Revive Risha


Dari Situ Saya Mengenal Kalian


Dari situ saya mengenal Novri (yang sesungguhnya), pimpinan proyek sanlat yang setengah nekat mengiyakan permintaan pihak Yayasan Pupuk Kujang Cikampek untuk menggelar kegiatan selama 5 hari, terintegrasi dari level TK sampai SMP. Padahal penawaran semula sanlat ini hanya untuk SMP, 3 hari saja. Dengan waktu persiapan yang lumayan sempit, keputusan itu masuk kategori uwow banget lah. Kabarnya beliau sampai mengundur jadwal pulang ke kampungnya di Bengkulu nun jauh di mato sono. Selama pelaksanaan kegiatan, beliau terkenal dengan topi merah dan tas ransel hitamnya yang fenomenal. Konon katanya, di dalam tas ransel tersebut berisi uang tunai puluhan juta rupiah. Makanya ke mana-mana selalu dibawa. Adapun topi merah, untuk melindungi dari panas kalau inspeksi ke lokasi TK, SD, dan SMP. Maklum, Cikampek teriknya bukan main.

Kami tim inti; saya, Novri, Dini, dan Amal, menjelang hari-H hampir setiap hari berkoordinasi. Kompak sekali, sampai rasanya dunia saya isinya hanya ketiga orang itu lagi itu lagi. Amal menempati peran sebagai koordinator TK dan SD kelas 1-2 sekaligus yang bersemangat belanja pernak-pernik hadiah. Dini, manajer SDM, yang dengan muka tembok berhasil menghadapi saya yang merengek-rengek minta dicarikan koordinator SD. Kami berempat sebetulnya sudah sering meng-handle event bareng-bareng, jadi ritme kerjanya sudah cukup seiring seirama #tsaah.

Dari situ saya mengenal Garin, koordinator lapangan untuk SD kelas 3-6. Ia datang di saat kepala saya mau pecah karena mengonsep acara SD dan SMP, menyusun modul, sekaligus terancam menjadi koordinator lapangan di kedua level sekolah tersebut. Ia, dengan heroiknya menganggukkan kepala saat ditawari jadi koordinator lapangan untuk SD kelas 3-6. Rupanya mengajak orang ini sama artinya dengan menghemat SDM. Mahasiswa multitalenta ini bisa jadi sopir, bisa jadi MC, bisa jadi komedian, bisa jadi pesulap, bisa jadi pengasuh anak, bisa jadi koorlap, dan saya curiga beliau juga bisa masak dan dandan. Orang ini pandai menempatkan diri rupanya. Suatu hari beliau memakai kemeja krem, celana bahan, dan ID card. Persis sekali seperti karyawan Pupuk Kujang!

Dari situ saya mengenal Ginanjar, Alief, Ridwan, Arief, Wahyu, Eka, Agung, Ikhlas, Yunie, Aji, Fatah, dan Mbak Nurul, sebagai mentor-mentor SMP yang berdedikasi. Beberapa ada yang baru saya kenal H-1. Belum sempat di-briefing tapi alhamdulillah bisa langsung bertugas dengan baik.

Dari situ saya mengenal Amien dan Eric. Keduanya prajurit dokumentasi yang terlatih dalam gerilya, memburu momen-momen unik di tiga lokasi; TK, SD, dan SMP. Mereka pula yang rela begadang di malam terakhir demi menyelesaikan video dokumentasi yang ditonton di hari terakhir.

Dari situ saya mengenal Pupuk Kujang Cikampek. Yang pada hari-hari setelahnya menjadi tempat mainnya saya setelah salman.

 

Pesantren Sains Ramadhan Pupuk Kujang Cikampek, 6-11 Agustus 2012

Advertisements

Prahara Rumah Tangga Muhammad

Posted in Seseorang by rishapratiwi on September 15, 2012
Tags: , , , , , , , ,

Selamat petang, Pemirsa!

Anda berjumpa lagi dengan saya, Nona Madina. Selama tiga puluh menit ke depan, kami akan menghadirkan gosip-gosip terpanas seputar public figure papan atas.

KERIS*, menikam diam-diam dengan elegan.

Karena kami SATU-SATUNYA infotainment BERKELAS!

sumber gambar: budireve.deviantart.com

*******

.

Pemirsa, siapa yang tidak mengenal Muhammad? Di tengah melambung namanya di kancah perpolitikan internasional, Sang Pemimpin Besar dari Jazirah Arab ini tak dinyana harus menghadapi pukulan gosip yang berhembus dari istrinya sendiri. Sang istri tercinta, Aisyah, dikabarkan telah menjalin hubungan dekat dengan pria lain. Pria yang tidak lain tidak bukan adalah sahabat Muhammad sendiri. Konon katanya, Aisyah dan lelaki tersebut terlibat dalam perjalanan berdua di tengah gurun pasir yang sunyi… Berduaan saja, Pemirsa!!

Benarkah Aisyah TEGA mengkhianati cinta suaminya tersebut?

Ketika KERIS mengkonfirmasi isu panas tersebut kepada Aisyah, beliau menampik dengan keras.

Menurut penuturannya, gosip dirinya berhembus saat pasukan Muhammad dalam perjalanan pulang dari perang dengan Bani Al-Musthaliq. Seperti kebiasaan yang berlaku pada zaman itu, para wanita yang berada dalam perjalanan dinaikkan di atas sebuah tandu yang berkelambu, di atas unta. Demikian pula dengan Aisyah. Akan tetapi, saat malam hari tiba, dirinya merasakan keinginan untuk buang air. Saat pasukan berhenti untuk beristirahat, Aisyah menyelinap keluar dari tandunya untuk menunaikan hajat.

Sekembalinya dari tempat buang air, betapa risaunya Aisyah ketika menyadari bahwa kalung kesayangan yang dipakainya hilang. Ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat buang air untuk mencari kalung tersebut. Setelah benda itu ditemukan, Aisyah bermaksud kembali ke tandunya. Namun alangkah terkejutnya ia, ternyata pasukan telah berangkat.

Menyadari bahwa dirinya tertinggal dan tidak mungkin dapat mengejar karena kondisi gurun pasir yang gelap gulita, Aisyah memutuskan untuk menunggu di tempat semula sembari berharap orang yang menghela untanya tersadar akan ketiadaan dirinya dan segera kembali ke tempat ini.

Berdasarkan kebiasaan, dalam suatu rombongan perjalanan, mesti ada seseorang di antara mereka yang berjalan paling belakang. Tugasnya adalah untuk mengamati jika ada barang-barang rombongan yang jatuh atau tertinggal dalam perjalanan. Ialah Shofwan, pemuda yang mengemban tugas mulia tersebut. Begitu mendapati Aisyah tertinggal dari rombongan dan tertidur dengan pulas, Shofwan terkejut bukan main. Dengan memberanikan diri, pemuda tampan muda belia ini pun mendekati Sang Ibu Negara yang jelita di usianya yang semakin mekar itu. Ia pun mempersilakan Aisyah naik ke atas untanya, sementara ia sendiri berjalan sambil menuntun unta tersebut. Singkat cerita, sampailah Aisyah dan Shofwan di tempat pasukan Muhammad beristirahat.

*****

.

Pemirsa, hasil investigasi yang KERIS lakukan terhadap Abdullah bin Ubay, ia melihat dengan MATA KEPALANYA sendiri kedatangan Aisyah dan Shofwan yang HANYA BERDUA. Dan satu hal yang patut menjadi sorotan adalah: MEREKA BERDUA BUKAN MAHRAM. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Muhammad.

Bagaimanakah respon Muhammad terhadap isu yang mencoreng nama baik istri dan sahabatnya tersebut??

Jangan ke mana-mana, Pemirsa! Tetap bersama KERIS, SATU-SATUNYA infotainment BERKELAS!

*****

.

Rumah tangga Muhammad yang biasanya seharmonis taman surga kini dilanda prahara. Kemesraan yang terjalin di antara Muhammad dengan Sang Istri Jelita nan Manja, Aisyah, berganti menjadi kekakuan yang membekukan cinta kasih mereka. Aisyah sakit dan memutuskan untuk pindah sementara waktu ke rumah orangtuanya. Tidak diduga, Sang Suami tercinta malah mengizinkan Aisyah pergi. Ckckckck, sungguh suatu keputusan yang BENAR-BENAR menyayat hati. Aisyah pergi dengan luka hati; apakah benar cinta Muhammad telah meluntur??

*****

.

Hal yang menarik pemirsa, saat KERIS pertama kali mengonfirmasi gosip yang beredar langsung kepada Aisyah, ia sama sekali tidak mengetahui duduk perkara yang tengah menjadi kabut hitam yang memburamkan cintanya dengan Muhammad. Akhirnya berita yang sedang menyebar santer di masyarakat Madinah itu pun sampai di telinganya. Dengan tangis berderai, ia mengadukan segala gundah hatinya kepada sang ibu.

Di pihak lain, kenyataan yang menjauhkan jarak Muhammad dengan Aisyah membuat Muhammad jatuh sedih selama berhari-hari. Kesaksian para pembantunya akan kemuliaan akhlak seorang Aisyah tidak mampu membelai hatinya yang risau. Ia pun memutuskan untuk meminta penjelasan langsung dari sang istri.

Aisyah, tetap menampik dengan keras begitu Muhammad tanyai. Ia menyatakan dengan tegas untuk tidak bertaubat kepada Allah atas semua perbuatan nista yang dituduhkan kepadanya. Sebaliknya, ia memohon kepada Allah untuk menunjukkan kebenaran.

Allah Yang Maha Mendengar, dari atas Arasy-Nya yang mulia, menjawab do’a Aisyah.

”Mereka yang datang membawa berita bohong itu sebenarnya  dari golonganmu  juga.  Jangan  kamu mengira ini suatu bencana buat kamu, tetapi sebaliknya, suatu kebaikan juga buat kamu. Setiap orang  dari  mereka itu akan mendapat ganjaran hukum atas dosa yang mereka perbuat. Dan  orang  yang  mengetuai  penyiarannya di antara  mereka  itu  akan mendapat siksa yang berat.

Mengapa orang-orang  beriman  – laki-laki  dan  perempuan –   ketika mendengar  berita itu, tidak berprasangka baik terhadap sesama mereka sendiri, dan mengatakan: ini adalah suatu berita bohong yang  nyata sekali?

Mengapa dalam hal ini mereka tidak membawa empat orang saksi. Kalau mereka tak dapat membawa  saksi-saksi itu, maka mereka itu di sisi Allah adalah orang-orang pendusta.

Dan sekiranya bukan karena kemurahan Tuhan dan kasih-sayang-Nya juga kepadamu –di dunia dan di akhirat– niscaya siksa  Allah yang  besar akan menimpa kamu, karena fitnah yang kamu lakukan itu.

Tatkala kamu menerima berita itu dari mulut ke mulut, dan kamu  katakan  pula  dengan  mulut kamu sendiri apa yang tidak kamu ketahui dengan pasti,  dan  kamu  mengiranya  hanya  soal kecil  saja,  padahal pada Allah itu adalah perkara besar.

Dan tatkala kamu mendengarnya, mengapa tidak  kamu  katakan  saja: tidak  sepatutnya  kami  membicarakan  masalah  ini. Maha Suci Tuhan. Ini adalah kebohongan besar.

Allah memperingatkan kamu, jangan  sekali-kali  hal  serupa  itu  akan terulang jika kamu memang   orang-orang   yang   beriman.   

Allah    menjelaskan keterangan-keterangan   itu   kepada   kamu.  Dan  Allah  Maha Mengetahui,  Maha  Bijaksana.  

 Mereka   yang   suka   melihat tersebarnya  perbuatan  keji  di kalangan orang-orang beriman, akan mengalami siksaan pedih di  dunia  dan  di  akhirat.  Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(Qur’an, 24 : 11-19)

*****

.

Demikian Pemirsa, Aisyah pun kembali ke pangkuan Muhammad dengan suka cita. Dan mereka hidup bahagia bersama.

*****

.

Pemirsa, Nona Madina undur diri dari hadapan Anda.

Hati-hati dengan mulut Anda.

Salah bicara, KERIS tikam diam-diam dengan elegan!

Karena kami SATU-SATUNYA infotainment BERKELAS!

Salam Cinta.

*KERIS (KEhidupan Rasulullah dan IStri)

Penjahit Juara

Posted in Seseorang by rishapratiwi on July 29, 2012
Tags: , , ,

Huhuhu…

Adek mengusap air matanya sambil memandang nanar telunjuknya yang beberapa saat lalu dijahit Bu Dokter Ika. Di dapur tadi telah terjadi sebuah insiden kecil. Jari telunjuk Adek teriris pisau saat bermain memotong-motong wortel. Darah yang keluar banyak sekali, sepertinya lukanya cukup dalam. Alhamdulillah segera mendapatkan penanganan dokter sehingga lukanya tidak terlalu mengkhawatirkan.

Bunda, kenapa jari Adek dijahit? Kok nggak dilem aja?

Hohoho, kita tanyakan pada Ar-Razi.

Siapa itu Ar-Razi, Bunda?

Oh iya, Bunda belum pernah cerita ya. Ar-Razi itu adalah orang pertama yang membuat jahitan pada luka dengan benang terbuat dari serat. Beliau dokter yang hebat lho. Beliau juga orang pertama yang berhasil membedakan antara penyakit cacar dengan campak.

Ar-Razi ini memiliki nama lengkap Muhammad bin Zakaria, dilahirkan di Ray, Parsi (Iran) pada tahun 240 Hijriah/854 Masehi. Beliau adalah guru dari ilmuwan di bidang kedokteran yang sangat terkenal, Ibnu Sinna. Masih ingat kan, yang pernah Bunda ceritakan itu.

Sejak kecil, Ar-Razi ini rajiiin sekali belajar. Mungkin karena namanya Ar-Razin eh Ar-Razi kali ya, hehe. Ar-Razi kecil belajar dengan tekun dari waktu ke waktu. Hasilnya, beliau selalu menyabet prestasi pada setiap kelas yang dilaluinya.

Begitu beranjak dewasa, Ar-Razi semakin pintar, semakin pintar, dan semaaaakin pintar. Sampai-sampai beliau diangkat sebagai tenaga pengajar dan peneliti. Kalau zaman sekarang mah dosen kali ya, seperti Abi. Saking pintarnya, Ar-Razi sering mendapat penghargaan. Nah, beliau pernah mendapatkan gelar Jalinus Arab (Galen of the Arab) karena keteladanannya sebagai pengajar di Rumah Sakit Baghdad, Irak.

Selain mengajar, Ar-Razi juga melakukan berbagai penelitian dalam bidang pengobatan dan menuliskan hasil penelitiannya dalam buku. Bukunya yang fenomenal berjudul Al-Hawi Fi Ilm Al-Tadawi yang terdiri dari 30 jilid dan dirangkum ke dalam 12 bagian. Di dalam buku ini dibahas penyembuhan penyakit serta jenis penyakit, upaya menjaga kesehatan, pengobatan punggung dan tengkuk yang patah, obat-obatan dan makanan, pembuatan ramuan obat-obatan, industri kedokteran, farmasi, anatomi tubuh, pembedahan, serta pengawetan anggota tubuh. Selain itu, juga ada klasifikasi bahan galian serta peralatan dan obat yang digunakan. Isinya lengkap-kap-kap dengan arahan terperinci. Buku lainnya berjudul Al-Mansuri. Buku ini menggambarkan pembedahan seluruh bagian tubuh manusia. Buku-buku tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan menjadi bahan rujukan ilmu kedokteran di seluruh Eropa hingga abad ke-17. Hebat kan (^^)b

Oh ya, Adek tahu nggak, sebelum Islam datang dan mencapai masa kejayaannya, dunia belum mengenal konsep rumah sakit lho. Orang-orang sakit dirawat di rumah peristirahatan dekat tempat ibadah, misalnya pada Bangsa Yunani. Pengobatannya pun ombilihom-ombilihom gitu, kayak dukun lah. Ya jelas nggak sembuh.

Rumah Sakit pertama didirikan pada masa Khalifah Harun Al-Rasyid, dibangun di Kota Baghdad, pusat pemerintahan saat itu. Rumah Sakit ini dikepalai oleh Ar-Razi. Sebetulnya konsep rumah sakit sudah digagas sejak masa Khalifah Al-Walid dari Dinasti Umayyah.

Pemilihan lokasi Rumah Sakit Baghdad dilakukan sendiri oleh Ar-Razi. Jadi ceritanya, sebelum membangun rumah sakit, Al-Razi meletakkan potongan daging yang digantung di beberapa tempat di wilayah sekitar aliran Sungai Tigris. Ternyata, ada daging yang cepat membusuk dan ada pula yang lambat membusuk. Dipilihkan lokasi dengan daging yang membusuk paling lambat. Artinya, tempat tersebut mempunyai udara bersih, sedikit pencemaran, dan lokasi sesuai untuk rumah sakit.

Begitu deh kisah Ar-Razi.

Adek cepat sembuh yaa, biar razin lagi belajar menulisnya, biar pintar seperti Ar-Razi ^^

 

Sumber gambar: http://howtodoneedleworkstitchingandsewing.com

 

Referensi:

http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/09/02/26/34106-al-razi-penemu-teknik-jahit-luka

Juara Kaca Mata

Posted in Seseorang by rishapratiwi on July 28, 2012
Tags: , , , ,

Adek, lihat kaca mata Bunda nggak?
Hihihi, Bunda masih muda udah pelupa. Tuh kaca matanya di atas meja.
O_o
Eh Bunda, penemu kaca mata siapa ya namanya? Ayo cerita, ayo cerita ^^

 

Jadi begini ceritanya, Sayang…
Sebagaimana yang kamu tahu, kaca mata adalah benda yang sangat penting bagi Bunda. Pun bagi orang-orang lain. Singkatnya, kacamata adalah penemuan penting dalam sejarah kehidupan umat manusia. Baaaanyak sekali orang yang mengklaim sebagai penemu kacamata. Akibatnya, asal-usul kacamata pun cenderung tak jelas. Akan tetapi, seorang peneliti sejarah sains dan teknologi Islam dari Arab Saudi yang bernama Lutfallah Gari mencoba menyibak rahasia penemuan kacamata secara mendalam. Ia menelusuri sejumlah sumber asli dan meneliti literatur tambahan.

Alhasil, investigasi yang dilakukan oleh Gari akhirnya membuahkan titik terang. Ternyata eh ternyata, terdapat fakta yang jelas bahwa peradaban Muslim memiliki peran penting dalam penemuan kaca mata. Dalam laporan penelitiannya yang berjudul The Invention of Spectacles between the East and the West, Gari mengemukakan bahwa jauh sebelum masyarakat Barat mengenal kacamata, peradaban Islam telah menemukannya. Menurutnya, sebelum manusia mengenal kacamata, para ilmuwan telah menemukan lensa. Hal itu terbukti dengan penemuan kaca. Akan tetapi, pada masa itu lensa tidak digunakan sebagai alat perbesaran, hanya sebatas alat pembakaran dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa.

Saat itu di dunia ilmuan Muslim dikenal nama seorang fisikawan legendaris, Ibnu Al-Haitsam. Beliau terkenal sebagai penentang teori Euclides dan Ptolemaeus yang menyatakan mata mengeluarkan berkas cahaya sehingga segala benda dapat terlihat. Akan tetapi Ibnu Al-Haitsam mengemukakan teori sebaliknya, justru benda yang memantulkan cahaya sehingga terlihat oleh mata. Lebih jauh, ia telah menelaah perjalanan berkas cahaya sehingga dapat dipahami oleh otak.
Penemuan Ibnu Al-Haitsam beberapa langkah lebih maju melewati zamannya. Beliau mempelajari masalah perbesaran benda dan pembiasan cahaya melewati sebuah permukaan tanpa warna seperti kaca, udara dan air, kemudian menuliskannya dalam Kitab Al-Manazir (tentang optik).

Oh ya, Al-Haitsam juga mengkaji fenomena-fenomena cahaya di alam. Beliau membahas gejala-gejala senja, lingkaran cahaya, pelangi, gerhana matahari, serta gerhana bulan. Pokoknya beliau itu ahli optik yang te-o-pe-be-ge-te lah. Hanya sayangnya karya-karya beliau sering dicatut. Lha itu, Kitab Al-Manazir yang berisi pembahasan lengkap tentang mesiu, optik, dan mikroskop, diterjemahkan oleh Roger Bacon tanpa dicantumkan nama pengarangnya. Kitab ini juga diterjemahkan oleh Frederick Risner dengan judul Opticae The Saurus.

 

Begitu ceritanya, Sayang. Lho, lho, lho, kaca mata Bunda di mana?
Iiih, Bundaaaa. Kacamatanya di atas kepala Bunda
>,<

 

 

Sumber gambar: http://tags-cat-funny-humourous-catwallpaper-funnywallpaper.funnyimages12.no-ip.org/

 

Referensi:
http://www.ensikperadaban.com/?SAINTIS:Ahli_Fisika:Ibn_Al_Haitsam

Cerita Para Juara


Selamat pagi, Adek.. bagaimana tidurmu semalam? Sudahkan kau menyelami sensasi kematian, saat dirimu tak berdaya apa-apa terhadap dirimu? Maha Suci Allah, Yang Penggenggam Nyawa, yang membangunkan kita kembali dalam keadaan berislam, masih bisa bicara, masih bisa melihat, masih bisa berjalan ^^

Hey, hey.. Kok selimutnya malah ditarik makin rapat? Anak sholeh, ayo banguuun. Mau Bunda gelitikin? Sini, hihihi…

Oh iya, Bunda ingat. Hari ini di sekolah mau belajar membedah jantung kambing kaaan? Iiiih, pasti seru yaa, kayak dokter-dokteran. Kamu tahu nggak, Sayang, Bunda dulu ngefaaaaans banget sama Ibnu Sinna. Eh, kamu tahu Ibnu Sinna? Bunda belum cerita yaa.. Bunda cerita deeeh.

Zaman dahulu kala di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara, pada tahun 370 Hijriyah lahirlah seorang anak yang diberi nama Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina. Anak tersebut kemudian dikenal dengan nama panggilan Ibnu Sinna. Sejak kecil, Ibnu Sinna sudah dididik ayahnya untuk mencintai ilmu pengetahuan. Bahkan ya, karena pinteeeer banget,  Ibnu Sinna oleh ayahnya diminta untuk tidak melakukan pekerjaan selain belajar, belajar, dan belajar.

Saking jeniusnya, pada usia 18 tahun Ibnu Sinna telah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu, seperti hikmah, mantiq, matematika dengan berbagai cabangnya, dan kedokteran. Bahkan saat Raja Bukhara Nuh bin Mansur sakit, Ibnu Sina yang merawat dan mengobatinya. Sebagai balas jasa, Ibnu Sinna dapat dengan leluasa keluar masuk perpustakaan istana. Udah lah, makin pintar aja jadinya.

Oh iya, Ibnu Sinna itu pintarnya bukan buat sendiri lhoo. Beliau menulis banyak buku. Di antaranya yang sangat terkenal adalah Kitab Al-Syifa’ dan Al-Qanun. Kitab Al-Syifa yang ditulis dalam 18 jilid ini membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam, dan ilmu ilahiyyat. Ilmu mantiq dalam Al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah. Oh ya, ilmu mantiq itu adalah ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir salah.

Lanjut ya ceritanya. Kitab Al-Qanun adalah kitab fenomenal dalam ilmu kedokteran. Tahu nggak, kitab ini selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini membedah kaidah-kaidah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa. Keren kaaan? ^^

Selain jago dalam ilmu kedokteran, Ibnu Sinna yang dikenal oleh kaum barat dengan nama Avicenna ini mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Ibnu Sina juga memberikan hasil penelitiannya dalam hal energi, seperti ruangan hampa, cahaya dan panas. Terus, terus, ternyata Ibnu Sinna juga mempunyai karya tulis tentang asal muasal gunung, judulnya dalam Bahasa Latin; De Conglutineation Lagibum. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa gunung tercipta kemungkinan karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi akibat goncangan gempa yang hebat. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir sehingga memunculkan lembah-lembah dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi.

Kalau sudah cerita tentang ilmuan Muslim, ayah juga punya ilmuan favorit, namanya Al-Battani. Al-Battani yang memiliki nama lengkap Abu Abdallah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan Al-Battani ini lahir di Battan, Harran, Suriah pada sekitar 858 M. Seperti halnya ayah Ibnu Sinna, ayah Al-Battani (Jabir Ibn San’an Al-Battani), juga sangat mendukung ketertarikan anaknya terhadap ilmu pengetahuan, terutama fenomena benda-benda langit. Beliau yang mengajarkan anaknya untuk membuat dan menggunakan sejumlah perangkat alat astronomi.

Hasil penemuan Al-Battani yang tingkat kekerenannya memukau dunia adalah periode revolusi bumi. Al-Battani menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Beliau juga menemukan bahwa garis bujur terjauh matahari mengalami peningkatan sebesar 16,47 derajat sejak perhitungan yang dilakukan oleh Ptolemy. Tentu saja ini merupakan penemuan yang penting mengenai gerak lengkung matahari. Hasil penemuan ini kemudian digunakan oleh Dunthorne untuk menentukan gerak akselerasi bulan. Masih dalam bidang astronomi, Al Battani juga menentukan secara akurat kemiringin ekliptik, panjang musim, dan orbit matahari. Ia bahkan berhasil menemukan orbit bulan dan planet dan menetapkan teori baru untuk menentukan sebuah kondisi kemungkinan terlihatnya bulan baru, terkait pergantian dari sebuah bulan ke bulan lainnya. Penjelasan Bunda rumit ya? ^^ Nah, bukunya tentang astronomi yang paling terkenal adalah Kitab Al Zij. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Plato dari Tivoli dengan judul De Scienta Stellerum u De Numeris Stellerum et Motibus.

Terus terus ya, Al Battani yang dikenal barat dengan nama Albatenius ini ahli matematika juga ternyata. Beliau berkontribusi besar dalam penentuan rumus trigonometri. Sin Cos Tan gitu-gitu. Sudah pernah belajar belum? ^^

Eh, ngomong-ngomong tentang matematika, ilmuan Muslim favorit Kakak namanya Al-Khawarizmi. Nama lengkap beliau adalah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Lalu Barat mengenalnya sebagai Al-Khawarizmi, Al-Cowarizmi, Al-Ahawizmi, Al-Karismi, Al-Goritmi, Al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi. Beliau merupakan ilmuan asal Bukhara yang jago dalam bidang syariat, falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam, dan kimia.

Sumbangsih beliau dalam bidang matematika di antaranya adalah penemuan secan dan tangen. Penemuan ini dituliskan dalam buku yang berjudul Al-Jabr wa’l Muqabalah. Beliau juga yang memperkenalkan ilmu aljabar dan hisab melalui buku Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah. Dalam buku ini beliau mengajukan contoh-contoh persoalan matematika dan menjabarkan pembuktian kebenaran 800 buah masalah yang sebagian besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo Babylian dalam bentuk dugaan. Terus ya, Al-Khawarizmi ini merupakan penemu algoritma. Apa cobaaa algoritma itu? Algoritma adalah prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas.

Oh ya, tahu nggak siapa penemu angka nol? Al-Khawarizmi tentunya. Beliau memperkenalkan angka 0 (nol) yang dalam bahasa Arab disebut sifr. Sebelum angka nol ditemukan, para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan.

Selain sebagai seorang matematikawan, Al-Khawarizmi juga astronom ulung. Saat kepemimpinan Khalifah Ma’mun, tim astronom yang dipimpin Al-Khawarizmi berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Beliau juga tercatat sebagai salah seorang astronom yang ikut membuat peta dunia atas permintaan Khalifah al-Ma’mun, yang kemudian dikenal dengan nama Peta Ptolemy. Selain itu, beliau berhasil menghitung waktu kelahiran Rasulullah Muhammad secara cermat.

Al-Khawarizmi menyusun buku tentang penghitungan waktu berdasarkan bayang-bayang matahari. Buku astronominya yang terkenal adalah Kitab Surah al-Ard (Buku Gambaran Bumi) yang berisi daftar koordinat beberapa kota penting dan ciri-ciri geografisnya. Kitab ini secara tidak langsung mengacu pada buku Geography yang disusun oleh Claudius Ptolomaeus (100–178), seorang ilmuwan Yunani. Beberapa kesalahan dalam buku Geography itersebut dikoreksi dan oleh Al-Khawarizmi dalam bukunya Zij as-Sindhind sebelum ia menyusun Kitab Surah al-Ard.

 

***

 

Naaah, begitu ceritanya. Lho, lho, lho, Adek malah tidur lagi -_-”

Iiih, Bunda lupa ya, sekarang kan hari Minggu. Adek mau bobo lagi ah. Zzzzz…

Hah? Haha, iya Bunda lupa. Eh, tapi kan shalat subuh nggak ada liburnya buat Adek. Tuh, udah adzan. Shalat yuk ^^

 

Referensi:

http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-ibnu-sina.html

http://as-shababmuslimin.blogspot.com/2011/05/biografi-al-battani-sang-penemu-hitung.html#ixzz21x7biEYP

http://azzein.wordpress.com/2011/10/19/biografi-al-khawarizm-algorizm-penemu-bilangan-nol/

Amalia yang Sholih Hatinya

Posted in Seseorang by rishapratiwi on January 10, 2012
Tags: , ,

Melihatmu rasanya dunia sarat intrik dan kritik

Tapi bersamamu, dunia sepenuh tawa dan irama

 

yang menemani malam panjangku

yang menyeduhkan teh manis untukku

yang menggorengkan telur untuk sarapanku

yang meminjamkan modem untuk laporanku

 

yang merampas kaos kakiku

yang menyerang mie instanku

yang menggoncang ketenangan tidurku

yang menghujat inspirasi anehku

 

cepatlah 20

perempuan setengah isi kamarku

teman pulangku

hard disk eksternalku

buku harianku

 

Tahun ini, tak perlu cari yang lain

tapi untuk urusan lab atau lapangan nanti

tampaknya memang butuh yang lain

;-P

Koloni 2008 di Koridor Timur

Posted in Seseorang by rishapratiwi on January 10, 2012
Tags: , , ,

Bismillaahirrahmaanirrahim…

16 Februari 2010

Sore itu, wajah langit sedikit murung. Mendung. Tapi tidak di sini. Di sini, cahaya terang benderang menyinari dua kubu yang tengah siap siaga. Sang Panglima Biru berkuda putih, tegak di antara dua kubu. Dua puluh ribu pasukan gagah berani, fokus mendengarkan arahan Sang Panglima.

Tentara-tentara bersorban tampak sigap dengan busur panah di tangan masing-masing. Oi, tak hanya mereka! Di kubu sebelah, ada rangers kuning dan rangers pink yang ikut andil memanaskan suasana, mengobarkan semangat jihad para pejuang!

Kalian salah jika menganggap kedua kubu tersebut hendak saling memerangi! Salah besar! Kedua kubu tersebut adalah pasukan yang satu. Jika mereka berjajar dalam barisan terpisah, itu memang satu di antara strategi perang mereka.

Sang Panglima turun dari kuda putihnya, lalu duduk bersila diikuti semua jundinya. Sejauh mata memandang, koridor ini dikuasai oleh laskar mereka. Penuh, penuh sekali. Mereka dalam barisan yang kokoh, dalam jalinan yang rapi, dalam mata sepintal tasbih yang berpangkal namun tiada akhir.

Segalanya diawali dengan gema Asma Allah. Lalu semua jundi terdiam takzim menyimak penjelasan mengenai….

HARI GIZI dan GAMAIS SUPERCAMP

Yap, pasukan itu adalah pasukan kita! Pasukan 2008 yang tadi sore telah memenuhi koridor timur Masjid Salman Institut Teknologi Bandung. Seperti dulu waktu zaman KIT, zaman ketika pasukan kita menginvasi selasar PLN, sampai penuh seperti mahasiswa-mahasiswa yang sedang osjur.

Percaya tidak percaya, rasanya jarkom yang saya forward ke beberapa akhwat tadi malam itu “hanyalah” jarkom biasa. Yaa seperti jarkom biasa yang dikirim ke para anggota Keluarga Muslim 2008, yang sedikit mengecilkan harapan akan berkumpulnya kader 2008 dalam suatu forum besar. Namun yang tadi itu, wah masya Allah.. Bukan jarkomnya yang sakti, melainkan Allah yang telah menggerakkan langkah-langkah kita menuju pertemuan yang dinaungi ini.

“…maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara…” (Q.S. 3 : 103)

“…Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. 8 : 63)

Ingatkah, kapan terakhir kita kumpul besar begini???

“…Seorang lelaki yang mengundang sanak saudaranya ke pesta tidak melakukannya untuk menyelamatkan mereka dari kelaparan. Mereka semua punya makanan di rumah masing-masing. Ketika kita berkumpul bersama di tengah tanah desa yang diterangi sinar bulan, itu bukan karena bulan. Setiap orang bisa melihat bulan di pekarangannya sendiri. Kita berkumpul bersama karena adalah baik bagi sanak keluarga untuk melakukannya. ..”

“..aku hanya punya sedikit waktu untuk hidup. Namun aku mengkhawatirkan kalian orang-orang muda karena kalian tidak mengerti betapa kuat ikatan kekeluargaan ini. Kalian tidak tahu apa artinya bicara dengan satu suara…. Terima kasih karena mengumpulkan kita semua.”

Kita tidak berdoa untuk memiliki lebih banyak uang tetapi untuk memiliki lebih banyak saudara. Kita lebih baik dibanding binatang karena kita memiliki saudara. Binatang menggosokkan punggungnya yang gatal ke sebatang pohon, manusia meminta saudaranya untuk menggaruk.

-“Things Fall Apart” Chinua Achebe-

Tuh kan asik ngumpul-ngumpul kek begini!
Jadi, sering-sering aja yaaa

Keluarga Muslim 2008
BERSIAPLAH!!!


Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Q.S. 61 : 4)

wallahu a’lam

Dinamika Rumah Visi

Posted in Seseorang by rishapratiwi on August 15, 2010
Tags: , , , ,

6 Juli 2010

Mahasiswa Muslim yang Visioner, Prestatif, dan Kontributif.

Sulit ga hei Ayu, Riska, Vani, Arsy, Ratih, Ana, Keriyanti, Hashri, Findy, Aeny, Laila, Desi, Intan, Dinda, Asih, Ati?

Mari latihan sama-sama!

Mentari Menyala di Rumah Visi

Posted in Seseorang by rishapratiwi on August 14, 2010
Tags: , ,

2 Juli 2010

-OSKM 2010-


Malam ini rumah kami riuh rendah. Anak-anak pulang dengan membawa “Mentari” dari Sabuga.

Bagaimana mereka tidak terpana, tigaribuan mahasiswa beda kepala berjama’ah dalam satu irama

“Mentari  menyala di sini”

…dan mentari itu mereka bawa pulang ke rumah masing-masing, ke kamar kosan masing-masing.

Meskipun tembok yang tinggi mengurungku,

berlapis pagar duri sekitarku.

Tak satu pun yang mampu menghalangiku,

Menyala di dalam hatiku

Mentari -Iwan Abdurrahman-

Mentari kini telah menyala di Rumah Visi

Kuyakin itu!