Revive Risha


Energi Positif dari Hati yang Tertolak

Posted in Catatan Harian by rishapratiwi on May 27, 2013
Tags: , ,

Zaman saya SMA, ada satu mata pelajaran yang menurut saya sangat keren tapi teman-teman saya tidak suka, mata pelajaran seni rupa. Saya suka menggambar, saya suka handicraft. Sayangnya, di suatu hari, guru Seni Rupa memberikan tugas yang.. entah kenapa saya merasa putus asa mengerjakannya. Tugasnya membuat gambar timbul dari lempeng alumunium, apa yah namanya, semacam lempeng plat motor gitu lah. Mungkin karena manajemen kekuatan saya belum baik, tekanan yang saya hasilkan terlalu besar. Alhasil, gambar timbulnya bolong-bolong.

Tiba hari pengumpulan. Tugas saya kumpulkan apa adanya. Selembar alumunium, di bagian tengahnya ada gambar Mickey Mouse, bolong-bolong, pinggiran alumuniumnya tidak saya pedulikan sama sekali. Saat pengumpulan, guru saya mengernyitkan kening. Saya sudah merasakan gelagat kurang baik. Biasanya guru saya tersenyum puas saat menerima hasil karya saya. “Kok gini doang? Perbaiki ya, minggu depan dikumpulkan lagi”, tuuuh kaaan, keluar juga akhirnya. Huftttt…

Saat itu saya mendadak merasa aliran darah naik sampai kepala. Mungkin begini yang namanya naik pitam. Kenapa? Saya capek, putus asa, dan sepertinya saya tersinggung. Okeh! Lihat saja, Pak. Bapak tidak akan pernah lagi bilang, “kok gini doang” dan “perbaiki”!

Beberapa hari setelahnya, energi saya benar-benar tercurah untuk masterpiece yang satu itu. Saya begadang sampai dini hari selama beberapa malam. Hasilnya, alhamdulillah jauh lebih bagus dibandingkan karya sebelumnya. Tidak lupa saya juga belikan bingkai kayu yang bercat kuning cerah dan dilapis kaca. Lumayan, kelasnya menjadi naik beberapa derajat. Setidaknya menurut saya, hehe.

Saat pengumpulan. Guru saya kembali mengernyitkan kening. “Nah, gini dong. Jadinya Bapak terpaksa ngasih nilai 100 nih buat kamu, good!”

Satu hal lagi yang membuat “dendam” saya tuntas terbalaskan, Si Mickey Mouse itu sampai sekarang masih bertengger manis di dinding kelas saya, sudah 4 tahun lebih lho padahal. Terukir dengan mantap nama saya, Risha Amilia Pratiwi ^^

***

Teman saya, ditolak oleh salah satu institut teknologi terpandang di Pulau Jawa saat PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan). Di SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), ia memilih institut yang menolaknya (ITYM) itu pada pilihan kedua. Pilihan pertamanya Institut Teknologi Bandung, tidak tanggung-tanggung, ia membidik fakultas dengan kompetisi terketat pada masanya, STEI. Konyolnya, jika lulus di ITYM, ia akan balas menolak menjadi mahasiswa di institut tersebut. Artinya, jika itu terjadi, entah di mana lagi ia akan berkuliah. Beruntungnya, ia berhasil lulus SNMPTN ke ITB dan 4,5 tahun kemudian lulus sebagai Sarjana Teknik ITB dengan predikat cumlaude mepet :p

***

Jadi begitu, Dek. Jika UNDIP telah menolakmu di SNMPTN undangan, tak perlu galaw tak perlu risaw, seloooww saja. Pintu SBMPTN masih terbuka. Meski quotanya terbilang tragissss. Pintu SIMAK UI, Pintu SMUP Unpad, juga masih ada.

Sakit memang namanya ditolak. Tetapi siapa tahu si sakit hati itu yang akan bertransformasi menjadi “dendam positif”, menjadi energi untuk melompat lebih tinggi kayak Sheila on 7.

Hingga di suatu hari nanti bisa jadi kamu ketawa sendiri, “oooh, begini toh rasanya patah hati”  ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: