Revive Risha


Aher Tidak Kreatif, Bisanya cuma Ikut-Ikutan

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 kurang dari sebulan lagi. Media massa sudah ramai dengan berita-berita seputar pesta demokrasi ini. Masyarakat pun turut serta urun opini. Tren media yang direkam oleh situs www.politicalwave.com menunjukkan bahwa di jejaring sosial, yaitu Twitter dan Facebook, calon gubernur petahana Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar merupakan calon yang paling banyak diperbincangkan. Seperti terlihat pada gambar berikut:

 

Sebagai gubernur yang sudah menjabat selama hampir 5 tahun, wajar jika Aher merupakan tokoh yang disorot oleh publik. Macam-macam tanggapan masyarakat terhadap kinerja calon gubernur bernomor urut 4 ini. Ada yang mem-blow up puluhan prestasinya, tetapi ada juga yang kecewa dan berusaha melakukan demarketisasi. Padahal menurut saya, apa yang istimewa kalau ternyata kinerja Aher yang mendulang 92 penghargaan ini tak lebih dari cuma IKUT-IKUTAN?

Gubernur Saba Lembur, Blusukan, Turba, apalah namanya itu. Yang jelas, kita harus tahu bahwa sebenarnya kebiasaan Aher untuk mengunjungi pelosok-pelosok Jawa Barat itu cuma ikut-ikutan. Ada yang bilang Aher ikut-ikutan aksi Jokowi atau SBY. Tetapi sebenarnya jauh lebih dulu sebelum Jokowi blusukan dan SBY Turba, pemimpin legendaris seperti Umar bin Khattab biasa berkeliling melakukan kunjungan ke warga diam-diam di tengah malam, tanpa melibatkan banyak pengawal.

Ada sebuah kisah menarik saat Umar blusukan dari satu rumah ke rumah warganya. Di sebuah rumah, Umar menguping pembicaraan antara seorang ibu dengan anak gadisnya. Rupanya mereka berdua adalah penjual susu. Ibunya menyuruh sang putri untuk menambahkan air ke dalam susu yang akan mereka jual agar keuntungannya lebih banyak. Tetapi sang putri bersikeras menolak. “mungkin Umar tidak tahu kecurangan kita, tetapi Tuhannya Umar pasti tahu”. Umar yang terpesona akan kejujuran gadis tersebut kemudian meminta putranya, Ashim, untuk menikahi sang gadis. Dari keturunannya lahirlah Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah teladan yang namanya tertulis dengan tinta emas dalam sejarah peradaban Islam. Siapa tahu, yaa siapa tahu, Aher di dalam perjalanan saba lemburnya bertemu dengan seorang gadis yang cantik, cerdas, dan shalihah, yang bisa diambil sebagai menantu🙂

Aksi Aher yang menjalin kedekatan dengan kalangan pesantren pun sebenarnya cuma ikut-ikutan. Pangeran Diponegoro, pahlawan nasional sekaligus “wali” Jawa dikenal sebagai pemimpin yang dekat sekali dengan para ulama. Semenjak kecil, beliau memang dititipkan di pesantren untuk mempelajari ilmu agama, filsafat, kanuragan, dan bersosialisasi dengan berbagai kalangan masyarakat. Dalam perjuangannya merebut kembali kemerdekaan, beliau menggalang kekuatan dari ulama dan santri. Mungkin nilai-nilai religius yang dianut oleh para ulama dan santri memberikan energi positif dan optimisme tersendiri dibandingkan dengan orang-orang yang awam terhadap agama. Aher yang berlatar pendidikan agama dan meraih gelar Lc. dari Timur Tengah ini juga bisa jadi memang ikut-ikutan mengambil spirit agama dalam pemerintahannya.

Tentang keharmonisan keluarga Aher-Netty juga, ah saya rasa hanyalah “meniru” dari contoh keluarga-keluarga teladan yang terdahulu. Netty hanya meneladani  apa yang dilakukan oleh istri-istri para pemimpin besar dalam menyokong gerak langkah kepemimpinan suaminya. Pastinya ia mengenal sosok Ibu Ainun Habibie, Ibu Negara yang memiliki kecintaan besar terhadap keluarga sekaligus berdedikasi terhadap negara dalam kegiatan sosial. Sehingga atas dedikasinya kepada bangsa Indonesia, Ainun mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Adipurna, Bintang Mahaputera Utama, serta Bintang Mahaputra Adipradana dari Pemerintah. Maka tidak heran, Netty menjadi tokoh yang secara aktif sebagai pelopor pemberdayaan perempuan dan anak. Netty yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat sekaligus pendiri Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) ini dinobatkan sebagai “Ibu Jawa Barat” oleh Aliansi Dewi Sartika Provinsi Jabar.

Dari contoh-contoh yang telah dipaparkan, Anda sepakat bukan kalau Aher hanya ikut-ikutan? Prestasi-prestasi yang ditorehkannya selama memimpin Jawa Barat hanyalah “mencontoh” dari kebaikan-kebaikan tokoh-tokoh zaman dahulu. Oh ya, satu lagi. Tentang berita kecil yang turut mewarnai gembar-gembor sosialisasi tentang profil Aher, yaitu 2 unit bajaj yang dimiliki Aher. Lagi-lagi itu hanya aksi ikut-ikutan. Ikut-ikutan siapa lagi kalau bukan supir bajaj, Bajuri misalnya, yang lebih dahulu berkecimpung di dunia perbajajan demi menghidupi keluarga dengan jalan yang halal?🙂

 

http://sosok.kompasiana.com/2013/01/30/aher-tidak-kreatif-bisanya-cuma-ikut-ikutan-524056.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: