Revive Risha


Prinsip Tau Ming Se dalam Kampanye Pilgub Jabar

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Masa pemungutan suara Pilgub Jabar tinggal beberapa pekan lagi. Tanggal 3 Februari 2013 lalu, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) menyerahkan surat keputusan (SK) mengenai Jadwal Kampanye kepada tim kampanye dari 5 pasangan Cagub-Cawagub Jabar. Dalam SK tersebut dijelaskan bahwa hari pertama masa kampanye adalah hari ini, Kamis 7 Februari, dengan hari terakhir 20 Februari mendatang.

Menghadapi masa kampanye ini, saya sebagai masyarakat Jawa Barat merasa sedikit was-was. Kampanye politik identik dengan pengerahan massa besar-besaran, konvoi kendaraan di jalanan, bikin macet, berisik,  dan ujung-ujungnya berakhir dengan kericuhan antarpendukung. Hal yang sangat bertentangan dengan falsafah hidup masyarakat Sunda yang cinta damai; silih asih, silih asuh, silih asah.

Pada umumnya, para calon pemimpin mengklaim dirinya sebagai “pelayan masyarakat”. Sejak masa kampanye, sebenarnya telah dapat dilihat mana calon pemimpin yang hanya mencari suara dengan calon pemimpin yang benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat. Jangan pilih “pelayan”  yang sejak masa kampanye sudah merepotkan “tuannya”.  Apalagi dengan adanya artis berpakaian seronok, sangat mengganggu pemandangan!

Pengamat komunikasi politik, Dr. Suwandi Sumartias menilai bahwa pengerahan massa selama kampanye sudah tidak lagi mengena untuk menjaring pemilih. Metode yang tepat untuk masyarakat yang semakin cerdas ini adalah dengan turun ke bawah.  Pendekatan melalui dialog dengan masyarakat lebih terasa efeknya di tengah keterbatasan biaya. Masyarakat akan lebih respek dengan calon pemimpin yang merakyat dan mau mendengar aspirasi. Akan tetapi dengan kondisi luas wilayah Jawa Barat yang upluk-aplak (sangat luas), mau tidak mau kampanye pengerahan massa tetap menjadi metode yang masih dipertimbangkan. Bagaimanapun, aksi blusukan para calon pemimpin tidak akan mampu menyentuh setiap inci wilayah Jawa Barat yang sangat luas.

Sebagai masyarakat Jawa Barat, saya berharap para calon gubernur-wakil gubernur dapat menerapkan prinsip “Tau Ming Se; Taulang Minggir Sedikit”, alias kampanye tertib, kampanye damai, jikalau mau ada pengerahan massa besar-besaran. Jangan sampai para mahasiswa telat kuliah karena jalan macet akibat kampanye. Jangan sampai ibu hamil melahirkan di jalan karena jalan macet akibat kampanye. Jangan sampai para bapak yang telah lelah bekerja seharian sampai rumah dengan frustasi karena jalan macet akibat kampanye.

Secara pribadi, saya mengapresiasi langkah Ahmad Heryawan, calon gubernur nomor 4 yang mewanti-wanti, menginstruksikan semua tim kampanyenya untuk melaksanakan upaya pemenangan secara tertib, damai, dan tidak menyerang pasangan cagub-cawagub lain. Melihat sosok Aher dan Deddy Mizwar yang teduh dan kharismatik, sangat tidak pantas jika tim kampanye yang bersangkutan melakukan aksi-aksi brutal.

Hari ini baru hari pertama kampanye. Mari kita ikuti sampai hari terakhir kampanye, apakah Aher-Demiz tetap komitmen dengan janjinya untuk mewujudkan kampanye tertib dan damai? Kita lihat saja!

 

http://politik.kompasiana.com/2013/02/07/prinsip-tau-ming-se-dalam-kampanye-pilgub-jabar-526547.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: