Revive Risha


Hal-Hal yang tidak Banyak Diketahui tentang Kuda Prabowo

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on July 3, 2014
Tags: , ,

Capres 2014 nomor 1, Prabowo Subianto, memiliki hobi yang unik, yaitu memelihara kuda dan hewan ternak lainnya. Kabar yang digembar-gemborkan ke publik adalah asset peternakan kuda tersebut harganya tidak main-main, bahkan ada satu ekor kuda kesayangan Prabowo yang berharga 3 miliar. Untuk kita yang rakyat biasa, barangkali hobi mahal tersebut hanya menghabiskan uang saja. Berikut ini ada beberapa hal yang tidak banyak orang ketahui terkait kuda Prabowo.

1. Tujuan Prabowo kampanye dengan menunggang kuda

Pada kampanye Partai Gerindra, Prabowo pernah memeriksa kesiapan kadernya dengan menunggang kuda. Berbeda dengan ketua umum atau ketua partai menggunakan mobil. Aksi  yang tidak lazim ini cukup menuai kontroversi. Padahal pesan yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Prabowo dengan menunggang kuda tersebut adalah mengajak masyarakat untuk memberdayakan peternakan. Memelihara ternak, ternak tersebut akan beranak-pinak dan menghasilkan keuntungan.

Prabowo di komplek kediamannya, Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, telah lebih duluan mengembangkan peternakan. Terdapat puluhan kuda serta ratusan sapi dan kambing di peternakan yang memberdayakan masyarakat sekitar tersebut.

2. Kuda Luciano, kuda istimewa

Kuda yang ditunggangi Prabowo dalam kampanye Partai Gerindra ternyata merupakan jenis Luciano. Kuda yang biasa ditampilkan dalam sirkus ini memiliki keistimewaan dibandingkan dengan kuda biasa. Kuda ini dapat melakukan gerakan akrobatik, seperti duduk, memberi hormat, atau melompati palang rintangan. Kuda jenis inilah yang disebut-sebut berharga senilai 3 miliar rupiah.

3. Kuda juara dunia

Kuda Prabowo yang gagah-gagah ternyata bukan cuma buat mainan. Tidak banyak yang tahu dan memang tidak banyak diungkap di media bahwa hobi memelihara kuda Prabowo ini ternyata telah mengharumkan nama bangsa, yaitu dalam turnamen polo kuda bergengsi, All Asia Cup. Dalam turnamen yang digelar 18 Januari 2014 di Bangkok tersebut tim Indonesia yang dibina langsung oleh Prabowo berhasil meraih juara umum, mengalahkan tim Filipina, Kamboja, India, Korea Selatan, Cina, Thailand, dan Brunei.

Cabang olahraga polo kuda ini bukan olahraga asli Indonesia, tetapi dengan tekad yang kuat dan latihan yang sungguh-sungguh ternyata Indonesia mampu mengibarkan benderanya di kancah internasional. Olahraga berkuda ini memang olahraga yang relatif mahal. Konon katanya di negara-negara Eropa sana, olahraga ini mainannya para bangsawan. Lalu, kuda-kuda yang dipakai bertanding di kejuaraan internasional itu dari mana asalnya? Dari peternakan kuda Prabowo, lebh dari 70 ekor kuda yang dipakai untuk berlatih dan bertanding. Tempat latihannya di mana? Di arena berkuda pribadi milik Prabowo, Nusantara Polo Club, di Cibinong, Jawa Barat.

Memang makan piala tidak bikin kenyang rakyat Indonesia. Akan tetapi, pencapaian prestasi tersebut menunjukkan seberapa serius seseorang mengangkat martabat negaranya agar sejajar dengan negara-negara di dunia. Meskipun orang tersebut tidak masuk di dalam pemerintahan.

4. Kuda poni Prabowo lucu-lucu

Selain kuda-kuda yang berpostur gagah, ternyata Prabowo juga memelihara kuda poni yang lucu-lucu. Kuda-kuda poni tersebut biasanya dikeluarkan dari kandangnya setiap hari Minggu untuk dibawa jalan-jalan di lingkungan sekitar. Anak-anak penduduk setempat mengaku pernah menunggangi kuda-kuda tersebut.

Demikian sedikit info mengenai kuda-kuda Prabowo. Bagi yang memelihara kuda juga, tidak perlu mencibir yang memelihara ayam. Bagi yang memelihara kambing atau ayam, juga tidak usah menghujat yang memelihara kuda. Jangan sampai karena hewan peliharaan, para pendukung jadi adu pentung. Salam damai Ramadhan!

Prabowo Paling Banyak Uang, Jokowi Paling Banyak Utang

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on July 3, 2014
Tags: , , ,

 

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi telah mengumumkan laporan harta kekayaan Capres/Cawapres 2014, Selasa (1/7/2014) kemarin di Ruang Sidang Utama Lantai II KPU RI. Berikut ini merupakan rangkuman harta kekayaan dan utang Capres/Cawapres:

Kandidat

Kekayaan

Utang (Rp)

Rupiah

USD

Prabowo Subianto

1.670.392.580.402

7.503.134

28.999.970

Joko Widodo

29.892.946.012

27.633

1.936.939.782

Hatta Rajasa

30.234.920.584

75.092

157.901.040

Jusuf Kalla

465.610.495.057

1.058.564

19.660.000

 

Dari data kekayaan tesebut dapat dilihat bahwa keempat kandidat tidak ada yang miskin. Prabowo memiliki kekayaan dengan jumlah paling banyak, disusul oleh Jusuf Kalla, kemudian Hatta Rajasa, dan Jokowi. Akan tetapi dari jumlah utang, Jokowi memiliki jumlah utang yang paling banyak. Konon katanya, rasio utang Jokowi ini tergolong besar dibandingkan dengan jumlah kekayaannya karena masih tersangkut cicilan mobil dan rumah. Hasil pelaporan harta kekayaan tersebut juga sekaligus menepis isu bahwa Prabowo memiliki hutang sebesar 14 triliun yang belum dibayar dan berpotensi korup untuk melunasi utang-utangnya.

Sebagian orang menganggap bahwa calon pemimpin yang berasal dari kalangan berada tidak akan mampu menyentuh masyarakat. Sebaliknya, calon pemimpin yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dinilai akan lebih mampu berempati kepada rakyatnya jika terpilih sebagai pemimpin. Rasa-rasanya anggapan seperti ini dapat membunuh karakter anak yang terlahir dari keluarga berada.

Tidak apa memilih pemimpin yang latar belakangnya berada, asalkan harta kekayaan tersebut diperoleh dengan cara halal yang tidak merugikan orang lain. Apalagi jika dengan kekayaannya dapat ikut serta mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar dengan cara menyekolahkan ribuan anak tak mampu, mengirimkan ribuan peneliti untuk disekolahkan ke luar negeri, membangun sekolah, klinik gratis, dan fasilitas kesehatan lainnya. Itu namanya KAYA yang BERDAYA GUNA. Dan yaaa, tidak apa pula ada calon pemimpin yang banyak utang, asalkan juga memiliki kemampuan finansial untuk membayar uang tersebut dari kantongnya sendiri, bukan dari korupsi uang rakyat.

Kaya atau kurang kaya, pakailah bajumu sendiri. Yang kaya tidak perlu berpura-pura sederhana untuk meraih simpati publik. Kalau ternyata lebih efektif pakai helikopter pribadi, tidak apa-apa daripada harus pakai mobil tetapi menimbulkan kemacetan di jalan raya.

Kita ini bukan malaikat pencatat amalan yang tahu persis hati seseorang. Melihat ada orang dengan harta berlimpah, kalau tidak punya data, jangan lantas berburuk sangka bahwa kekayaan tersebut berasal dari usaha haram. Nanti terjebak pada perasaan dengki dan kena sindiran “sirik tanda tak mampu”. Yang kaya tidak usah mengejek yang kurang kaya, yang kurang kaya juga tidak perlu mengata-ngatai yang kaya. Miskin atau kaya toh cuma titipan sementara. Salam damai Ramadhan!

 

http://politik.kompasiana.com/2014/07/02/prabowo-paling-banyak-uang-jokowi-paling-banyak-utang-671090.html

 

Mencari Presiden GANTENG; Prabowo atau Jokowi?

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on July 3, 2014
Tags: ,

Masa pencoblosan Capres-Cawapres 9 Juli 2014 semakin dekat. Kedua pasang kandidat semakin gencar melakukan upaya-upaya untuk mendulang suara. Ada yang pakai pendekatan terang-terangan; yaitu terang-terangan memaparkan dan mempertajam visi misi, ada pula yang pakai pendekatan gelap-gelapan; yaitu menyebarkan kampanye gelap untuk membunuh karakter kompetitornya. Masyarakat awam yang belum memiliki pilihan mungkin akan mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan di tanggal 9 Juli nanti. Padahal seharusnya simpel saja, pilihlah calon presiden yang paling GANTENG.

GAGAH BERANI

Penampilan mungkin bagi sebagian orang tidak penting. Pepatah mengatakan bahwa janganlah menilai buku dari sampulnya. Akan tetapi diakui atau tidak, seringkali para pemilih yang masih galau baru menentukan pilihannya di bilik suara, berdasarkan calon mana yang paling enak dipandang. Di sini saya tidak membandingkan antara capres yang satu dengan capres yang lainnya, karena tim sukses keduanya menciptakan branding masing-masing. Calon yang satu memang dicitrakan sebagai sosok yang gagah dan rapi, sedangkan calon yang satu lagi dicitrakan ndeso, sederhana, dan merakyat. Jadi tergantung selera Anda. Harapan pribadi saya sih presiden yang terpilih nanti adalah sosok yang dari penampilannya dapat merepresentasikan keindahan surgawi alam nusantara Indonesia, alias enak dipandang.

Gagah juga adalah seberapa ksatria seseorang membela kehormatan  bangsanya. Calon yang satu berasal dari kalangan militer yang juga mewarisi darah ksatria sang ayah yang gugur dalam membela kehormatan bangsa di pertempuran Lengkong. Dari rekam jejak masa lalunya, calon yang ini terbiasa terjaga demi melindungi tanah air Indonesia di saat masyarakat biasa pulas dalam tidurnya. Mereka terbiasa menerabas kegelapan hutan di saat masyarakat biasa menikmati kemerdekaan dengan tenang. Adapun calon yang satu lagi terkenal sering blusukan dan dengan gagah tak segan-segan menginspeksi aparat yang kerjanya tidak benar.

AMANAH

Capres yang satu, namanya militer, patuh dalam menjalankan perintah sang atasan, meskipun pada akhirnya sosok ini menjadi pihak yang disalahkan hingga karir militernya yang gilang gemilang harus hancur lebur. Calon yang satu lagi, kita dapat menilai sendiri bagaimana cara beliau menjalankan amanah sebagai walikota dan gubernur. Oh ya, publik juga dengan jelas dapat mengetahui bahwa calon yang satu ini begitu patuh dalam mengemban mandat ketua partai.  

NASIONALIS

Orang dapat memiliki parameter tersendiri mengenai nasionalis. Ada yang mengatakan bahwa nasionalis itu dapat diukur dari mencintai dan membeli produk dalam negeri, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, ataupun bangga memakai identitas yang Indonesia banget, seperti batik dan peci. Dalam hal ini definisi nasionalis dari sejarawan Taufik Abdullah dapat menjadi tolak ukur yang bagus. Parameter nasionalisme versi beliau adalah termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang berbunyi “kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia  yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”. Ya, manusia Indonesia yang nasionalis adalah yang melakukan tindakan MELINDUNGI segenap bangsa Indonesia, dan seterusnya sesuai alinea tersebut.

Calon yang satu terlahir dan dibesarkan oleh dalam tradisi tokoh-tokoh nasionalis, menolak kapitalisme dan liberalisme, serta menginginkan kebangkitan baru Indonesia menuju peradaban madani; Indonesia yang bermartabat, adil makmur, dan sejahtera. Meskipun sosok ini cukup lama mengenyam pendidikan di luar negeri, akan tetapi tidak mengurangi kecintaannya terhadap Indonesia.

Calon yang satu lagi merupakan “produk lokal” Indonesia, lahir di Indonesia, besar dan dididik oleh sistem di Indonesia. Sosok yang  konon dicitrakan prorakyat ini diklaim telah berjasa dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui program-programnya di kota dan provinsi yang pernah dipimpinnya. 

TERBAIK

Prestasi kedua calon memang tidak dapat dibandingkan karena memiliki bidang yang berbeda, yang satu di militer, yang satu di birokrasi. Untuk menilai prestasi masing-masing calon, lihatlah dari seberapa hebat pencapaiannya dalam bidang masing-masing.

Calon yang satu merupakan bintang di bidang militer. Ia memimpin tim Kopasus yang menjadi tim pertama dari Indonesia yang berhasil mencapai Mount Everest, mendahului tim Malaysia yang saat itu juga tengah mendaki. Ia juga terlibat dalam keberhasilan meringkus pimpinan pemberontakan Fratelin dan membebaskan peneliti asing yang disandera di Mapenduma, di saat pasukan yang lain tidak berhasil melakukannya. Ia juga mendapat berbagai penghargaan dari TNI Angkatan Darat RI, di antaranya Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, Satyalancana Seroja Ulangan-III, Satyalancana Dwija Sistha, Satyalancana Wira karya, Satyalancana Raksaka Dharma, Satyalancana Kesetiaan XVI, serta penghargaan dari Pemerintah Kamboja, yaitu The First Class The Padlin Medal Ops Honor.

Calon yang satu lagi, dari berbagai penghargaan yang diraihnya, mahkota “walikota terbaik dunia” yang paling menonjol. Namun belakangan baru terungkap bahwa situs worldmayor.com sebagai pemberi mahkota diragukan kredibilitasnya. Proses pemilihan kandidat didasarkan pada usulan yang kemudian penentuan pemenangnya melalui akumulasi dukungan dari akun terbanyak yang masuk, mirip dengan sistem polling SMS ajang pencarian bakat di Indonesia. Dapat kita lihat bahwa prestasi sesungguhnya adalah keberhasilannya dan tim untuk mengerahkan dukungan agar memenangkan penghargaan tersebut.

 ELEGAN

Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang senang beramah-tamah, berbicara to the point dalam waktu yang relatif singkat adalah bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, konten yang diungkapkan seseorang jika mendapat kesempatan berbicara secara spontan dalam waktu yang singkat dapat menjadi gambaran siapa dirinya sesungguhnya dan apa yang menjadi prioritas dalam hidupnya.  Pidato spontan dalam waktu 3 menit tidak dapat mengakomodasi pencitraan. Telah banyak tulisan yang mengulas perbedaan gestur dan konten pidato 3 menit kedua capres ini.

Capres yang satu memilih untuk memberikan apresiasi dengan menyebut berbagai pihak, termasuk kepada kompetitor, serta tidak lupa untuk memberikan kesempatan kepada wakilnya untuk turut berbicara. Sedangkan capres yang satu lagi memilih untuk menyapa para senior, membicarakan filosofi keseimbangan angka 2, yang diakhiri dengan meminta dukungan untuk memilih dirinya.

NGERTI MEMIMPIN

Kedua capres yang maju pada umumnya memiliki pengalaman kepemimpinan, meskipun dalam bidang yang berbeda. Calon yang satu merupakan komandan KOPASUS, pasukan elit yang disegani dunia, serta presiden dari beberapa perusahaan. Selain itu ia merupakan salah satu pimpinan partai, yang meskipun relatif baru berdiri tetapi telah menyedot banyak suara. Yang seringkali menjadi ganjalan adalah bahwa kepemimpinan calon yang satu ini belum terbukti di dalam rumah tangga. Tentu kita sebagai orang luar tidak dapat menghakimi bahwa sosok ini bukan kepala rumah tangga yang baik. Perlu dilihat dulu alasan beliau bercerai, hubungan silaturrahimnya dengan mantan istri, serta kondisi anaknya pascaperceraian. Jika alasan bercerai karena sang suami selingkuh, kemudian menimbulkan dendam kesumat antara dua keluarga besar, dan menghasilkan anak yang kurang kasih sayang sehingga melarikan diri pada lembah hitam, boleh lah ya kita bilang itu pemimpin rumah tangga yang gagal total.

Capres yang satu lagi memiliki kehidupan rumah tangga yang dapat dibilang sukses menurut kacamata umum, hubungan yang harmonis dengan istri, dan anak-anak yang tumbuh berkembang dan berprestasi. Lebih dari itu, dalam lingkup wilayah yang pernah dipimpinnya, capres yang satu ini dinilai berhasil menyejahterakan kota dan provinsi yang dipimpinnya. Meskipun belakang ini beredar kampanye negatif bahwa sesungguhnya keberhasilan tersebut adalah palsu. Yaa, kita yang rakyat awam ini tidak tahu mana yang benar. Yang jelas, ada data yang berbicara.

GAK MALU-MALU

Nah, untuk kriteria yang satu ini sebenarnya tergantung selera pribadi. Calon yang satu gak malu-malu menunjukkan ke depan publik keinginannya menjadi presiden. Ia telah mempublikasikan dirinya sejak jauh-jauh hari sebelum masa pencalonan presiden. Sementara calon yang satu lagi terkesan malu-malu. Dulu ditanya tentang kemungkinan pencapresan selalu menjawab “ramikir copras capres”. Eh ternyata sekarang nyalon juga. 

 

http://politik.kompasiana.com/2014/07/02/prabowo-paling-banyak-uang-jokowi-paling-banyak-utang-671090.html

Jokowi Tidak Menang, Prabowo Curang

Posted in Kancing Garuda by rishapratiwi on July 3, 2014
Tags: ,

Beberapa hari lalu di media massa beredar pernyataan kontroversial Jusuf Kalla bahwa dirinya bersama Joko Widodo optimis akan menang dalam Pemilu Presiden 2014. Hal tersebut dengan catatan bahwa pemilu berjalan lancar dan jauh dari kecurangan. “Satu yang sangat penting, insya Allah kita menang apabila pemilu jujur, karena arus bawah ini luar biasa”, demikian ungkap beliau. Dari pernyataan tersebut secara tidak langsung Kalla menunjukkan kepercayaan diri yang luar biasa bahwa TIDAK ADA yang dapat mengalahkan timnya kecuali KECURANGAN tim lawan. Sebaliknya, jika capres sebelah yang menang artinya telah terjadi kecurangan.

Saya jadi teringat masa kecil saat bermain dengan teman-teman. Jika ada yang kalah, ia akan berlari pulang ke ibunya sambil mengadu kalau temannya curang. Yah, maklum namanya anak-anak, masih kekanak-kanakan kalau menghadapi kekalahan.

Jika tim Jusuf Kalla sudah mulai mengendus adanya kecurangan di Pilpres mendatang, mengapa tidak segera melapor kepada pihak yang berwenang. Biar bisa segera diluruskan. Daripada nanti ternyata beneran kalah, terus menggugat, terus minta pemilu ulang kan repot. Lebih jauh lagi apabila isu kecurangan tersebut dihembuskan, akar rumput yang mudah tersulut dapat saja bertindak reaktif. Katanya ini negeri demokrasi, tapi kok ngeri demokrasi.

Jika Prabowo menang, bukan berarti ia curang. Tetapi yang jelas, ia telah memenuhi persyaratan UUD 1945 pasal 6A ayat 3 dan UU nomor 42 tahun 2008 pasal 159 ayat 1, yaitu mendapatkan suara minimal 20% di 17 provinsi. Data berbagai lembaga survey sudah menunjukkan bahwa elaktabilitas Prabowo semakin meroket. Jadi, tanpa melakukan kecurangan, insya Allah Prabowo menang.

http://politik.kompasiana.com/2014/07/03/jokowi-menang-prabowo-curang-671354.html