Revive Risha


Pundung Fi Sabilillah

Posted in Cermin Diri by rishapratiwi on October 19, 2013
Tags: , ,

Belakangan ini ada beberapa kejadian yang cukup marak saya temui; aktivis yang “pundung di jalan da’wah”. Yah, barangkali saya pun tidak jarang menjadi pelakunya, bahkan sangat mungkin saya menjadi si penyebabnya. Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit walk out kalau keinginannya tidak dituruti.

Jika dikaitkan dengan konsep ikhlas dalam buku “Risalah Ta’lim” Hasan Al-Banna yang saya baca beberapa minggu yang lalu, rasa-rasanya seharusnya tidak perlu ada istilah “pundung fi sabilillah”, khususnya dalam konteks ruang lingkup aktivitas da’wah. Orang yang ikhlas, amal shalihnya hanyalah untuk Allah. Ia tidak mengharapkan respon, bahkan apresiasi manusia. Pun ia tidak takut dicela oleh manusia. Dengan kemurnian keyakinannya kepada Allah, sekali layar terkembang, pantang ia surut ke belakang. Jika pun tidak ada lagi yang bersedia bersama-sama mengerjakan amal kebaikan. 

Aktivis da’wah yang dikit-dikit pundung apalagi mundur, saat ia tak punya kawan berda’wah, bisa jadi ia masih cupu. Perlu ditanya, orientasi da’wahnya diarahkan kepada siapa? 

Image

Sumber gambar: http://www.blogammar.com/tanda-tanda-lelaki-merajuk-2/

 

#Kalau left group mah tidak terkategorikan sebagai pundung, cuma merajuk pengen diperhatikan. Hihi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: