Revive Risha


Aksi Nekat Kang Yana Demi Kang Aher

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Mapay jalan satapak

Ngajugjug ka hiji lembur

Teu karasa capena

Sabab aya nu diteang

 

Hujan angin dor-dar gelap

Henteu aya keur ngiuhan

Sanajan awak rancucut

Teu paduli kajeun teuing*

 

Lagu ciptaan Uka H yang dipopulerkan oleh Yayan Jatnika ini dengan pas menggambarkan perjuangan Yana Turangga (24 tahun). Ia yang akrab disapa Kang Yana ini rela mengatasi keterbatasan fisik dan jarak demi bertemu dengan Kang Aher, calon Gubernur petahana Jawa Barat nomor urut 4. Kang Yana adalah seorang difabel, ia memiliki keterbatasan pada matanya sehingga tidak dapat melihat dengan normal. Meskipun demikian, hanya untuk menemui Kang Aher dan istri di Hotel Tyara Plasa, Jalan Jenderal Sudirman, 12 Februari lalu, Kang Yana menempuh jarak sekitar 71 kilometer, melewati jalur jalan yang konturnya menyerupai sungai kering. Perjalanan tengah malam selama empat jam, hujan-hujanan, hanya dengan mengendarai motor itu ia tempuh untuk menunjukkan wujud cintanya kepada Sang Gubernur. Di lain waktu, ia juga pernah “mengejar” Ibu Netty, istri Kang Aher, saat berkampanye di Cikijing, Majalengka. Perihal aksi “nekat” tersebut, Kang Yana hanya menjawab, “saya mencintai Kang Aher dan Teh Netty”.

Memang bukan cinta buta, cinta masyarakat difabel seperti Kang Yana kepada pemimpinnya, Kang Aher. Ia merasakan sendiri kepedulian nyata Kang Aher terhadap masyarakat difabel, terutama dalam hal pendidikan. Sekolahnya, Yayasan Wyata Guna, Bandung, pernah mendapatkan bantuan langsung dari Kang Aher. Kang Yana yang kini merupakan siswa kelas 1 SMU SLB C Sindangsari, Cikoneng ini mengibaratkan kepedulian Kang Aher terhadap pendidikan seperti orang yang mengarit semua rumput yang ada, digarap semuanya. “Ibarat arit mah, sadaya diarit. Rek nu SLB, rek nu kumaha, diarit sadaya. Jadi kalau kepemimpinan Kang Aher mah A sampai Z digarap. Nah, misalnya kan aku di Z, pemimpin yang dulu mah hanya menggarap A sampai F aja, jadi kami (kaum difabel) gak ketauan”.

Kepedulian Kang Aher terhadap kaum difabel tidak hanya diamini Kang Yana saja. Atas kegigihan upaya Aher dalam meningkatkan kesejahteraan kaum disabilitas, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial menganugerahkan penghargaan kepadanya. Aher sebagai penerima penghargaan dalam kategori lembaga pemerintah dinilai telah menghasilkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan kalangan disabilitas yang mendudukkan kalangan tersebut setara dengan masyarakat umum. Tidak hanya dari Kementerian Sosial, Aher juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2011 sebagai provinsi pertama penyelenggara pendidikan inklusi. Bahkan Pemprov Jabar secara khusus telah mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif dan tunjangan tambahan kepada para gurunya. Berita selengkapnya.

Yana berlatar belakang dari keluarga pas-pasan, ayahnya seorang kuli bangunan dan ibunya seorang tenaga kerja wanita di luar negeri. Dengan kondisi demikian, Yana sekarang kini telah memperoleh kepercayaan dirinya. Padahal sebelum masuk SLB, ia selalu dicemooh dan dipandang sebelah mata. Tetapi kini, orang-orang melihatnya sebagai siswa yang berpendidikan. Ya, ia memang tampak cerdas. Tutur katanya pun sistematis. Ia juga ciamik memainkan alat musik kendang, padahal hanya belajar secara otodidak.

Lalu untuk apa Yana bersusah payah “mengejar” Kang Aher? Bagi Yana, kesempatan bersekolah merupakan tiket emas untuk memperoleh kehidupan yang baik di masa mendatang. Untuk itu, dengan berkaca-kaca ia mengungkapkan alasannya, “saya hanya ingin mendo’akan beliau agar bisa memimpin Jawa Barat kembali. Saya juga ingin dido’akan beliau agar perjuangan hidup saya tidak sia-sia”.

 

Sumber berita:

http://www.ahmadheryawan.com/opini-media/opini-media-1/sosial-politik/3760-perjuangan-yana-kisah-penyandang-cacat-yang-ingin-didoakan-kang-aher

 

*Terjemahan lirik lagu:

Menyusuri jalan setapak

Menuju ke satu kampung

Tidak terasa capeknya

Sebab ada yang dijemput

 

Hujan Angin dan banyak petir

Tak ada tempat untuk berteduh

Meski badan basah kuyup

Tak peduli,biarkan saja

 

http://unik.kompasiana.com/2013/02/15/aksi-nekat-kang-yana-demi-kang-aher-528789.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: