Revive Risha


Deddy Mizwar dan Mobil Antik; Semakin Berumur Semakin Ciamik

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Di tangan para kolektor, mobil tua bisa menjadi mobil antik bernilai jual tinggi. Ada sejarah yang merupakan nilai plus tak ternilai di balik setiap mobil antik tersebut. Meskipun harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli mobil tua, plus biaya restorasi yang tidak sedikit, mobil-mobil tua tetap menjadi primadona. Akan tetapi tidak semua mobil tua “bernasib baik”. Artinya, ada juga yang malah menjadi besi rongsokan yang tak dilirik. Kalaupun masih bisa dioperasikan, ada kalanya mobil tua ini “berulah”. Seperti lagunya Titiek Sandhora, “Si Jago Mogok”.

Dalam konteks manusia, ada peribahasa “tua-tua keladi, makin tua makin menjadi”. Peribahasa ini menggambarkan kondisi seseorang yang semakin tua malah semakin banyak ulah, bukan semakin bijak. Keladi sendiri merupakan tanaman umbi-umbian yang bernama latin Colocasia esculenta. Batang dan daunnya mengandung kalsium oksalat yang dapat menyebabkan gatal jika mengenai kulit. Semakin tua umur tanaman, kandungan kalsium oksalatnya semakin meningkat.

Berlawanan dengan peribahasa “tua-tua keladi, makin tua makin menjadi” yang berasosiasi buruk, peribahasa “tua-tua kelapa, makin tua makin berminyak” menggambarkan kondisi seseorang yang semakin tua semakin bijaksana dalam menghadapi kehidupan. Tanaman kelapa yang memiliki nama latin Cocos nucifera ini semakin tua akan menghasilkan buah yang mengandung minyak semakin banyak.

Jika dianalogikan dengan kategori mobil tua dan kedua peribahasa yang telah diulas, Deddy Mizwar adalah budayawan tipe “kelapa antik”. Semakin berumur semakin bagus karyanya. Sang Jenderal Naga Bonar yang karismatik ini tergolong produktif dalam menelurkan sederet karya monumental serta meraih berbagai penghargaan bergengsi. Bukan karya sembarang karya, karya-karya aktor kawakan, sutradara, sekaligus produser ini kentara dengan nafas religi dan edukasi. Tengok saja beberapa, seperti Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat, Nagabonar, Para Pencari Tuhan, dan Alangkah Lucunya Negeri Ini. Karya-karya tersebut sarat juga dengan orientasi mimetik, yaitu karya sebagai cerminan masyarakat. Artinya, Deddy Mizwar sangat peka dalam membidik realita sosial di masyarakat dan mentransformasinya menjadi suatu karya yang menggugah.

Saat ini Deddy memutuskan untuk tidak hanya berlaga di layar kaca, tetapi juga berbakti secara nyata di masyarakat melalui pencalonannya sebagai wakil gubernur Jawa Barat. Para rekannya dalam dunia seni peran yang telah percaya pada integritas dan kredibilitas Deddy ramai-ramai memberikan dukungan, seperti dalam beberapa testimoni berikut:

Henidar Amroe (Artis Sinetron Para Pencari Tuhan): “Deddy Mizwar yang saya kenal: taat beribadah, suami atau kepala rumah tangga yang berakhlak baik. Bahkan, beliau layak menjadi pemimpin kelas nasional.”

Jarwo Kuwat (Komedian): “Mungkin ini (sebagai wakil gubernur) menjadikan Bang Deddy memiliki kesempatan untuk memperbaiki dan berpartisipasi menyejahterakan rakyat Jawa Barat”

Zaskia Adya Mecca (Artis Sinetron, Bintang Film): “Saya percaya apa yang beliau ucapkan. Saya mendukung dan beliau akan menjadi pemimpin yang ideal dan tepat di posisi itu.”

 

http://sosok.kompasiana.com/2013/02/14/deddy-mizwar-dan-mobil-antik-semakin-berumur-semakin-ciamik-528485.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: