersebut semata-mata pencitraan, apalagi terhadap Aher yang mencalonkan diri kembali dalam Pilgub periode selanjutnya.

Mungkin masyarakat sudah sangat kangen dengan pemimpin yang benar-benar tulus dalam melayani, sehingga ada kekhawatiran begitu ada pemimpin yang tampil terdepan itu hanyalah pencitraan. Masyarakat takut kecewa, seperti pengalaman yang sudah-sudah. Untuk membedakan pencitraan atau bukan, lihat saja track record dan konsistensinya. Aher sebelum menjadi gubernur Jawa Barat sudah banyak terlibat dalam penanganan bencana, misalnya saat tsunami Aceh. Maka untuk masyarakatnya sendiri, Jawa Barat, wajar jika Aher menggelontorkan dana bantuan sampai mencapai Rp.75 miliar. Jokowi juga semasa masih menjabat sebagai Walikota Solo seringkali turun langsung meninjau kondisi masyarakat saat banjir Sungai Bengawan Solo. Tidak hanya, Jokowi dan Aher juga merupakan para pemimpin yang konkret. Langkah-langkah konkret Jokowi dapat dibaca di sini

 

 

2. Atensi

Aher dan Jokowi merupakan pemimpin-pemimpin yang memberikan atensi tinggi terhadap masyarakatnya. Keduanya tidak suka duduk diam di singgasana gedung pemerintahan sambil menunggu laporan dari anak buahnya. Jokowi gemar blusukan ke berbagai daerah di Jakarta. Bahkan tidak segan-segan mengotori pakaiannya dengan turun langsung ke dalam sebuah gorong-gorong air. Aher sejak awal menjabat sebagai gubernur di tahun 2008 seringkali menghabiskan waktunya untuk saba lembur, yaitu kunjungan ke pelosok-pelosok Jawa Barat. Bahkan beliau pernah berseloroh, “tiga perempat shalat saya kini di-jama’-qashar”.

 

3. No korupsi

Memang Jokowi pernah dilaporkan oleh Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukakan tindak pidana korupsi terkait dengan pengelolaan dana Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) 2010 semasa menjabat Walikota Solo. Akan tetapi, laporan tersebut akhirnya ditolak oleh KPK. Jokowi juga merupakan Gubernur yang berkomitmen untuk memberantas korupsi di Jakarta mulai dari hal yang kecil, seperti meniadakan pungutan liar dalam pembuatan KTP.

Tuduhan korupsi juga pernah menerpa Aher. Baik tuduhan terkait pembagian kartu lebaran maupun tuduhan yang dilayangkan Yusuf Supendi terkait dana bantuan sosial Rp.839 miliar di Pemprov pada tahun anggaran 2010. Yang jelas tuduhan tersebut tidak terbukti. Laporan keuangan Jabar tahun 2011 lalu mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Meskipun predikat WTP tersebut belum tentu mencerminkan bahwa instansi yang diperiksa bebas korupsi. WTP artinya memenuhi kewajaran dalam suatu laporan keuangan, sesuai dengan target program dan kriteria yang ditentukan bersama. Kriterianya antara lain memenuhi standar akuntansi pemerintah, tidak menyesatkan, tidak ada yang disembunyikan, dan angka yang disajikan wajar dan mengacu pada standar yang dipakai juga oleh negara lain. Aher juga merupakan gubernur yang dengan tegas menyatakan bahwa Pemerintah Jawa Barat siap menjadi teladan berantas korupsi.

 

 

4. Terbaik

Jokowi terpilih sebagai walikota terbaik ketiga sedunia dalam World Major Project 2012. Walikota terbaik di posisi pertama dan kedua berturut-turut adalah Inaki Azkuna, Walikota Bilbao Spanyol dan Lisa Scaffidi, Walikota Perth. Panel Juri World Major Project 2012 memilih Jokowi karena keberhasilannya mengubah Kota Solo dari kota yang banyak tindakan kriminal menjadi kota pusat seni dan budaya yang menarik banyak kunjungan wisatawan internasional. Selain itu juga kampanye antikorupsi Jokowi membuatnya dikenal sebagai politisi jujur di Indonesia.

 

Ahmad Heryawan dinobatkan sebagai Tokoh Perubahan 2011 oleh Republika, bersama dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Pimpinan Pondok Pesantren Gontor Abdullah Syukri Zarkasyi, Walikota Sawahlunto Amran Nur, dan pengusaha muda Heppy Trenggono. Penganugerahan atas capaian prestasi gemilang seperti itu merupakan wujud pengakuan publik yang harus diapresiasi. Bidang pembangunan yang menjadi prioritasnya seperti yang disampaikannya saat kampanye lalu, yaitu pendidikan murah, sejuta lapangan kerja, kesehatan masyarakat, perbaikan ekonomi masyarakat, hingga membenahi infrastruktur di seluruh wilayah Jawa Barat mulai diwujudkan. Selain penghargaan sebagai Tokoh Perubahan versi Republika, Aher juga menyabet 92 penghargaan dalam berbagai bidang.

 

5. Empati

Aher dan Jokowi merupakan dua orang pemimpin yang berasal dari kalangan keluarga sederhana. Aher berasal dari daerah di daerah pinggiran Jawa Barat. Kekurangan materi tidak menyurutkan semangatnya untuk sekolah. Dari SD sampai SMP ia selalu menjajakan gorengan buatan tetangganya untuk membiayai sekolah. Selepas lulus SMA, ia mendaftar di Kedokteran UI dan lulus. Tetapi karena tidak ada biaya, ia tidak jadi kuliah di sana. Ia juga mendaftar di Teknologi Pangan IPB dan lulus. Lagi-lagi masalah biaya membuatnya harus mengurungkan niat untuk kuliah. Sampai akhirnya ia mendapatkan beasiswa kuliah dari Kedutaan Besar Saudi. Selama kuliah, ia yang tak malu untuk tetap berjualan gorengan senantiasa menorehkan prestasi.

Jokowi yang berpenampilan “ndeso” juga bukan terlahir dari keluarga pejabat. Ia “hanya” anak seorang tukang kayu yang tinggal di bantaran sungai. Dengan memiliki latar belakang dari rakyat biasa, Aher dan Jokowi mampu menjadi pemimpin yang merakyat. Mereka menjadi peka terhadap urusan rakyat kecil karena dulu di masa kecilnya mereka pernah menjadi bagian dari rakyat kecil tersebut.

 

6. Nakhoda

Jika diibaratkan sebagai nakhoda kapal, Aher dan Jokowi merupakan pemimpin yang patut diandalkan. Berdasarkan data dari website resmi Pemerintah Jawa Barat, IPM Jawa Barat pada tahun 2011 telah mencapai 72,82. Menurut UNDP, nilai ini sudah termasuk ke dalam kategori upper medium human development index. Dari aspek pendidikan, angka rata-rata lama sekolah mencapai 8,2 tahun dan angka melek huruf mencapai 96,48%. Dari aspek kesehatan, angka harapan hidup masyarakat telah mencapai 68,40 tahun. Adapun indeks daya beli masyarakat mencapai Rp.635.645,00.

Sebagai gubernur yang belum genap 100 hari menjabat, Jokowi sedang giat-giatnya membangun Jakarta. Terutama program yang terkait dengan permasalahan kemacetan dan transportasi seperti megaproyek monorel dan MRT dan penataan perkampungan kumuh.

 

7. Gentle

Hal yang paling menyenangkan dari sosok Aher adalah romantika kehidupan keluarganya. Cerita-cerita mengenai sikap teladan Aher sebagai seorang ayah dan suami sering terdengar dari mulut istrinya sendiri, Netty Heryawan. Seperti cuplikan kisah berikut ini:

 

Suami saya berprinsip bahwa menikah bukan untuk membuat istri sengsara, sedih, tertekan, dan sebagainya. Justru berniat ingin membahagiakan. Akhirnya, pola relasi yang dibangun adalah kemitraan atau ta’awun (prinsip saling tolong-menolong) sebagaimana yang disebut di dalam Al-Quran. Oleh karena itu, kelancaran komunikasi selalu dibangun. Tidak boleh ada hambatan berkomunikasi antara suami-istri. Ehem, makanya tidak pernah berlalu satu haripun, kecuali ungkapan “I love you” dari mulut masing-masing baik dari saya maupun suami.

Ada fleksibilitas dalam membagi peran di rumah. Tatkala tidak ada yang membantu saya mengerjakan pekerjaan RT, suami turun tangan. Setiap pulang beraktivitas/mengajar malam hari, suami mencucikan pakaian kami sekeluarga. Esok hari, saya tinggal menjemurnya. Ketika saya sakit atau sibuk menyiapkan keperluan anak-anak bersekolah, suami langsung mengantri bersama ibu-ibu di tukang sayur untuk berbelanja. Suami juga terbiasa memandikan dan menyuapi anak-anak di pagi hari. Anak-anak suka disuapi bapaknya karena potongan lauknya besar.

Setiap kali saya melahirkan, suami saya dengan setia mendampingi di sisi, baik mengusap saat kontraksi atau membesarkan hati. Suami berpendapat bahwa mendampingi istri saat mlahirkan akan menambah rasa cinta dan hormat kepada istri dan kaum perempuan lainnya. Termasuk dalam mengasuh dan membesarkan anak, saya dan suami biasa berbagi tugas. Jika saya sibuk, suami yang kontak dan memantau anak-anak.

Suami sangat mendukung aktualisasi diri untuk saya, istrinya sehingga sampai hari ini saya didorong untuk menyelesaikan studi S3. Saya dan suami saling belajar, suami tak sungkan bertanya dan meminta pendapat karena yang terpenting satu sama lain saling menghormati. Begitulah selama ini perjalanan keluarga kami, tak ada yang istimewa namun semua kami jalani dengan satu harapan terindah. Yaitu, berkumpulnya kembali saya, suami, dan anak-anak sebagai satu keluarga utuh di akhirat kelak.

 

Demikianlah sedikit ulasan mengenai profil Aher dan Jokowi GANTENG versi saya. Kepada kedua gubernur, selamat berkarya! Tetap dekat dengan rakyat! Salam GANTENG!

http://sosok.kompasiana.com/2013/01/31/aher-dan-jokowi-gubernur-yang-ganteng-524447.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: