Revive Risha


Hal-Hal yang tidak Banyak Diketahui tentang Kuda Prabowo

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on July 3, 2014
Tags: , ,

Capres 2014 nomor 1, Prabowo Subianto, memiliki hobi yang unik, yaitu memelihara kuda dan hewan ternak lainnya. Kabar yang digembar-gemborkan ke publik adalah asset peternakan kuda tersebut harganya tidak main-main, bahkan ada satu ekor kuda kesayangan Prabowo yang berharga 3 miliar. Untuk kita yang rakyat biasa, barangkali hobi mahal tersebut hanya menghabiskan uang saja. Berikut ini ada beberapa hal yang tidak banyak orang ketahui terkait kuda Prabowo.

1. Tujuan Prabowo kampanye dengan menunggang kuda

Pada kampanye Partai Gerindra, Prabowo pernah memeriksa kesiapan kadernya dengan menunggang kuda. Berbeda dengan ketua umum atau ketua partai menggunakan mobil. Aksi  yang tidak lazim ini cukup menuai kontroversi. Padahal pesan yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Prabowo dengan menunggang kuda tersebut adalah mengajak masyarakat untuk memberdayakan peternakan. Memelihara ternak, ternak tersebut akan beranak-pinak dan menghasilkan keuntungan.

Prabowo di komplek kediamannya, Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, telah lebih duluan mengembangkan peternakan. Terdapat puluhan kuda serta ratusan sapi dan kambing di peternakan yang memberdayakan masyarakat sekitar tersebut.

2. Kuda Luciano, kuda istimewa

Kuda yang ditunggangi Prabowo dalam kampanye Partai Gerindra ternyata merupakan jenis Luciano. Kuda yang biasa ditampilkan dalam sirkus ini memiliki keistimewaan dibandingkan dengan kuda biasa. Kuda ini dapat melakukan gerakan akrobatik, seperti duduk, memberi hormat, atau melompati palang rintangan. Kuda jenis inilah yang disebut-sebut berharga senilai 3 miliar rupiah.

3. Kuda juara dunia

Kuda Prabowo yang gagah-gagah ternyata bukan cuma buat mainan. Tidak banyak yang tahu dan memang tidak banyak diungkap di media bahwa hobi memelihara kuda Prabowo ini ternyata telah mengharumkan nama bangsa, yaitu dalam turnamen polo kuda bergengsi, All Asia Cup. Dalam turnamen yang digelar 18 Januari 2014 di Bangkok tersebut tim Indonesia yang dibina langsung oleh Prabowo berhasil meraih juara umum, mengalahkan tim Filipina, Kamboja, India, Korea Selatan, Cina, Thailand, dan Brunei.

Cabang olahraga polo kuda ini bukan olahraga asli Indonesia, tetapi dengan tekad yang kuat dan latihan yang sungguh-sungguh ternyata Indonesia mampu mengibarkan benderanya di kancah internasional. Olahraga berkuda ini memang olahraga yang relatif mahal. Konon katanya di negara-negara Eropa sana, olahraga ini mainannya para bangsawan. Lalu, kuda-kuda yang dipakai bertanding di kejuaraan internasional itu dari mana asalnya? Dari peternakan kuda Prabowo, lebh dari 70 ekor kuda yang dipakai untuk berlatih dan bertanding. Tempat latihannya di mana? Di arena berkuda pribadi milik Prabowo, Nusantara Polo Club, di Cibinong, Jawa Barat.

Memang makan piala tidak bikin kenyang rakyat Indonesia. Akan tetapi, pencapaian prestasi tersebut menunjukkan seberapa serius seseorang mengangkat martabat negaranya agar sejajar dengan negara-negara di dunia. Meskipun orang tersebut tidak masuk di dalam pemerintahan.

4. Kuda poni Prabowo lucu-lucu

Selain kuda-kuda yang berpostur gagah, ternyata Prabowo juga memelihara kuda poni yang lucu-lucu. Kuda-kuda poni tersebut biasanya dikeluarkan dari kandangnya setiap hari Minggu untuk dibawa jalan-jalan di lingkungan sekitar. Anak-anak penduduk setempat mengaku pernah menunggangi kuda-kuda tersebut.

Demikian sedikit info mengenai kuda-kuda Prabowo. Bagi yang memelihara kuda juga, tidak perlu mencibir yang memelihara ayam. Bagi yang memelihara kambing atau ayam, juga tidak usah menghujat yang memelihara kuda. Jangan sampai karena hewan peliharaan, para pendukung jadi adu pentung. Salam damai Ramadhan!

Advertisements

Prabowo Paling Banyak Uang, Jokowi Paling Banyak Utang

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on July 3, 2014
Tags: , , ,

 

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi telah mengumumkan laporan harta kekayaan Capres/Cawapres 2014, Selasa (1/7/2014) kemarin di Ruang Sidang Utama Lantai II KPU RI. Berikut ini merupakan rangkuman harta kekayaan dan utang Capres/Cawapres:

Kandidat

Kekayaan

Utang (Rp)

Rupiah

USD

Prabowo Subianto

1.670.392.580.402

7.503.134

28.999.970

Joko Widodo

29.892.946.012

27.633

1.936.939.782

Hatta Rajasa

30.234.920.584

75.092

157.901.040

Jusuf Kalla

465.610.495.057

1.058.564

19.660.000

 

Dari data kekayaan tesebut dapat dilihat bahwa keempat kandidat tidak ada yang miskin. Prabowo memiliki kekayaan dengan jumlah paling banyak, disusul oleh Jusuf Kalla, kemudian Hatta Rajasa, dan Jokowi. Akan tetapi dari jumlah utang, Jokowi memiliki jumlah utang yang paling banyak. Konon katanya, rasio utang Jokowi ini tergolong besar dibandingkan dengan jumlah kekayaannya karena masih tersangkut cicilan mobil dan rumah. Hasil pelaporan harta kekayaan tersebut juga sekaligus menepis isu bahwa Prabowo memiliki hutang sebesar 14 triliun yang belum dibayar dan berpotensi korup untuk melunasi utang-utangnya.

Sebagian orang menganggap bahwa calon pemimpin yang berasal dari kalangan berada tidak akan mampu menyentuh masyarakat. Sebaliknya, calon pemimpin yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dinilai akan lebih mampu berempati kepada rakyatnya jika terpilih sebagai pemimpin. Rasa-rasanya anggapan seperti ini dapat membunuh karakter anak yang terlahir dari keluarga berada.

Tidak apa memilih pemimpin yang latar belakangnya berada, asalkan harta kekayaan tersebut diperoleh dengan cara halal yang tidak merugikan orang lain. Apalagi jika dengan kekayaannya dapat ikut serta mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar dengan cara menyekolahkan ribuan anak tak mampu, mengirimkan ribuan peneliti untuk disekolahkan ke luar negeri, membangun sekolah, klinik gratis, dan fasilitas kesehatan lainnya. Itu namanya KAYA yang BERDAYA GUNA. Dan yaaa, tidak apa pula ada calon pemimpin yang banyak utang, asalkan juga memiliki kemampuan finansial untuk membayar uang tersebut dari kantongnya sendiri, bukan dari korupsi uang rakyat.

Kaya atau kurang kaya, pakailah bajumu sendiri. Yang kaya tidak perlu berpura-pura sederhana untuk meraih simpati publik. Kalau ternyata lebih efektif pakai helikopter pribadi, tidak apa-apa daripada harus pakai mobil tetapi menimbulkan kemacetan di jalan raya.

Kita ini bukan malaikat pencatat amalan yang tahu persis hati seseorang. Melihat ada orang dengan harta berlimpah, kalau tidak punya data, jangan lantas berburuk sangka bahwa kekayaan tersebut berasal dari usaha haram. Nanti terjebak pada perasaan dengki dan kena sindiran “sirik tanda tak mampu”. Yang kaya tidak usah mengejek yang kurang kaya, yang kurang kaya juga tidak perlu mengata-ngatai yang kaya. Miskin atau kaya toh cuma titipan sementara. Salam damai Ramadhan!

 

http://politik.kompasiana.com/2014/07/02/prabowo-paling-banyak-uang-jokowi-paling-banyak-utang-671090.html

 

Mencari Presiden GANTENG; Prabowo atau Jokowi?

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on July 3, 2014
Tags: ,

Masa pencoblosan Capres-Cawapres 9 Juli 2014 semakin dekat. Kedua pasang kandidat semakin gencar melakukan upaya-upaya untuk mendulang suara. Ada yang pakai pendekatan terang-terangan; yaitu terang-terangan memaparkan dan mempertajam visi misi, ada pula yang pakai pendekatan gelap-gelapan; yaitu menyebarkan kampanye gelap untuk membunuh karakter kompetitornya. Masyarakat awam yang belum memiliki pilihan mungkin akan mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan di tanggal 9 Juli nanti. Padahal seharusnya simpel saja, pilihlah calon presiden yang paling GANTENG.

GAGAH BERANI

Penampilan mungkin bagi sebagian orang tidak penting. Pepatah mengatakan bahwa janganlah menilai buku dari sampulnya. Akan tetapi diakui atau tidak, seringkali para pemilih yang masih galau baru menentukan pilihannya di bilik suara, berdasarkan calon mana yang paling enak dipandang. Di sini saya tidak membandingkan antara capres yang satu dengan capres yang lainnya, karena tim sukses keduanya menciptakan branding masing-masing. Calon yang satu memang dicitrakan sebagai sosok yang gagah dan rapi, sedangkan calon yang satu lagi dicitrakan ndeso, sederhana, dan merakyat. Jadi tergantung selera Anda. Harapan pribadi saya sih presiden yang terpilih nanti adalah sosok yang dari penampilannya dapat merepresentasikan keindahan surgawi alam nusantara Indonesia, alias enak dipandang.

Gagah juga adalah seberapa ksatria seseorang membela kehormatan  bangsanya. Calon yang satu berasal dari kalangan militer yang juga mewarisi darah ksatria sang ayah yang gugur dalam membela kehormatan bangsa di pertempuran Lengkong. Dari rekam jejak masa lalunya, calon yang ini terbiasa terjaga demi melindungi tanah air Indonesia di saat masyarakat biasa pulas dalam tidurnya. Mereka terbiasa menerabas kegelapan hutan di saat masyarakat biasa menikmati kemerdekaan dengan tenang. Adapun calon yang satu lagi terkenal sering blusukan dan dengan gagah tak segan-segan menginspeksi aparat yang kerjanya tidak benar.

AMANAH

Capres yang satu, namanya militer, patuh dalam menjalankan perintah sang atasan, meskipun pada akhirnya sosok ini menjadi pihak yang disalahkan hingga karir militernya yang gilang gemilang harus hancur lebur. Calon yang satu lagi, kita dapat menilai sendiri bagaimana cara beliau menjalankan amanah sebagai walikota dan gubernur. Oh ya, publik juga dengan jelas dapat mengetahui bahwa calon yang satu ini begitu patuh dalam mengemban mandat ketua partai.  

NASIONALIS

Orang dapat memiliki parameter tersendiri mengenai nasionalis. Ada yang mengatakan bahwa nasionalis itu dapat diukur dari mencintai dan membeli produk dalam negeri, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, ataupun bangga memakai identitas yang Indonesia banget, seperti batik dan peci. Dalam hal ini definisi nasionalis dari sejarawan Taufik Abdullah dapat menjadi tolak ukur yang bagus. Parameter nasionalisme versi beliau adalah termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang berbunyi “kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia  yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”. Ya, manusia Indonesia yang nasionalis adalah yang melakukan tindakan MELINDUNGI segenap bangsa Indonesia, dan seterusnya sesuai alinea tersebut.

Calon yang satu terlahir dan dibesarkan oleh dalam tradisi tokoh-tokoh nasionalis, menolak kapitalisme dan liberalisme, serta menginginkan kebangkitan baru Indonesia menuju peradaban madani; Indonesia yang bermartabat, adil makmur, dan sejahtera. Meskipun sosok ini cukup lama mengenyam pendidikan di luar negeri, akan tetapi tidak mengurangi kecintaannya terhadap Indonesia.

Calon yang satu lagi merupakan “produk lokal” Indonesia, lahir di Indonesia, besar dan dididik oleh sistem di Indonesia. Sosok yang  konon dicitrakan prorakyat ini diklaim telah berjasa dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui program-programnya di kota dan provinsi yang pernah dipimpinnya. 

TERBAIK

Prestasi kedua calon memang tidak dapat dibandingkan karena memiliki bidang yang berbeda, yang satu di militer, yang satu di birokrasi. Untuk menilai prestasi masing-masing calon, lihatlah dari seberapa hebat pencapaiannya dalam bidang masing-masing.

Calon yang satu merupakan bintang di bidang militer. Ia memimpin tim Kopasus yang menjadi tim pertama dari Indonesia yang berhasil mencapai Mount Everest, mendahului tim Malaysia yang saat itu juga tengah mendaki. Ia juga terlibat dalam keberhasilan meringkus pimpinan pemberontakan Fratelin dan membebaskan peneliti asing yang disandera di Mapenduma, di saat pasukan yang lain tidak berhasil melakukannya. Ia juga mendapat berbagai penghargaan dari TNI Angkatan Darat RI, di antaranya Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, Satyalancana Seroja Ulangan-III, Satyalancana Dwija Sistha, Satyalancana Wira karya, Satyalancana Raksaka Dharma, Satyalancana Kesetiaan XVI, serta penghargaan dari Pemerintah Kamboja, yaitu The First Class The Padlin Medal Ops Honor.

Calon yang satu lagi, dari berbagai penghargaan yang diraihnya, mahkota “walikota terbaik dunia” yang paling menonjol. Namun belakangan baru terungkap bahwa situs worldmayor.com sebagai pemberi mahkota diragukan kredibilitasnya. Proses pemilihan kandidat didasarkan pada usulan yang kemudian penentuan pemenangnya melalui akumulasi dukungan dari akun terbanyak yang masuk, mirip dengan sistem polling SMS ajang pencarian bakat di Indonesia. Dapat kita lihat bahwa prestasi sesungguhnya adalah keberhasilannya dan tim untuk mengerahkan dukungan agar memenangkan penghargaan tersebut.

 ELEGAN

Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang senang beramah-tamah, berbicara to the point dalam waktu yang relatif singkat adalah bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, konten yang diungkapkan seseorang jika mendapat kesempatan berbicara secara spontan dalam waktu yang singkat dapat menjadi gambaran siapa dirinya sesungguhnya dan apa yang menjadi prioritas dalam hidupnya.  Pidato spontan dalam waktu 3 menit tidak dapat mengakomodasi pencitraan. Telah banyak tulisan yang mengulas perbedaan gestur dan konten pidato 3 menit kedua capres ini.

Capres yang satu memilih untuk memberikan apresiasi dengan menyebut berbagai pihak, termasuk kepada kompetitor, serta tidak lupa untuk memberikan kesempatan kepada wakilnya untuk turut berbicara. Sedangkan capres yang satu lagi memilih untuk menyapa para senior, membicarakan filosofi keseimbangan angka 2, yang diakhiri dengan meminta dukungan untuk memilih dirinya.

NGERTI MEMIMPIN

Kedua capres yang maju pada umumnya memiliki pengalaman kepemimpinan, meskipun dalam bidang yang berbeda. Calon yang satu merupakan komandan KOPASUS, pasukan elit yang disegani dunia, serta presiden dari beberapa perusahaan. Selain itu ia merupakan salah satu pimpinan partai, yang meskipun relatif baru berdiri tetapi telah menyedot banyak suara. Yang seringkali menjadi ganjalan adalah bahwa kepemimpinan calon yang satu ini belum terbukti di dalam rumah tangga. Tentu kita sebagai orang luar tidak dapat menghakimi bahwa sosok ini bukan kepala rumah tangga yang baik. Perlu dilihat dulu alasan beliau bercerai, hubungan silaturrahimnya dengan mantan istri, serta kondisi anaknya pascaperceraian. Jika alasan bercerai karena sang suami selingkuh, kemudian menimbulkan dendam kesumat antara dua keluarga besar, dan menghasilkan anak yang kurang kasih sayang sehingga melarikan diri pada lembah hitam, boleh lah ya kita bilang itu pemimpin rumah tangga yang gagal total.

Capres yang satu lagi memiliki kehidupan rumah tangga yang dapat dibilang sukses menurut kacamata umum, hubungan yang harmonis dengan istri, dan anak-anak yang tumbuh berkembang dan berprestasi. Lebih dari itu, dalam lingkup wilayah yang pernah dipimpinnya, capres yang satu ini dinilai berhasil menyejahterakan kota dan provinsi yang dipimpinnya. Meskipun belakang ini beredar kampanye negatif bahwa sesungguhnya keberhasilan tersebut adalah palsu. Yaa, kita yang rakyat awam ini tidak tahu mana yang benar. Yang jelas, ada data yang berbicara.

GAK MALU-MALU

Nah, untuk kriteria yang satu ini sebenarnya tergantung selera pribadi. Calon yang satu gak malu-malu menunjukkan ke depan publik keinginannya menjadi presiden. Ia telah mempublikasikan dirinya sejak jauh-jauh hari sebelum masa pencalonan presiden. Sementara calon yang satu lagi terkesan malu-malu. Dulu ditanya tentang kemungkinan pencapresan selalu menjawab “ramikir copras capres”. Eh ternyata sekarang nyalon juga. 

 

http://politik.kompasiana.com/2014/07/02/prabowo-paling-banyak-uang-jokowi-paling-banyak-utang-671090.html

Jokowi Tidak Menang, Prabowo Curang

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on July 3, 2014
Tags: ,

Beberapa hari lalu di media massa beredar pernyataan kontroversial Jusuf Kalla bahwa dirinya bersama Joko Widodo optimis akan menang dalam Pemilu Presiden 2014. Hal tersebut dengan catatan bahwa pemilu berjalan lancar dan jauh dari kecurangan. “Satu yang sangat penting, insya Allah kita menang apabila pemilu jujur, karena arus bawah ini luar biasa”, demikian ungkap beliau. Dari pernyataan tersebut secara tidak langsung Kalla menunjukkan kepercayaan diri yang luar biasa bahwa TIDAK ADA yang dapat mengalahkan timnya kecuali KECURANGAN tim lawan. Sebaliknya, jika capres sebelah yang menang artinya telah terjadi kecurangan.

Saya jadi teringat masa kecil saat bermain dengan teman-teman. Jika ada yang kalah, ia akan berlari pulang ke ibunya sambil mengadu kalau temannya curang. Yah, maklum namanya anak-anak, masih kekanak-kanakan kalau menghadapi kekalahan.

Jika tim Jusuf Kalla sudah mulai mengendus adanya kecurangan di Pilpres mendatang, mengapa tidak segera melapor kepada pihak yang berwenang. Biar bisa segera diluruskan. Daripada nanti ternyata beneran kalah, terus menggugat, terus minta pemilu ulang kan repot. Lebih jauh lagi apabila isu kecurangan tersebut dihembuskan, akar rumput yang mudah tersulut dapat saja bertindak reaktif. Katanya ini negeri demokrasi, tapi kok ngeri demokrasi.

Jika Prabowo menang, bukan berarti ia curang. Tetapi yang jelas, ia telah memenuhi persyaratan UUD 1945 pasal 6A ayat 3 dan UU nomor 42 tahun 2008 pasal 159 ayat 1, yaitu mendapatkan suara minimal 20% di 17 provinsi. Data berbagai lembaga survey sudah menunjukkan bahwa elaktabilitas Prabowo semakin meroket. Jadi, tanpa melakukan kecurangan, insya Allah Prabowo menang.

http://politik.kompasiana.com/2014/07/03/jokowi-menang-prabowo-curang-671354.html

Uang Kadeudeuh; Penghargaan Gubernur terhadap Guru

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Sebanyak 384 orang guru non PNS tingkat TK, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA Wilayah VI Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat hadir dalam acara penyerahan “uang kadeudeuh” dari Gubernur Jawa Barat pada tanggal 11 Januari 2013 lalu. Penyerahan uang hibah tersebut dikoordinasikan oleh pengurus PGRI Kecamatan Jampangkulon di ruangan aula SMK Al-Madani, Jampangkulon. Ketua PGRI Kecamatan Jampangkulon dalam sambutannya menyatakan bahwa sesuai dengan namanya, uang “kadeudeuh” ini merupakan bentuk penghargaan dari Pemerintah kepada para guru. “Mengenai isu politik menjelang Pilgub Jabar 2013, kita sudah dewasa untuk menyikapi. Para guru jangan mudah terprovokasi. Sangat wajar apabila Pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terutama kaum pendidik dan tenaga kependidikan. Jangan lihat dari nominalnya, tetapi lihatlah dana ini sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan terhadap para guru”.

Meskipun “uang kadeudeuh” yang diberikan relatif tidak besar, yaitu Rp.150.000 per guru, tampak rona suka cita di wajah para guru yang hadir. “Bagi mereka, nilai uang segitu cukup membesarkan hati, mengingat bahwa gaji yang mereka terima per bulan hanya berkisar Rp.300.000, bahkan ada yang sama sekali tidak menerima gaji. Untuk standar hidup di desa, uang kadeudeuh ini lumayan untuk ongkos sebulan,” ujar Utami Risnayati, Pengawas pendidikan tingkat Taman Kanak-Kanak Wilayah VI Jampangkulon. “Para guru ini banyak yang sudah bertahun-tahun masih berstatus sebagai honorer. Meskipun demikian, dedikasi mereka terhadap pendidikan tidak usah diragukan,” lanjutnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Deny Juanda menyatakan bahwa uang “kadeudeuh” untuk 415.507 guru di Jabar merupakan janji kampanye Ahmad Heryawan-Dede Yusuf saat Pemilihan Gubernur Jabar 2008. Program peningkatan kesejahteraan guru di Jawa Barat ini telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sudah melalui pengesahan oleh lembaga eksekutif maupun legislatif. Dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Disdik Jabar tahun 2011, Dinas Pendidikan Provinsi Jabar mengalokasikan dana sebesar Rp.66.666.700.000 dari APBD 2011 untuk program kesejahteraan guru. Dana tersebut dibagi menjadi dua sasaran, yaitu 62% atau sebesar Rp.41.550.700 untuk uang “kadeudeuh” untuk guru PNS/non PNS serta Rp.25.116.000 untuk bantuan kesejahteraan guru bantu dan guru non PNS daerah terpencil serta perbatasan Jabar.

Tidak semua guru honorer mendapatkan uang “kadeudeuh” ini. Hanya yang mengajukan usulan dan mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang mendapatkan bantuan. Di Jampangkulon sendiri, dari total 384 orang guru yang mengajukan usulan, hanya sekitar 360 orang yang lolos. Berdasarkan musyawarah antara pengurus PGRI dengan para guru, disepakati bahwa uang “kadeudeuh” diberikan kepada semua guru yang mengajukan usulan. Artinya ada subsidi dari guru yang mendapat bantuan kepada guru yang tidak mendapatkan bantuan. Memang luar biasa solidaritas para guru ini, di tengah keterbatasan ekonomi masih saja berpikir untuk berbagi dengan sesama guru. Para guru yang hadir mengaku merasa senang dan bersyukur. Bagi mereka, nilai pengakuannya lebih berharga dibandingkan dengan nilai nominalnya. “Apalagi jika nominalnya ditingkatkan dan bisa berkesinambungan,” ujar Ibu Rinasari, guru TK Aisyiyah IV Jampangkulon seraya tersenyum.

 

http://edukasi.kompasiana.com/2013/01/13/uang-kadeudeuh-penghargaan-gubernur-terhadap-guru-519284.html

Kolaborasi Penghijauan ala Jokowi-Aher

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Hanya bila pohon terakhir telah tumbang ditebang; hanya bila tetes air sungai terakhir telah tercemar; hanya bila ikan terakhir telah ditangkap; barulah kita sadar bahwa uang di tangan tidak dapat dimakan (kata bijak suku Indian).

 

DAS Citarum merupakan DAS terbesar dan terpanjang di Jawa Barat yang luasnya mencapai 727.046 Ha. Di dalam DAS yang terdiri dari 12 sub DAS ini terdapat tiga waduk besar yaitu Waduk Saguling, Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur. Pesatnya tingkat pertumbuhan penduduk yang berkorelasi dengan peningkatan kebutuhan terhadap pangan maupun permukiman menyebabkan bagian hulu DAS Citarum telah beralih fungsi menjadi daerah pertanian, sementara daerah hilirnya berubah menjadi daerah pemukiman dan industri. Padahal peran dan fungsi DAS Citarum sangat vital, yaitu sebagai sumber irigasi pertanian seluas 300.000 Ha, sumber air minum, serta pengendali terjadinya banjir di Bandung, Cimahi, Cianjur, Purwakarta, Bekasi, Karawang dan Jakarta.

Tanpa adanya kontrol terhadap lingkungan DAS, masalah-masalah lingkungan yang kemudian muncul di antaranya adalah penurunan kualitas air, penurunan kesuburan tanah, munculnya banjir, kekeringan, kebakaran, tanah longsor, dan serangan hama maupun penyakit pada tanaman. Banjir yang melanda sejumlah kabupaten di Jawa Barat yang dilalui aliran Sungai Citarum terjadi karena kerusakan lingkungan di hulu DAS Citarum. Tidak hanya berdampak pada Jawa Barat, kerusakan lingkungan di DAS Citarum juga berdampak pada daerah-daerah sekitarnya, seperti Jakarta. Selain “disalahkan” sebagai penyebab terjadinya banjir, Citarum juga “mengirimkan” air yang tercemar oleh berbagai limbah, mulai dari limbah peternakan, limbah industri, maupun limbah pupuk.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan upaya penghijauan DAS Citarum dengan penganggaran dana sebesar lima miliar rupiah melalui Program Penghijauan dan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Kegiatan yang dimulai pada tanggal 29 Desember 2012 tersebut melibatkan jajaran Kodam III/Siliwangi. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyatakan bahwa TNI dipilih karena dinilai memiliki pengalaman dan kecepatan dalam melaksanakan kegiatan penghijauan tersebut, sekalipun di medan sulit. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Sonny Wijaya sendiri menilai bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan penghijauan dan pembersihan DAS Citarum sejatinya merupakan amanat undang-undang.

Wujud kepedulian Pemerintah Jawa Barat terhadap lingkungan hidup juga tercermin dari Gerakan Jawa Barat Hijau Berbasis Sekolah (Green School). Kegiatan penanaman pohon yang pencanangannya dilakukan oleh Ahmad Heryawan di Desa Datar Nangka Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi, 27 Desember 2012 lalu mencapai lahan seluas 4 Ha. Kegiatan tersebut melibatkan 400 orang staf di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Barat, 300 staf OPD Kabupaten, 2650 siswa-siswi sekolah, 7 Organisasi Wanita Tingkat Provinsi untuk kegiatan GPTP, 400 penyuluh Pertanian Kehutanan, masyarakat, dan organisasi Lainnya. Pelaksanaan Green School akan melibatkan siswa sekolah dan masyarakat secara serentak di 5.899 desa, 625 kecamatan di 26 Kabupaten/Kota seluruh Jawa Barat.

Ahmad Heryawan menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah bersama masyarakat Jawa Barat dalam melestarikan lingkungan. Lebih jauh lagi, keterlibatan siswa-siswi sekolah ditujukan untuk menanamkan kecintaan anak terhadap lingkungan sejak dini sehingga menanam dan memelihara pohon kelak akan menjadi budaya masyarakat.

Tidak perlu menunggu bertahun-tahun, kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di seluruh kawasan Jawa Barat ini telah menghasilkan “buah pertama”, yaitu penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena berhasil memecahkan rekor penanaman pohon terbanyak. Menurut Awan Raharjo, Ketua Tim Penilai dari MURI, kegiatan penanaman 11 juta batang pohon oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat memecahkan rekor MURI sebagai kegiatan penanaman pohon terbanyak dalam program penghijauan.

Program penghijauan bukan semata urusan pemerintah setempat. Tetapi juga perlu melibatkan daerah-daerah tetangga. Saat bertemu dengan Ahmad Heryawan di Gedung Sate, November 2012 lalu, Gubernur daerah provinsi tetangga, DKI Jakarta, Jokowi sepakat untuk berkolaborasi mengatasi berbagai permasalahan menyangkut kedua provinsi. Masalah banjir, air baku, dan transportasi menjadi prioritas. Jokowi juga menyatakan siap untuk sharing anggaran meskipun besarannya belum ditentukan.

Adapun untuk di Jakarta, Gubernur Jokowi juga menggalakkan penghijauan. Berbeda dengan Ahmad Heryawan, Jokowi justru memulai penghijauan dari lingkungan masjid. Menurutnya, strategi penanaman pohon yang berawal dari masjid ini didasarkan atas pertimbangan bahwa jumlah masjid di Indonesia yang sudah mencapai sekitar 8.000 masjid. Secara simbolis, pencanangan penghijauan melalui masjid di Jakarta diawali di Masjid Sunda Kelapa pada Acara Gebyar Muharram 1434 H dan Tabligh Akbar Tausyiah Muharram, 15 November 2012 lalu.

Semoga ke depannya, Pemerintah bersama-sama dengan masyarakat bisa semakin concern terhadap lingkungan hidup. Tidak perlu menunggu pohon terakhir tumbang ditebang, tetes air sungai terakhir tercemar, ikan terakhir untuk ditangkap agar kita menyadari bahwa menjaga kelestarian alam itu sangat penting. Tidak ada lagi istilah “Leuweung rusak, cai beak, rahayat balangsak”.

 

Referensi:

http://www.seputar-indonesia.com/news/hijaukan-das-citarum-pemprov-kucurkan-rp5-m

http://www.ahmadheryawan.com/home/di-media-2/2090-heryawan-terima-piagam-muri-menanam-pohon-terbanyak

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/12/11/15/mdiomg-jokowi-awali-penghijauan-dari-masjid

http://www.dephut.go.id/index.php?q=id/node/6315

http://dishut.jabarprov.go.id

 

http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/01/14/strategi-penghijauan-ala-jokowi-aher-519400.html

Dana Bos Sudah Cair, Anak Sekolah Tidak Boleh Ada yang Bunuh Diri lagi!

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Dewasa ini, media massa kerap menyajikan berita mengenai kasus bunuh diri di kalangan pelajar. Nana Robiatun (17 tahun), siswi MA Futuhiyah Grobogan Jawa Tengah, nekad mengakhiri hidup karena tidak dapat melunasi SPP sebesar Rp.250.000 sebagai syarat mengikuti ujian semester (Harian Suara Merdeka, edisi 7 Juni 2012). Yanto (13 tahun), berupaya menggantung diri dengan seutas kabel karena malu tidak bisa membayar iuran kegiatan ekstrakurikuler sebesar Rp.2.500 di sekolahnya (GATRA, edisi 29 Agustus). Sembodo (10 tahun) siswa kelas IV SDN Pohkumbang, Kebumen, gantung diri karena orangtuanya tidak bisa membelikan buku gambar (Suara Merdeka, edisi 24 Juli 2004).

Tragis memang, jika cita-cita besar generasi muda Indonesia harus kandas karena tidak ada biaya untuk sekolah. Barangkali masyarakat sudah sangat geregetan menyaksikan fenomena tersebut. Mau pinter kok repot. Tidak habis pikir, anak kecil yang notabene masih senang bermain, juga ikut-ikutan memikirkan hal-hal yang harusnya menjadi urusan orangtua. Pada faktanya, biaya sekolah seringkali menjadi masalah yang menghanguskan cita-cita anak-anak miskin di negeri ini.

Sebagai warga Jawa Barat, saya patut bersyukur mencermati kinerja pemerintah daerah dalam bidang pendidikan. Berdasarkan, website resmi Pemerintah Jawa Barat, http://www.jabarprov.go.id, upaya peningkatan taraf pendidikan yang telah dilakukan oleh Pemerintah di antaranya penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas), pemberian Bantuan Gubernur Untuk Siswa (BAGUS), pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pembangunan ruang kelas baru, perbaikan gedung sekolah, Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) bagi SMA/SMK Swasta se-Jawa Barat, pendidikan Paket B dan C secara massal untuk usia >15 tahun, serta pemberian insentif guru PNS dan honor guru bantu SD dan MI terpencil.

Baru-baru ini, 18 Januari 2013, Gubernur menggelontorkan dana BOS senilai Rp.984 miliar ke rekening masing-masing penanggungjawab sekolah. Berbeda halnya seperti pada tahun 2011 yang pencairan dana BOS melalui Kabupaten/Kota, pada tahun 2012 dan 2013 ini dana langsung ditransfer ke sekolah. Harapannya dengan sistem tersebut pencairan dana menjadi lancar (http://www.ahmadheryawan.com)

Untuk periode Januari, Februari, dan Maret, dana BOS yang dialokasikan untuk SD/SDLB sebesar Rp 683,8 miliar. Sedangkan untuk SMP, SMPLB, dan SMP Terbuka sebesar Rp 300,7 miliar. Adapun alokasi keseluruhan dana BOS Jawa Barat untuk periode Januari sampai Desember 2013 total dana BOS sebesar Rp 4,161 triliun; Rp.2,761 triliun untuk siswa SD/SDLB; Rp.1,219 triliun untuk SMP-SMPLB-SMP Terbuka; dan Rp.179,8 miliar untuk dana cadangan semua SD dan SMP. Dari dana tersebut, alokasi untuk SD sebesar Rp 580 ribu per siswa per tahun, SMP sebesar Rp.710 ribu per siswa per tahun, dan SMA sebesar Rp. 1 juta per siswa per tahun. “Nanti tambahan dari provinsi Rp. 200 ribu per siswa per tahun, jadi totalnya Rp 1,2 juta per siswa per tahun. Dengan demikian SMA pun insya Allah akan gratis secara bertahap,” papar Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Selain pencairan dana BOS yang langsung ke rekening setiap sekolah, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga membuat terobosan baru melalui software pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Melalui software ini, penyaluran dana BOS dapat dipantau dengan mudah untuk mencegah penyelewengan dan kesalahan pelaporan, dan yang paling penting tepat sasaran.

Harapannya, upaya Pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan disambut dan didukung dengan baik oleh masyarakat. Bantuan dana maupun fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan pendidikan. Sehingga mimpi besar kita semua dapat terwujud, masyarakat Jawa Barat yang pinter, bageur, tur bener. Semoga!

 

http://edukasi.kompasiana.com/2013/01/23/dana-bos-sudah-cair-anak-sekolah-tidak-boleh-ada-yang-bunuh-diri-lagi-522101.html

Kerrrreeeen, Ada Pejabat Hafal Al-Qur’an!

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Anda pernah mendengar nama Muhammad Moursi? Ia adalah presiden Mesir saat ini. Sebagai seorang presiden, Moursi berbeda. Ia lebih memilih untuk tinggal di rumah kontrakannya dibandingkan di dalam istana kepresidenan yang sakral tetapi pintunya tidak dapat ditembus rakyat. Ia selalu menjadi imam shalat berjamaah di masjid dan meminta penjagaan dari pasukan pengawal kepresidenannya tidak terlalu ketat. Ia menjadi imam bukan karena posisinya sebagai pemimpin yang patut disegani, tetapi karena Moursi memang layak menjadi imam shalat. Ya, ia adalah seorang hafidz alias orang yang hafal Al-Qur’an!

Apa istimewanya seorang penghafal Al-Qur’an? Pada masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, pemilihan seorang pemimpin dilihat berdasarkan banyak hafalannya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah bersabda, “yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” Abu Hurairah berkata, “Rasulullah mengutus sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasullah mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada sahabat yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al-Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al-Baqarah?” Tanya Rasulullah lagi. Sahabat tersebut menjawab, “Benar.” Rasulullah bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i). Orang yang memiliki hafalan Al-Quran juga memiliki posisi istimewa di mata Rasulullah. Suatu saat Rasulullah akan menguburkan dua orang sahabat yang syahid pada Perang Uhud, kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal AlQurannya? Ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (Hadits Riwayat Bukhari).

Secara ilmiah, orang yang sering berinteraksi dengan Al-Quran akan memiliki jiwa yang lebih stabil dan tahan terhadap stress. Penelitian ilmiah oleh Prof. DR. Shalih bin Ibrahim, professor ilmu Kesehatan Jiwa, dilakukan untuk mengetahui dampak hafalan Al-Quran terhadap kesehatan jiwa. Penelitian yang dilakukan terhadap 340 orang mahasiswi di Jeddah ini membuktikan bahwa peningkatan jumlah hafalan Al-Quran meningkatkan kesehatan jiwa.

Penelitian di Klinik Besar Florida Amerika Serikat oleh Dr. Al-Qadhi berhasil membuktikan bahwa dengan mendengarkan bacaan Al-Quran membuat seorang Muslim, baik bisa berbahasa Arab maupun tidak, dapat merasakan perubahan fisiologi. Penelitian yang ditunjang oleh detektor tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik menunjukkan bahwa bacaan Al-Quran berpengaruh hingga 97% dalam menurunkan depresi, kesedihan, dan mempercepat penyembuhan penyakit.

Jika Mesir dapat berbangga dengan Presiden Muhammad Moursi, di Indonesia juga terdapat beberapa kepala daerah yang merupakan penghafal Al-Quran. Beberapa di antaranya adalah Gatot Pujo Nugroho, ST (PJS Sumatera Utara), Prof. H. Dr. Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat), KH. Muhammad Zainul Majdi, Lc. MA (Gubernur Nusa Tenggara Barat), Drs. H. Abdul Ghani Kasuba (Wakil Gubernur Maluku Utara), Dr. Nur mahmudi Ismail (Walikota Depok), serta H. Ahmad Heryawan, Lc (Gubernur Jawa Barat).

Sebagai seorang pemimpin, tentunya memiliki jiwa yang sehat dan tahan stress adalah hal yang sangat dibutuhkan. Dapat dibayangkan, tuntutan pekerjaannya tidak hanya menguras energi secara fisik, tetapi juga melelahkan secara mental. Bisa jadi, kedekatan dengan Al-Quran menjadi semacam terapi untuk menjaga agar vitalitas tetap prima.

 

 

 

 

 

 

 

 

http://www.pkskabbandung.com/2012/10/jika-mesir-bangga-dengan-presiden.html

http://www.dakwatuna.com/2012/07/21416/mursi-memang-beda/

http://www.voa-islam.com/news/hikmah/2009/09/07/1018/penelitian-ilmiahmenghafal-al-qur%27an-melindungi-dari-stress

http://wahdah.or.id/kajian-dasar/tuntunan-dasar-islam/lainnya/penelitian-ilmiah-pengaruh-bacaan-al-qur-an-pada-syaraf-otak-dan-organ-tubuh-lainnya-subhanallah-menakjubkan.html

http://sosok.kompasiana.com/2013/01/24/kerrrreeeen-ada-pejabat-hafal-al-quran-522509.html

Ini Dia, 4 Fakta Menarik tentang Traktor

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Sebagaimana telah kita ketahui, Indonesia yang kita cintai ini terletak di kawasan iklim tropis yang dilewati oleh jalur pegunungan vulkanik. Kondisi demikian menyebabkan tanah Indonesia memiliki kandungan unsur hara yang melimpah sehingga sektor pertanian sangat berpotensi untuk menjadi penggerak utama ekonomi.

Dalam bidang pertanian, berbagai alat digunakan guna membantu meringankan pekerjaan manusia. Zaman dahulu petani membajak sawah dengan menggunakan cangkul atau bajak yang ditarik hewan ternak, seperti sapi atau kerbau. Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi pertanian serta adanya target untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara cepat dan berkelanjutan, eksistensi tenaga manusia maupun hewan ternak dalam membajak lahan pertanian lambat laun digantikan oleh mesin. Sebagai konsumen produk-produk hasil pertanian, kita patut berterima kasih kepada penemu mesin pembajak alias traktor. Membajak dengan traktor dinilai lebih cepat dengan ongkos yang lebih efisien dalam penggunaan jangka panjang dibandingkan dengan membajak menggunakan hewan ternak. Kebayang nggak kalau membajak sawah yang luasnya berjuta-juta hektar dengan cangkul atau kerbau?

Nah, di balik traktor sebagai alat pertanian, ternyata terdapat fakta-fakta yang menarik. Berikut ini 4 fakta menarik seputar traktor:

 

 

1. Traktor terbesar di dunia

 

 

Big Bud 16-V 747 merupakan traktor terbesar di dunia. Traktor ini dibuat pada tahun 1977 di Montana, Amerika Serikat, dengan panjang 27 kaki, lebar 20 kaki, tinggi 14 kaki, dan bobot 100.000 kg. Traktor raksasa ini dapat mengolah lahan pertanian seluas 60 Ha/jam, dengan kecepatan 8 mph.

 

2. Balapan traktor

Traktor rupanya tidak hanya dipakai untuk menggarap lahan pertanian. Puluhan petani di Solo Raya mengikuti balapan traktor di Desa Karangtalun, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah. Lomba yang digelar tanggal 12-13 Desember 2011 ini diikuti oleh 90 peserta, yaitu terdiri dari 77 peserta petani dan 8 peserta dari anggota TNI. Para pembalap harus beradu cepat mengemudikan traktor di area seluas satu petak sawah dengan jarak tempuh 100 m. Lomba ini merupakan agenda sosialisasi penerapan teknik membajak sawah terhadap para petani yang selama ini masih tergantung pada kerbau dalam pengolahan lahan pertanian. Informasi selengkapnya.

 

3. Traktor “ajaib” made in Indonesia

Dua orang guru SMK 1 Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Syamsuri dan Abdul Malik berhasil menciptakan hand tractor multifungsi. Alat pertanian ini diberi nama “Ulik” yang dalam bahasa daerah Sumbawa Barat berarti “cepat”. Dengan mesin berkekuatan 25 PK, Traktor Ulik yang dilengkapi dengan 4 roda memiliki fungsi untuk membajak, menggemburkan, sekaligus menanam dalam waktu bersamaan. Penyatuan fungsi-fungsi tersebut membuat Traktor Ulik menjadi mesin yang lebih efisien, murah, dan dapat menyelesaikan pekerjaan petani dalam waktu singkat. Informasi selengkapnya.

 

 

4. Traktiran ribuan traktor untuk petani Jabar

Kabar gembira untuk para petani di Jawa Barat! Tahun 2013 ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membagikan sejumlah traktor kepada seluruh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jabar. Dengan adanya pembagian traktor ini, masa tanam dan panen padi dapat dilakukan secara serentak sehingga dapat menjamin penyediaan stok beras di Jawa Barat. Dari 6000 Gapoktan di Jawa Barat, pada tahun 2000-2010 hanya 2000 Gapoktan yang mendapat bantuan traktor. Sementara itu, pada tahun 2000-2013, sudah 2450 gapoktan yang menerima bantuan traktor. Jadi ada sekitar 1550 Gapoktan lagi yang belum mendapatkan bantuan traktor.

“Nanti akan saya selesaikan pada jabatan Gubernur mendatang,” janji Ahmad Heryawan, calon Gubernur dengan nomor urut 4, seperti yang dilansir oleh Inilah Koran Online, 23 Januari 2013 lalu.

http://unik.kompasiana.com/2013/01/26/ini-dia-4-fakta-menarik-seputar-traktor-523152.html

Ini Dia, 4 Fakta Menarik Seputar Bajaj

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on March 12, 2013

Konon katanya, sopir bajaj itu merupakan orang yang paling sering mengingatkan orang-orang untuk berdzikir! Bagaimana nggak, kendaraan rakyat yang satu ini memang suka sekali menikung sembarangan. Bahkan kabarnya, hanya Tuhan dan sopir yang tahu kapan bajaj tersebut akan menikung. Sebagai penumpang, cukup duduk manis dan banyak-banyak berdoa saja demi keselamatan, hehe. Meskipun begitu, bajaj bisa dibilang kendaraan antimacet lho, karena bisa nyelip-nyelip, miring-miring melewati jalan sempit sekalipun. Ckckck… Nah, ternyata di balik kendaraan bajaj yang fenomenal, ada beberapa fakta menarik yang perlu kita ketahui. Ini dia 4 fakta menarik seputar bajaj:

 

1. Bajaj paling mewah

 

 

Sumber gambar: pikipimp.com

 

Siapa bilang bajaj adalah sarana transportasi murahan? Tahu nggak, BMW yang merupakan salah satu produsen mobil mewah dunia akan memproduksi kendaraan roda tiga ini. Idenya berasal dari Ralph Panhuyzen yang ingin membuat kendaraan efisien (Space Efficient Vehicle = SEV). Lalui dikembangkanlah iSetta, kendaraan roda tiga yang merupakan perpaduan antara mobil dan sepeda motor. Kendaraan ini sempat diproduksi BMW pada tahun 1957 dan menuai popularitasnya pada saat Perang Dunia II. Untuk iSetta versi baru, konsep yang dipakai tetap “tiga roda”, dua roda di depan dan satu roda di belakang. Pengemudi pun tetap diposisikan di depan. Yaa, persis bajaj. Meskipun kecil, kendaraan ini dapat melesat dengan kecepatan antara 125-155 km/jam. Kebayang kalau di Indonesia ada bajaj model begini. Udah kecil nyelip-nyelip, ngebut, makin kenceng deh dzikir penumpangnya, hehe.

 

 

2. Keliling dunia dengan bajaj


 

Keliling dunia tidak melulu pakai pesawat. Dewasa ini, orang-orang semakin kreatif memilih sarana transportasi. Dua orang guru asal Inggris memilih bajaj sebagai sarana transportasi untuk keliling dunia. Wow, sampai berapa lama ya? Rich Sears dan Nick Gough tidak hanya berniat pelesiran, tetapi misi keliling dunia mereka adalah untuk kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap pentingnya pendidikan, terutama di negara-negara tertinggal. Penjelajahan yang dimulai bulan September 2012 lalu ini direncanakan akan selesai pada tahun 2013. Nah, bagaimana ya kabarnya Rich dan Nick? Lihat saja di website resminya, www.tuktuktravels.com.

 

3. Bajaj berubah jadi robot Transformer


 

 

Pada akhir tahun 2011, di kalangan pengguna internet beredar video animasi singkat. Video yang berjudul “Pada Suatu Ketika” tersebut menampilkan adegan bajaj dan bus kota yang berubah bentuk menjadi robot ala film Transformer. Menariknya, video animasi unik ini ternyata hasil garapan sebuah studio di Solo yang bernama Lakon Animasi. Detail-detail yang ditampilkan dalam video pun Indonesia banget, seperti mangkuk cap ayam jago yang digunakan untuk menyajikan mie instan rebus, bungkus rokok kretek tanpa filer, sampai kendaraan khas Indonesia, bajaj dan bus kota dengan tempelan stiker “Do’a Ibu”. Dibuka dengan soundtrack “Perdamaian” yang dibawakan grup kasidah Nasyida Ria, video animasi ini bercita rasa Indonesia banget. Penasaran dengan videonya? Capcus aja ke mari,

 

4. Gubernur Jabar ternyata juragan bajaj

 

Pada verifikasi terhadap harta kekayaan Ahmad Heryawan sebagai calon Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018, diketahui bahwa gubernur yang low profile ini memiliki usaha tambahan dari operasional 2 unit bajaj. Kendaraan yang dibeli Aher pada tahun 2001 tersebut menghasilkan pemasukan tambahan sebesar Rp.400 ribu per unit per bulan. Setelah hampir lima tahun memimpin Jawa Barat, jumlah bajaj ini tidak bertambah.

Tentunya bukan Aher sendiri yang mengoperasikan bajajnya. Ya iya lah, mana sempat. Wong selama ini Aher keliling pelosok Jawa Barat terus untuk melihat kondisi masyarakatnya. Jadi Aher punya “staf ahli” yang mengelola bajajnya. Mungkin cuma Aher gubernur yang jadi juragan bajaj. Unik juga ya ide bisnisnya, daripada korupsi. Bisa jadi ide buat Anda juga yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari jalan halal, hehe.

http://unik.kompasiana.com/2013/01/27/ini-dia-4-fakta-menarik-seputar-bajaj-523197.html

Next Page »