Revive Risha


Figur-Figur Cetar Membahana Badai dari Sukabumi

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013
Tags: , , , ,

Entah apa yang dimaksudkan Syahrini dengan istilah “cetar membahana badai”. Mungkin sesuatu yang luar biasa, spektakuler. Sepadan dengan istilah ceplas-ceplos yang kerap dipopulerkannya, Syahrini memang seorang selebriti yang sensasional dari segi gaya penampilan. Mulai dari gaya mengibas rambut, aksesoris, tas, kaftan, hingga gaya rambut dan bulu mata. Tidak cukup dengan jambul “khatulistiwa” dan bulu mata “anti badai halilintar”, penyanyi cantik asal Sukabumi ini berencana untuk membuat busana anti hujan dan banjir. Ide yang bagus, mengingat musibah banjir sedang melanda di mana-mana, terutama di Ibu Kota. Entah bagaimana rupanya, pastinya cetar membahana badai, ulala.

Dari segi prestasi menyanyi, Syahrini yang lahir di Sukabumi, 1 Agustus 1982 ini pernah meraih penghargaan Duo/Grup Terdahsyat Dahsyat Awards bersama Anang Hermansyah, Januari 2011 lalu. Syahrini juga meraih penghargaan dalam kategori Album Solo Wanita Ngetop di ajang SCTV Music Awards 2012, mengalahkan sederet nama seperti Agnes Monica, Indah Dewi Pertiwi, Rossa, dan Vicky Shu.

Masih dari Sukabumi, ada seorang remaja putra yang prestasinya “cetar membahana badai”. Eriyanto namanya. Tidak banyak yang mengenal nama remaja yang berasal dari keluarga sederhana di kampung pelosok Sukabumi ini. Namun jangan salah, ia pernah mengharumkan nama baik Indonesia di ajang sepak bola internasional. Ia yang tergabung dalam The All Star Team Milan Junior Camp pada tahun 2010 mengantarkan timnya menjadi juara. Melengkapi prestasinya, Eri dipilih oleh para legenda AC Milan sebagai Kapten Terbaik di Milan Junior Camp Day Tournament, di markas AC Milan, Italia.

Ada lagi seorang putra daerah Sukabumi yang “cetar membahana badai”. Riana Helmi, gadis kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991, ini merupakan sarjana kedokteran termuda di Universitas Gajah Mada. Saat diwisuda, usianya baru mencapai 18 tahun 2 bulan. Ia menyelesaikan kuliah selama 3 tahun 8 bulan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,67.

Pada saat usia 4 tahun, Riana sudah masuk SD. Awalnya ia dititipkan ibunya sebagai “anak bawang” karena terus-terusan merengek ingin sekolah. Ternyata, Riana malah mendapatkan rangking 2. Akhirnya karena tidak ada kesulitan dalam mengikuti pelajaran, ia lanjut sekolah. Bahkan sejak kelas 2 sampai kelas 6 ia mendapatkan rangking 1 terus menerus. Setamat SD, ia melanjutkan sekolah ke SMP 1 Sukabumi dan mengikuti program akselerasi. Begitu pula saat di SMA, ia juga mengikuti program akselerasi. Jadi jenjang pendidikan SMP dan SMA ia tempuh selama masing-masing 2 tahun. Selepas SMA ia lolos tes masuk Fakultas Kedokteran UGM. Saat mulai kuliah, ia masih berusia 14 tahun.

Dari Sukabumi pula, lahir seorang negarawan muda. Ialah Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat saat ini. Ia yang lahir di Sukabumi pada tanggal 19 Juni 1966 ini berhasil mengantarkan Jawa Barat mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 72,82 pada tahun 2011. Menurut UNDP, nilai ini sudah termasuk ke dalam kategori upper medium human development index. Dari aspek pendidikan, angka rata-rata lama sekolah mencapai 8,2 tahun dan angka melek huruf mencapai 96,48%. Dari aspek kesehatan, angka harapan hidup masyarakat telah mencapai 68,40 tahun. Adapun indeks daya beli masyarakat mencapai Rp.635.645,00.

Masih menurut website Pemerintah Jabar, secara riil, upaya peningkatan taraf pendidikan yang telah dilakukan oleh Pemerintah di antaranya penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas), pemberian Bantuan Gubernur Untuk Siswa (BAGUS), pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pembangunan ruang kelas baru, perbaikan gedung sekolah, Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) bagi SMA/SMK Swasta se-Jawa Barat, pendidikan Paket B dan C secara massal untuk usia >15 tahun, serta pemberian insentif guru PNS dan honor guru bantu SD dan MI terpencil. Dalam bidang kesehatan, Pemerintah menggalakkan upaya pemenuhan penempatan bidan di pedesaan dan dokter Puskesmas, penyediaan 204 unit Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatalogy Emergency Dasar (PONED), pemberian beasiswa kepada 240 bidan dan program tugas belajar D1 dan D3 kebidanan sebanyak 1.000 orang, serta revitalisasi 37.807 posyandu di 22 Kabupaten/Kota. Adapun peningkatan daya beli masyarakat dilakukan melalui perluasan kesempatan kerja, pemberdayaan UMKM melalui pengembangan skema bantuan modal usaha Kredit Cinta Rakyat (KCR), pengembangan usaha pertanian dan ketahanan pangan, serta pengembangan perekonomian masyarakat perdesaan. Wow, cetar membahana badai! Ulala!

 

 

Figur-figur cetar membahana

 

http://life.viva.co.id/news/read/384569-syahrini-bakal-ciptakan-busana-anti-banjir

http://www.tabloidnova.com/Nova/Profil/Riana-Helmi-SKed-Belajar-Jadi-Kegiatan-Menyenangkan

http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/artikel/detailartikel/44

http://bola.kompas.com/read/2011/12/23/1211173/Kapten.Terbaik.Milan.Junior.Tournament.Kini.Urus.Domba

http://sosok.kompasiana.com/2013/01/24/figur-figur-cetar-membahana-badai-dari-sukabumi-syahrini-eriyanto-riana-aher-522584.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: