Revive Risha


Mengintip Isi Dompet Para Cagub-Cawagub Jabar

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Sejak Senin-Rabu, 21-23 Januari 2013, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan verifikasi harta kekayaan terhadap para calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Berdasarkan hasil verifikasi diketahui bahwa Dikdik Mulyana memiliki kekayaan sebesar Rp.30,5 miliar, terkaya dibandingkan para calon yang lain. Deddy Mizwar memiliki kekayaan Rp.27,09 miliar, Dede Yusuf Rp.11 miliar, Lex Laksamana Rp.7,3 miliar, Tatang Farhanul Hakim Rp.5,8 miliar, Ahmad Heryawan Rp.4,5 miliar, Rieke Dyah Pitaloka Rp.2,7 miliar, Teten Masduki Rp.1,5 miliar.

Jumlah harta kekayaan terbesar dimiliki oleh cagub dari jalur independen, yaitu Dikdik sebesar Rp.30,5 miliar. Pada pelaporan sebelumnya, Dikdik melaporkan total kekayaan sejumlah Rp.10 miliar. Ternyata setelah diverifikasi ada penambahan sebesar Rp.20 miliar. Penambahan tersebut berasal dari usaha ternak domba adu, rumah, tanah, dan kekayaan istri yang belum sempat dilaporkan ke KPK.

Calon lainnya, Tatang Farhanul Hakim, melaporkan harta kekayaan sejumlah Rp.4,7 miliar. Setelah diverifikasi ternyata terdapat penambahan sebesar Rp.1,1 miliar menjadi Rp.5,8 miliar. Menurut Tatang, waktu untuk pelaporan harta kekayaan November lalu sangat mendesak sehingga ada harta yang belum terdaftar. Adapun verifikasi terhadap Rieke Dyah Pitaloka menunjukkan bahwa kekayaan cagub dari PDI P tersebut mencapai Rp.2,7 miliar, naik Rp.166 juta dari jumlah yang dilaporkan sebelumnya, yaitu Rp.2,5 miliar.

Pada verifikasi yang dilakukan terhadap Lex Laksamana terdapat koreksi sebesar Rp.1,1 miliar. November lalu, KPK menerima laporan kekayaan Lex sebesar Rp.6,2 miliar. Ternyata hasil verifikasi menunjukkan kekayaannya Rp.7,3 miliar. Kekayaan Lex tersebut meliputi empat bidang tanah, satu unit kendaraan roda empat, koleksi logam mulia, dan enam rekening tabungan dengan total nilai Rp.946 juta. Koreksi ini terjadi karena ada bagian harta yang belum dilaporkan, di antaranya kekayaan istri.

Pada verifikasi terhadap harta kekayaan Ahmad Heryawan hanya terdapat selisih sebesar Rp.78.000 dibandingkan hasil laporan sebelumnya. Hal ini karena ada saldo satu rekening yang tidak dimasukkan ke dalam laporan, yaitu rekening yang dibuka saat Heryawan kuliah di IPB dan sempat berencana ditutup. Kekayaan Heryawan yang totalnya mencapai Rp.4.508.430.788 meliputi tabungan, rumah, beberapa bidang tanah, satu unit mobil Honda CRV, satu unit mobil Honda Jazz, sepeda motor, dan dua unit bajaj. Uniknya, tidak banyak orang yang tahu bahwa calon Gubernur petahana ini memiliki usaha tambahan dari operasional bajaj. Kendaraan yang dibeli Heryawan pada tahun 2001 tersebut menghasilkan pemasukan tambahan sebesar Rp.400 ribu per unit per bulan. Setelah hampir lima tahun memimpin Jawa Barat, jumlah bajaj ini tidak bertambah.

Pemeriksaan kekayaan cagub-cawagub yang dilakukan KPK ini merupakan bagian dari program pencegahan korupsi. Pada tanggal 4 atau 5 Februari mendatang, KPK akan mendeklarasikan jumlah harta kekayaan masing-masing calon. Deklarasi ini sebagai bagian dari pembelajaran politik bagi masyarakat bahwa kekayaan pejabat publik harus transparan asal-usulnya. Dengan demikian, masyarakat juga berkesempatan untuk mempertanyaan rincian kekayaan setiap pasangan calon.

Melihat hasil verifikasi KPK, hasil pelaporan semua calon ternyata berbeda dengan hasil verifikasi. Adanya selisih antara jumlah harta kekayaan yang dilaporkan oleh para cagub cawagub ke KPK dengan hasil verifikasi tentunya tidak lantas menjadi bahan gunjingan, “Oooh, Calon Y tidak transparan dalam melaporkan harta kekayaannya”. Ketidaksesuaian data tersebut sudah diklarifikasi oleh masing-masing calon. Seperti halnya Dikdik yang luput melaporkan penambahan kekayaannya dari usaha ternak domba adu dan kekayaan warisan milik istrinya. Ataupun Tatang yang merasa waktu pelaporan harta kekayaan November lalu sangat mendesak sehingga ada harta yang belum terdaftarkan. Lex Laksamana juga, ada harta istrinya yang belum terlaporkan. Sementara itu, Ahmad Heryawan dengan koreksi hasil verifikasi terkecil, yaitu Rp.78.000 beralasan bahwa ia belum melaporkan satu rekening saat kuliah dulu karena rekening tersebut akan ditutup. Tentunya transparansi para calon pejabat publik ini patut diapresiasi. Terutama bagi calon yang telah melaporkan kekayaannya dengan sangat teliti.

 

 

Referensi: http://www.klik-galamedia.com/dikdik-terkaya-teten-terkecil

http://politik.kompasiana.com/2013/01/24/mengintip-isi-dompet-para-cagub-cawagub-jawa-barat-522458.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: