Revive Risha


Di Luar Hujan, Tetaplah di Sini

Posted in Puisi by rishapratiwi on June 30, 2013
Tags:

Awan sedang khawatir matahari lupa janji untuk kembali.

maka hujan bulan Juni memeluk rapat agar ia tak dapat pergi.

Di luar hujan. Tetaplah di sini.

 

Sumber gambar: weheartit.com

Sumber gambar: weheartit.com

Sudah Tak Sama

Posted in Puisi by rishapratiwi on November 12, 2012
Tags:

Tak sama,

saat kita masih berseragam putih merah sembari mengelap ingus yang naik turun

dengan kita yang sudah melangkah gagah memakai toga

 

Tak sama,

sudah terjeda berapa lama,

lalu mengapa masih harus mengangankan kita yang seperti dulu

 

Sumber gambar: http://arbroath.blogspot.com/2010/05/non-identical-twins.html

Rab Ne Bana Di Jodhi

Posted in Puisi by rishapratiwi on November 5, 2012
Tags:

Mungkin kamu agak membosankan

Tapi semoga miskinnya humormu adalah pencegah dari terpelesetnya lidah

 

Mungkin kamu tidak kenal apa itu Suju

Tapi semoga kamu hafal sejarah Rasulullah seperti kamu menghafal biografimu

 

Mungkin kamu tidak populer

Tapi semoga di langit sana, Allah membanggakanmu sebagai makhluk kesayangan-Nya

*****

 

Habis nonton Film “Rab Ne Bana Di Jodi”
memang susah sih untuk tidak jatuh sayang sama orang baik, apalagi
sama orang shalih
:’)

Rindu Rumah-Mu

Posted in Puisi by rishapratiwi on October 12, 2012
Tags: , ,

Apa rinduku telah cukup pantas untuk berbalas?

Apa rinduku telah genap untuk selalu mengharap?

 

Jagain Mamah, ya Pak.

Sampai jumpa bulan depan 🙂

*Iih, lain kali ajak-ajak dong kalau mau bertamu ke Rumah Allah >_<

Semua Mirip Kamu

Posted in Puisi by rishapratiwi on July 26, 2012
Tags: , , , ,

Lihat bintang, kok mirip gigimu

Lihat awan, kok mirip pipimu

Lihat hujan, kok mirip alismu

Lihat pelangi, kok mirip kukumu

 

Ah, namanya juga rindu 😥

 

Image

Sumber gambar: mliberalguy.blogspot.com

Seribu Bangau Kertas

Posted in Puisi by rishapratiwi on July 21, 2012
Tags: , , , ,

 

Sampai sepuluh kali lipat pun, sepuluh ribu jumlahmu sekalipun

engkau tak akan mampu mengejakan pesanku untuk langit

karena bukan begitu caranya meminta, sayang

***

 

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Al-Fathihah : 5

 

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar

Al-Baqarah: 153

 

***

 

*Seribu bangau kertas adalah kumpulan origami berbentuk bangau yang dirangkai bersama dengan benang. Dilatarbelakangi terhadap kepercayaan bahwa bangau adalah makhluk suci di Jepang, legenda Jepang menyatakan bahwa orang yang membuat origami seribu bangau kertas akan dikabulkan satu permohonannya.

Kepada Hatiku


Siti Hajar punya Allah,

penyertanya dalam dzikir di pepasir

 

Asma’ punya Allah,

penegak tulang punggungnya dalam tasbih di tebing-tebing

 

Sumayyah punya Allah,

pembelai lukanya dalam takbir di ujung tombak runcing

 

Jawablah hatiku,

Pernahkah iman tega mengantarmu pada kesepian, kelelahan, atau ketakutan?

 

Image

Peduli Apa pada Kepedulian

Posted in Puisi by rishapratiwi on July 3, 2012
Tags: , , , ,

Atas dasar kesibukan

mari saling mengabaikan

 

Atas dasar tidak ada kepentingan

mari saling melupakan

 

Peduli apa pada kepedulian!!

Sejak kau pergi, empati sudah lama mati..

Sumber gambar: toberated.tumblr.com

 

I don’t care what you say
I don’t play the same games you play.

I don’t care what you say
We never played by the same rules anyway.

-Phil Collins, “I Don’t Care Anymore”

 

 

Cinta adalah Perkara Sederhana

Posted in Puisi by rishapratiwi on June 2, 2012
Tags: ,

Bagiku tetap, cinta adalah perkara sederhana

ia hanya membelai jantungmu agar berdenyut lebih lembut

membuka hatimu agar terbentang lebih lapang

menyemai senyummu agar berbunga lebih berwarna

 

Kucari Jalan-Mu

Posted in Puisi by rishapratiwi on May 28, 2012
Tags: , , ,

Aku yang tersesat

dalam hiruk-pikuk cerita hidup

terdampar

dalam kering perjalanan kita

Adakah jalan untukku kembali

bilapun ada

kusudah lelah

kuingin menepi

Tuhan..

Selamatkan hamba

Hamba masih ingin melihat senyum ibu

Hamba rindu menatap mata ayah

 

7 April 2005

 

Next Page »