Revive Risha


Uang Kadeudeuh; Penghargaan Gubernur terhadap Guru

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Sebanyak 384 orang guru non PNS tingkat TK, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA Wilayah VI Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat hadir dalam acara penyerahan “uang kadeudeuh” dari Gubernur Jawa Barat pada tanggal 11 Januari 2013 lalu. Penyerahan uang hibah tersebut dikoordinasikan oleh pengurus PGRI Kecamatan Jampangkulon di ruangan aula SMK Al-Madani, Jampangkulon. Ketua PGRI Kecamatan Jampangkulon dalam sambutannya menyatakan bahwa sesuai dengan namanya, uang “kadeudeuh” ini merupakan bentuk penghargaan dari Pemerintah kepada para guru. “Mengenai isu politik menjelang Pilgub Jabar 2013, kita sudah dewasa untuk menyikapi. Para guru jangan mudah terprovokasi. Sangat wajar apabila Pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terutama kaum pendidik dan tenaga kependidikan. Jangan lihat dari nominalnya, tetapi lihatlah dana ini sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan terhadap para guru”.

Meskipun “uang kadeudeuh” yang diberikan relatif tidak besar, yaitu Rp.150.000 per guru, tampak rona suka cita di wajah para guru yang hadir. “Bagi mereka, nilai uang segitu cukup membesarkan hati, mengingat bahwa gaji yang mereka terima per bulan hanya berkisar Rp.300.000, bahkan ada yang sama sekali tidak menerima gaji. Untuk standar hidup di desa, uang kadeudeuh ini lumayan untuk ongkos sebulan,” ujar Utami Risnayati, Pengawas pendidikan tingkat Taman Kanak-Kanak Wilayah VI Jampangkulon. “Para guru ini banyak yang sudah bertahun-tahun masih berstatus sebagai honorer. Meskipun demikian, dedikasi mereka terhadap pendidikan tidak usah diragukan,” lanjutnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Deny Juanda menyatakan bahwa uang “kadeudeuh” untuk 415.507 guru di Jabar merupakan janji kampanye Ahmad Heryawan-Dede Yusuf saat Pemilihan Gubernur Jabar 2008. Program peningkatan kesejahteraan guru di Jawa Barat ini telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sudah melalui pengesahan oleh lembaga eksekutif maupun legislatif. Dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Disdik Jabar tahun 2011, Dinas Pendidikan Provinsi Jabar mengalokasikan dana sebesar Rp.66.666.700.000 dari APBD 2011 untuk program kesejahteraan guru. Dana tersebut dibagi menjadi dua sasaran, yaitu 62% atau sebesar Rp.41.550.700 untuk uang “kadeudeuh” untuk guru PNS/non PNS serta Rp.25.116.000 untuk bantuan kesejahteraan guru bantu dan guru non PNS daerah terpencil serta perbatasan Jabar.

Tidak semua guru honorer mendapatkan uang “kadeudeuh” ini. Hanya yang mengajukan usulan dan mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang mendapatkan bantuan. Di Jampangkulon sendiri, dari total 384 orang guru yang mengajukan usulan, hanya sekitar 360 orang yang lolos. Berdasarkan musyawarah antara pengurus PGRI dengan para guru, disepakati bahwa uang “kadeudeuh” diberikan kepada semua guru yang mengajukan usulan. Artinya ada subsidi dari guru yang mendapat bantuan kepada guru yang tidak mendapatkan bantuan. Memang luar biasa solidaritas para guru ini, di tengah keterbatasan ekonomi masih saja berpikir untuk berbagi dengan sesama guru. Para guru yang hadir mengaku merasa senang dan bersyukur. Bagi mereka, nilai pengakuannya lebih berharga dibandingkan dengan nilai nominalnya. “Apalagi jika nominalnya ditingkatkan dan bisa berkesinambungan,” ujar Ibu Rinasari, guru TK Aisyiyah IV Jampangkulon seraya tersenyum.

 

http://edukasi.kompasiana.com/2013/01/13/uang-kadeudeuh-penghargaan-gubernur-terhadap-guru-519284.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: