Revive Risha


Aku Merindukanmu Lima Detik Setelah Kau Pergi

Posted in Happy Family by rishapratiwi on June 23, 2013
Tags: , , ,

Zaman masih kecil dulu, saat sekolah hanya sampai pukul satu siang, saya seringkali tidak tenang kalau ibu pergi ke luar kota walaupun cuma setengah hari. Apalagi jika hari sudah gelap tetapi ibu belum juga pulang, dapat dipastikan saya akan mondar-mandir antara ruang tamu dan jalan di depan rumah. Bahkan dibandingkan adik yang usianya terpaut lebih muda empat tahun dari saya, saya lebih rewel. Untung saat itu kami belum mempunyai handphone, karena saya mungkin akan menelepon ibu setiap sepuluh menit. Mungkin kalau bahasa orang dewasa sekarang, saya “galau”. Satu-satunya cara agar saya dapat duduk dengan tenang adalah mendengarkan dongeng-dongeng kakek (almarhum) sampai ibu datang.

Sebetulnya saya tidak memiliki ketergantungan yang berlebihan terhadap seseorang. Saya juga tidak punya trauma ditinggalkan. Ibu bekerja sebagai guru TK, kemudian bertahap menjadi kepala sekolah, sampai sekarang menjadi pengawas TK. Waktu saya masih kecil dan beliau masih menjadi guru TK, jam kerjanya antara pukul 08.00 sampai sekitar dzuhur. Jadi, kalau saya tidak dapat melihat Ibu dari pagi sampai sore, yang artinya hanya ditambah sekitar tiga atau empat jam dari biasanya (dalam kasus ini ibu pergi ke luar kota dan pulang sore) rasanya saya tidak perlu senewen* begitu.

Jika bersama ibu, sebetulnya kami “hidup masing-masing”. Artinya, saya tidak lantas nempelin ibu ke mana-mana. Saya asyik dengan aktivitas saya, ibu juga asyik dengan aktivitasnya. Bahkan seringkali saat ibu di rumah, saya dengan tenang melenggang pergi ke rumah teman atau ke sekolah. Beda halnya kalau ibu yang pergi ke rumah tetangga saja, saya sampai nyusul. Ternyata sedari kecil saya sudah punya bibit posesif, haha.

Sudah tahu rasanya ditinggalkan itu bikin galau, eh saya malah tidak tahu diri. Sekarang, saat saya sudah berani pergi ke mana-mana sendiri, sudah mampu mandiri, apalagi sudah punya uang yang cukup, saya malah dengan teganya nggak betah di rumah. Karena alasan kesibukan, saya malah sudah kuat bertahan beberapa bulan tidak pulang ke rumah. Meskipun komunikasi tetap terjalin via telepon atau SMS.

Hidup jauh dari orangtua, tidak bertemu dengan keluarga minimal dalam tempo satu bulan, rasanya menjadi biasa-biasa saja. Memang rasa kangen sering muncul, tapi tentunya saya tidak senewen seperti masih kanak-kanak dulu. Mungkin karena faktor kedewasaan saya yang semakin berkembang #tsaah, sudah menjadi terbiasa hidup jauh dari orangtua, ada aktivitas yang mengalihkan perhatian saya sehingga tidak terus-menerus memikirkan orang-orang di rumah, dan tentu saja karena di tempat ini saya sudah mendapatkan lingkungan yang nyaman.

Tetapi satu hal yang saya heran. Saat orangtua mengabarkan akan mengunjungi saya di Bandung, jika menjelang malam mereka belum tiba, secara tidak sadar saya akan teruuuus memikirkan mereka dan berharap angin malam berhembus lebih cepat dan mengantarkan mereka sesegera mungkin di hadapan saya #puitis kan gue. Demikian pula, beberapa saat setelah mereka pulang, saya seharian itu akan memikirkan mereka. Mengingat lambaian tangannya, mengestimasi jam tiba mereka di rumah, sampai-sampai pernah terlintas pikiran buruk. Astaghfirullah…

Sepertinya ada perbedaan antara “meninggalkan” dan “ditinggalkan”. Jika saya yang pergi atau dengan kata lain saya yang meninggalkan, saya punya wewenang untuk memilih kapan saya akan kembali, saya tahu kapan saya akan pulang. Tetapi jika saya yang ditinggalkan, saya hanya mampu berharap dia yang pergi akan menepati janjinya untuk segera kembali #tsaaah.

 

Mawar: X kemana sih, kok perginya lama banget?

Melati: Ya ampun, belum juga lima menit dia pergi😡

 

*Senewen ternyata merupakan kata resmi yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Se·ne·wen /senéwen/ a cak 1 gugup; bingung; hilang akal; 2 agak gila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: