Revive Risha


Aher Menang atau Kalah, Masyarakat harus Cerdas

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Sejak Kamis 7 Februari 2013 lalu, masa kampanye Pilgub jabar 2013 resmi dimulai. Selama masa kampanye ini, sah-sah saja bagi setiap kandidat cagub-cawagub untuk menarik sebanyak-banyaknya massa. Ternyata bermacam cara dilakukan oleh tim kampanye para cagub-cawagub. Ada yang kampanye simpatik dengan blusukan ke pasar-pasar untuk menggaet pedagang dan ibu-ibu, ada yang kunjungan ke pabrik-pabrik untuk menggaet para buruh, ada yang kunjungan ke pesantren untuk menggaet para ulama, dan banyak tempat lainnya. Semoga para cagub-cawagub beserta tim kampanyenya mendapatkan berkah dari silaturrahim yang mereka lakukan. Dapat dukungan suara, itu mah bonusnya.

Apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, model kampanye yang cenderung dipakai dalam kampanye Pilgub 2013 ini adalah kampanye simpatik. Pilihan yang bagus, menurut saya. Para kandidat pemimpin jangan hanya melihat masyarakat sebagai kantung-kantung suara. Tetapi lihatlah masyarakat sebagai pihak yang akan bergandengan tangan bersama gubernur-wakil gubernur terpilih dalam membangun Jawa Barat ke depan. Maka alangkah indahnya jika kampanye yang dilakukan para kandidat cagub-cawagub memuat unsur pembelajaran bagi masyarakat. Istilah kerennya, kampanye edukatif.

Itulah yang dilakukan oleh Ibu Netty Heryawan, istri calon gubernur petahana Ahmad Heryawan sekaligus juru kampanye calon nomor nomor 4 ini. Ia menuturkan, pilkada atau pemilu bisa disebut budaya karena terjadi secara rutin, minimal lima tahun sekali. Maka momen tersebut harus dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat mengenai hak dan kewajiban mereka dalam memilih pemimpin. Lebih jauh Netty mengungkapkan bahwa masyarakat merupakan salah satu pilar pembangunan. Menang atau kalah pasangan calon yang diusung, masyarakat harus cerdas.

Nah, Ibu Netty ini rupanya selalu punya misi lain dalam setiap kampanye Aher yang dijalaninya. Mentang-mentang jadi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat, sekaligus Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty selalu dengan aktif mengampanyekan urgensi pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga. Netty ingin masyarakat paham bahwa keberhasilan pembangunan berawal dari ketahanan keluarga yang kokoh. Ketahanan keluarga yang kokoh ini tidak lepas dari peran para perempuan (istri atau ibu). Dengan jumlah penduduk perempuan Jawa Barat yang mencapai setengahnya dari laki-laki (BPS, 2010), peran perempuan ternyata dapat mencakup lebih dari separuh ruang lingkup urusan di dunia, baik dia sebagai anak, saudara perempuan, istri, maupun sebagai ibu. Maka tidak berlebihan sekiranya dikatakan bahwa apabila perempuan berdaya, masyarakat akan sejahtera.

 

Memang ya, ibu-ibu. Mumpung suami kampanye Pilgub, ikutan kampanye PKK juga🙂


 

Artikel terkait:

Prinsip “Tau Ming Se” dalam Kampanye Pilgub Jabar

Bandung Love Story: Habibi-Ainun dan Heryawan-Netty

Kampanye Anticerai Ala Aher

 

http://sosok.kompasiana.com/2013/02/19/aher-menang-atau-kalah-masyarakat-harus-cerdas-530186.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: