Revive Risha


Satu Juta Lapangan Kerja; Janji atau Bukti?

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013
Tags: , ,

Zaman sekarang, mencari pekerjaan yang haram saja susah, apalagi mencari pekerjaan halal, begitu kata segelintir orang-orang pesimis di negeri ini. Benarkah sebegitu susahnya mendapatkan pekerjaan yang halal di Tanah Surga bernama Indonesia ini? Coba kita berkunjung ke Jawa Barat. Konon saat kampanye, Pemerintahnya menjanjikan satu juta lapangan pekerjaan untuk masyarakatnya. Sekarang menjelang akhir periode pemerintahan, sudahkah janji-janji tersebut terbukti???

Pada bulan Oktober 2010 Pemerintah Jawa Barat mengklaim bahwa Jawa Barat berhasil menciptakan lebih dari satu juta lapangan pekerjaan baru. Menurut Gubernur Ahmad Heryawan, di awal menjabat pada pertengahan 2008 jumlah angkatan kerja yang ada sebanyak 19,05 juta jiwa. Jumlah yang tertampung dalam lapangan pekerjaan yang sudah ada sebanyak 16,79 juta, sehingga terdapat 2,26 juta atau 11,87% orang yang menganggur. Target pada tahun 2010, ketersediaan lapangan pekerjaan sebesar 20.000 lowongan per bulan. Dalam jangka waktu 2 tahun 4 bulan, penyerapan tenaga kerja sudah mencapai 1.063.302 orang yang tersebar di berbagai sektor, meliputi perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi, pertanian, perkebunan, kehutanan, serta industri.

Di tahun 2011, dari angkatan kerja sejumlah 20,1 juta orang, jumlah yang bekerja sebanyak 18,1 juta jiwa atau meningkat 5,76% dari tahun 2010. Adapun jumlah pengangguran terbuka pada tahun ini sebanyak 1,9 juta jiwa (9,84% dari total angkatan kerja), menurun dari tahun 2010 sebanyak 2 juta jiwa (10,57% dari total angkatan kerja). Good job, Pak!

Well, dari data yang ada, tren jumlah pengangguran di Jawa Barat memang menurun. Tetapi jangan-jangan penurunan jumlah pengangguran terbuka itu karena pengiriman TKI secara besar-besaran untuk menjadi pesuruh di negeri orang??? Menurut data BPS, jumlah TKI asal Jawa Barat yang ditempatkan di berbagai negara, baik di kawasan Asia Pasifik maupun Timur Tengah dan Afrika jumlahnya HANYA mencapai 6.614 orang. Secara persentase, angka tersebut tidaklah signifikan dalam mengatasi pengangguran di Jawa Barat.

Berbagai upaya ditempuh Pemerintah dalam menanggulangi masalah pengangguran. Melalui program Jabar Mengembara, Pemerintah bersama Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi menghimpun informasi lowongan Antar Kerja Lokal (AKL/di dalam Kabupaten/Kota), Antar Kerja Antar Lokal (AKAL/di dalam provinsi), melainkan juga Antar Kerja Antar Daerah (AKAD/di luar Provinsi) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAL/di luar negeri). Adapun untuk sektor informal, Pemerintah menggali potensi pedesaan untuk membuka lapangan kerja, yaitu melalui program padat karya dan transmigrasi yang dibekali dengan keterampilan. Upaya lainnya melalui penguatan sektor IKM (industri kecil menengah) dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dan meningkatkan prospek investasi.

Adanya kesempatan kerja yang luas berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data dari website resmi Pemerintah Jawa Barat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pada tahun 2011 telah mencapai 72,82. Menurut United Nations Development Programme (UNDP), nilai ini sudah termasuk ke dalam kategori upper medium human development index. Dari aspek pendidikan, angka rata-rata lama sekolah mencapai 8,2 tahun dan angka melek huruf mencapai 96,48%. Dari aspek kesehatan, angka harapan hidup masyarakat telah mencapai 68,40 tahun. Adapun indeks daya beli masyarakat mencapai Rp.635.645,00.

Kok di sekitar saya masih banyak orang-orang yang menganggur? Hemm, jadi ragu dengan data yang disajikan Pemerintah. Mengenai masih ada atau tidaknya pengangguran, jawabannya memang masih ada. Sampai 2012 lalu jumlah pengangguran terbuka masih tinggi, mencapai 1,9 jutan jiwa. Akan tetapi, jumlah tersebut merupakan hasil PENURUNAN dari tahun-tahun sebelumnya. Yang pasti, jumlah penyerapan tenaga kerja yang berhasil dilakukan oleh Pemerintah dapat diverifikasi karena didukung oleh sumber data yang dapat dipertanggungjawabkan dengan rincian berupa data by name, by address, by job, serta by company. Agar fair, mari biasakan bicara dengan bahasa yang disebut DATA, jangan hanya berdasarkan RASANYA, KELIHATANNYA, atau SEPERTINYA saja. Sip, Bro?:)

 

Referensi:

http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/artikel/detailartikel/44

http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/1011

http://sosbud.kompasiana.com/2013/01/16/satu-juta-lapangan-kerja-di-jawa-barat-janji-atau-bukti-520086.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: