Revive Risha


Aher Meminjamkan Mata untuk Tunanetra

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Di dalam kitab suci, Tuhan telah berfirman bahwa Dia menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Mengenai adanya orang yang memiliki kekurangan fisik, bukan berarti Tuhan tidak adil. Hanya saja Tuhan menginginkan agar orang tersebut dapat mencecap nikmatnya hidup melalui rasa yang berbeda.

Sebut nama Louis Braille. Pada usia tiga tahun, Braille yang dilahirkan di Coupvray, Prancis, 4 Januari 1809 silam mengalami sebuah kecelakaan yang akhirnya merenggut kedua penglihatannya. Menjadi penyandang tunanetra tidak berarti riwayatnya di dunia menjadi tamat. Semangat hidup yang tak pernah redup dan kemandirian Braille mengantarkannya pada penemuan tulisan Braille. Penemuan yang memungkinkan saudara-saudaranya sesama tunanetra dapat membaca.

Atas jasa Braille, para tunanetra di Jawa Barat dapat mengetahui secara gamblang visi-misi salah satu calon gubernur dan wakil gubernurnya, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Dari kelima pasangan calon yang tampil dalam Pilgub Jabar 2013, hanya Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar yang menerbitkan visi dan misinya dalam bentuk tulisan Braille. Pasangan calon lainnya? Tidak. Visi dan misi pasangan calon kepala daerah tersebut merupakan lampiran janji-janji kampanye yang nantinya akan menjadi dokumen resmi Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sambutan yang baik diberikan oleh para tunanetra di Jawa Barat atas keberpihakan pasangan calon kepala daerah ini. Bukan hanya sekadar merasa diperhatikan, mereka juga merasa hak politiknya diakomodasi sehingga tidak memilih pemimpin seperti membeli kucing dalam karung. Sutisna, salah satu Ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Jabar sangat mengapresiasi buku visi misi Aher-Deddy dalam format Braille yang diluncurkan Senin, 11 Februari lalu. “Seumur hidup baru kali ini saya menjumpai kandidat pilkada yang membuat profil dan mengenalkan dirinya dalam huruf Braille. Dengan Braille, sekarang Aher-Deddy Mizwar sudah keluar karung. Jadi kami bisa memilihnya” ujar Sutisna. Ungkapan Sutisna juga disambut Ketua Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jabar, Muhyi Arief. “Hanya Kang Aher yang selama ini peduli dan menunjukkan komitmennya terhadap penyandang cacat”.

Kepedulian Aher terhadap para penyandang tunanetra bukan pencitraan politik belaka. Dapat dilihat, sepanjang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat 2008-2013, Aher senantiasa menjaga komitmen dan kepedulian terhadap kebutuhan kaum disabilitas di masyarakat. Aher mendorong agar kaum disabilitas memperoleh akses yang baik di area publik dan dapat diterima di dunia usaha. Aher juga mendorong pembangunan lembaga pendidikan inklusi yang memungkinkan para penyandang disabilitas dapat menguasai ilmu pengetahuan serta keterampilan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing. Setelah sukses membangun 300 sekolah inklusi pada tahun 2012, Aher menargetkan penambahan sebanyak 600 sekolah inklusi pada tahun 2013 ini.

Sekolah inklusi merupakan sekolah biasa yang menerima murid penyandang cacat. Secara psikologis, anak-anak penyandang cacat dilatih untuk bersosialisasi dengan anak-anak normal sehingga dapat mandiri dan tidak merasa rendah diri. Adapun untuk anak-anak normal, mereka diajak untuk melihat kenyataan bahwa ada saudaranya yang memiliki kekurangan. Dengan demikian, anak-anak normal akan belajar bersyukur atas kesempurnaan nikmat yang didapatkannya dan belajar untuk menghormati saudaranya yang memiliki kekurangan.

Atas kegigihan upaya Aher dalam meningkatkan kesejahteraan kaum disabilitas, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial menganugerahkan penghargaan kepadanya. Penghargaan serupa juga diserahkan kepada Ariani Soekanwo (penyandang disabilitas, Jakarta), Mutiawati Fauzi Bakar (nonpenyandang disabilitas, Sumatera Barat). Yayasan Penuh Warna, Jawa Timur (lembaga nonpemerintah) dan PT Pertamina Region VIII Maluku (kategori perusahaan). Aher sebagai penerima penghargaan dalam kategori lembaga pemerintah dinilai telah menghasilkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan kalangan disabilitas yang mendudukkan kalangan tersebut setara dengan masyarakat umum.

Tidak hanya dari Kementerian Sosial, Aher juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2011 sebagai provinsi pertama penyelenggara pendidikan inklusi. Bahkan Pemprov Jabar secara khusus telah mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif dan tunjangan tambahan kepada para gurunya.

Kabar gembira bagi tim pemenangan Aher-Deddy! Kepedulian yang tulus dari pasangan calon nomor urut 4 ini terhadap kaum tunanetra berbuah manis. Dua organisasi besar penyandang cacat di Jawa Barat, PPCI dan NPCI telah menyatakan pembulatan tekad untuk mendukung mereka. Suara dari hampir dua juta penyandang cacat tersebut akan menjadi berkah tersendiri bagi kemenangan Aher-Deddy!

 

http://regional.kompasiana.com/2013/02/14/aher-meminjamkan-mata-untuk-tunanetra-528479.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: